Senin, 18 Mei 2015

GEMPA SUSULAN, TIM ACT KEMBALI KE NEPAL, ADA APA?

Beberapa waktu Nepal kembali mendapatkan serangan gempa susulan, dengan skala 5,7 SR terjadi di tanggal 12 Mei 2015 yang menewaskan 66 orang, ini adalah kali kedua gempa terjadi setelah hampir 17 hari sebelumnya gempa hebat berkekuatan 7,8 SR yang menewaskan 8000 orang. Episentrum atau pusat gempa hari Selasa itu berasal dari sekitar 100 kilometer dari pusat gempa skala 7,8 yang menerpa pada tanggal 25 April lalu, dengan kedalaman 18,5 kilometer. Gempa susulan ini terjadi di Barat Nepal. Tepatnya di kota Namche Bazar. Besarnya kekuatan gempa, membuat guncangan terasa hingga ke Ibukota India, New Delhi, dan Ibukota Bangladesh, Dhaka. Kebanyakan korban tewas meregang nyawa di beberapa bagian di Timur Kota Kathmandu. Terutama di sejumlah daerah terpencil dan pedesaan.

US Geological Survey telah melaporkan kira-kira 20 gempa susulan sejak hari Selasa. Gempa itu juga terasa di India, di mana sedikitnya empat orang tewas, dan di Tibet yang melaporkan adanya satu korban tewas. Melihat kondisi ini, nampaknya gerakan dalam tanah ini terus meluas penyebarannya ke daerah-daerah lain dengan rentang waktu yang tidak jauh dari sebelumnya. Adakah ini pertanda datangnya sebuah peringatan dari Allah swt untuk seluruh umat manusia? mengapa gempa ini tidak bisa diprediksi kedatanganya oleh manusia atau bahkan oleh alat paling canggih, hanya Allah saja yang tahu kemana dan kapan pergerakan gempa ini akan terjadi. Mampukah kita sebagai manusia membaca peringatan apa yang ada dibalik peristiwa ini. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.

Faktanya pemerintah Nepal hanya mau menerima bantuan yang dikirimkan dari Tim ACT dari Indonesia, Nepal tidak mau menerima tim penyelamat dari negara lain dan diketahui bahwa tim penyelamat ini adalah satu-satunya tim pertama yang datang ke Nepal dan memberikan bantuan pada saat Nepal di guncang Gempa dahsyat akhir April lalu. Pemerintah Nepal merasa sangat terbantu dengan kehadiran tim ACT dari indonesia ini, karena mereka terbukti sangat tanggap dan cepat memberikan bantuan kemanusiaan. Keberhasilan tim ACT menolong korban gempa dirasakan sangat bermanfaat, sehingga pemerintah Nepal meminta agar tim ACT ini kembali mengirimkan bantuannya ke Nepal dalam bentuk pertolongan pasca trauma kepada korban gempa. Coba saja anda bayangkan, bahkan PBB yang katanya sangat peduli dengan penanganan bencana saja tidak mampu memberikan bantuan yang dibutuhkan korban seperti halnya ACT. Padahal dari sekian banyak korban, ada banyak warga negara asing yang menjadi turis juga menjadi korban tewas disana, termasuk salah satu petinggi google. Bahkan PBB hingga saat ini belum memberikan apresiasi kepada tim relawan ini.


Aksi Tanggap Cepat (ACT) Setelah memberangkatkan Tim 2 yang terdiri yang terdiri dari 2 dokter dan 1 orang paramedis dua pekan lalu, ACT memberangkatkan kembali Tim 3, Minggu (17/5) siang. Tim ketiga yang merupakan tim khusus trauma healing akan menggantikan tim medis yang akan kembali ke Indonesia mulai Selasa. Tim 3 diberangkatkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah untuk melengkapi kiprah dua tim sebelumnya yang telah memberikan bantuan relief, baik dalam bentuk logistk maupun layanan kesehatan. Tim 3 selain akan turun langsung ke lokasi-lokasi pengungsi dan sejumlah titik diluar Kathmandu, juga akan menularkan skill seputar trauma dan melakukan ‎assessment,” papar N. Imam Akbari, Senior Vice President ACT sekaligus Direktur GPN, Minggu pagi.

Pertanyaan berikutnya muncul, jenis peringatan apa yang sedang berlangsung di negeri seribu kuil ini? Apakah ini merupakan peringatan yang datang dari Sang Ilahi untuk mengajak manusia yang sudah jauh dari agama Allah untuk kembali? Lalu mengapa Indonesia yang terpilih menjadi tim relawan untuk membantu korban gempa? Mengapa bukan Negara lain? Apakah mungkin akan terjadi gempa susulan kembali, jika kebanyakan warga Nepal tidak mau mengindahkan peringatan untuk kembali? Atau mungkinkah gempa ini juga ditujukan untuk Negara-negara disekitarnya yang mayoritas budha/hindu untuk bertobat? Indonesia adalah Negara mayoritas muslim yang saat ini termasuk Negara muslim paling aman di dunia jika dibandingkan Negara mayoritas muslim lainnya. Adakah ini merupakan bagian dari tugas Mayoritas Muslim Indonesia untuk menjadi penolong dan penyelamat akidah umat Islam di Nepal, di Negara mayoritas pemeluk agama budha/hindu?

Dan jika anggota tim penyelamat ini bisa menjalankan misinya, tidak hanya sekedar membantu mengobati orang sakit jasmani, tetapi juga bisa menyelamatkan korban dari trauma dan kesesatan dalam beragama, mengajak korban untuk kembali pada akidah islam yang benar. Maka seperti inilah sesungguhnya peringatan yang ingin disampaikan Allah pada segenap umat muslim dunia, bahwa Nepal bukan sekedar membutuhkan bahan makanan untuk jasmani, namun mereka juga membutuhkan bahan makanan untuk jiwa, yaitu rasa ketuhanan yang sesungguhnya. Warga Nepal selama ini sudah terlalu jauh keluar dari jalur ketuhanan, mereka sudah terlalu jauh menyimpang. Maka dari itu, sudah menjadi tugas kaum muslim untuk datang memberikan pemahaman dan pengertian yang benar tentang agama yang dirahmati, yaitu agama Islam. Perintah memberi peringatan ini amat jelas tertera dalam ayat suci al quran berikut ini.

[35:23] "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

[35:24] "Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."

Dalam hal ini Tim ACT juga harusnya tidak hanya mengirimkan tim medis, tetapi juga tim non medis seperti pemulih anti trauma, dan tim ulama dan pemuka agama. Dalam rangka menenangkan dan memberikan pemahaman jelas tentang bencana dan peristiwa alam lainnya. Bahwa dibalik semua ini ada kekuasaan Amat Besar yang sangat berkuasa atas setiap jiwa anak manusia.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar