Senin, 04 Mei 2015

GELISAH: RAJA SALMAN MENGGANTI PUTRA MAHKOTANYA DEMI KEKUASAAN ARAB

Perseteruan di Lingkungan kerajaan Arab Saudi yang memperebutkan kedudukan putra mahkota sebagai pewaris tahta sudah dimulai, saat ini sudah terjadi pergeseran dan gesekan di antara para penerus tahta untuk mengokohkan posisi masing-masing guna melanggengkan kedudukan menuju puncak kekuasan di Jazirah Arab. Lalu sebagaimana yang disebutkan para Sahabat Nabi saw bahwa akan terjadi pertikaian antara tiga orang putra khalifah, namun tidak ada satupun dari mereka yang mampu menguasai kerajaan, lalu tampuk kekuasaan diserahkan para Imam Mahdi, adakah ini pertanda awal datangnya isyarat tersebut.

"Singkirkan Muqrin, Raja Arab Saudi Angkat Putra Mahkota Baru"


TEMPO.CO, Riyadh - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah mencopot saudara tirinya dari jabatan putra mahkota dan memberikan gelar itu kepada keponakannya, Pangeran Mohammed bin Nayef, yang juga adalah Menteri Dalam Negeri Saudi, pada Rabu, 29 April 2015.

Laporan yang disampaikan stasiun televisi negara tersebut menyebutkan Raja Salman memutuskan mengangkat Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai putra mahkota sekaligus wakil perdana menteri. Mohammed bin Nayef juga akan terus menjabat posisi lamanya, yakni menteri dalam negeri dan kepala badan koordinasi dewan politik dan keamanan negara kaya minyak itu.

Jabatan putra mahkota yang diberikan Raja tersebut diyakini dapat mengamankan peluang Pangeran Mohammed bin Nayef meneruskan kepemimpinan Raja Salman.

Dia dikenal luas oleh dunia internasional, khususnya AS, sebagai pemimpin dan wakil putra mahkota Arab Saudi yang menentang terorisme.

Kini dia dipastikan telah mengambil alih jabatan putra mahkota dari Pangeran Muqrin. Pemecatan Muqrin ini menjadi tanda bahwa pejabat tingkat tinggi terakhir yang tersisa dari era Raja Abdullah, yang meninggal pada 23 Januari lalu dan digantikan oleh Salman, 79 tahun, telah tergusur.

Muqrin, 69 tahun, adalah anak terakhir pendiri Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz bin Saud, yang diharapkan akan memerintah kerajaan itu. Pemecatannya memungkinkan Bin Nayef menjadi orang pertama dari generasi kedua, atau cucu dari Abdul Aziz, yang akan memerintah Kerajaan Saudi.

Bersamaan dengan pengangkatan Bin Nayef, Raja menunjuk anaknya yang juga Menteri Pertahanan Pangeran Mohammed bin Salman sebagai wakil putra mahkota. Pangeran, yang kini kemungkinan besar berada di tempat kedua daftar penerus takhta Kerajaan Saudi, itu diyakini berusia sekitar 30 tahun.

Inilah salah satu bentuk kekufuran bangsa arab dalam mengelola tanah suci di Makah, mereka sudah melegalkan apa saja bentuk dan simbol orang kafir di sana.


TOKO ALAT PEMUAS SEKS AKAN DIBANGUN DI PUSAT KOTA MEKAH

TEMPO.CO, Mekah - Sebuah toko peralatan untuk bercinta yang menjual produk-produk halal menurut Islam akan dibuka di Mekah. El Asira, label tersohor dari Amsterdam, berencana membuka cabang di kota suci Islam di Arab Saudi.

Pendiri Al Asira, Abdelaziz Aouragh, mengumumkan ambisinya tahun lalu. Menurut situs web Alyoum24, Selasa, 22 April 2015, toko tersebut segera dibuka dalam waktu dekat.

Ulama dan syekh Saudi dilaporkan telah berkonsultasi untuk memastikan usaha tersebut sesuai dengan hukum dan adat istiadat setempat. Aouragh memastikan itu.

"Produk kami yang ditempatkan di pasar tidak ada hubungannya dengan boneka tiruan (boneka pemuas nafsu) atau vibrator," kata Aouragh pada kantor berita AFP. "Ini bukan tentang hubungan badan, ini (tentang) apa yang terjadi di sekitarnya. Produk kami meningkatkan atmosfer dan perasaan sensualitas."

Menanggapi kebebasan perempuan yang sangat dibatasi di Arab Saudi, terutama dalam aturan berperilaku dan berpakaiannya yang sangat ketat, Aouragh mengatakan akan berusaha membuat wanita di Arab semakin dikagumi dan dicintai. Caranya, dengan meningkatkan kualitas hubungan perkawinan.

Situs El Asira menjelaskan semua produk mereka sebagai sesuai syariah. El Asira mengklaim mereka dapat memberikan makna yang lebih dalam tentang seksualitas, sensualitas, dan bahkan spiritualitas.

Produk yang dijual secara online telah dipasang tanda "halal". Karena itu, produk tersebut diperbolehkan menurut hukum Islam.

"Semua produk kami menjaga integritas, kemanusiaan murni dan etika yang melekat dengan syariah," kata situs El Asira.

Perusahaan, yang diluncurkan di Belanda pada 2010, adalah perusahaan yang mengkhususkan diri pada produk minyak-minyak sensual dan didukung oleh perusahaan dewasa Jerman, Beate Uhse.






Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar