Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Sabtu, 08 Oktober 2016

INGIN TAHU SEPERTI APA MENTAL PARA POLITISI KITA?

Ingin tahu seperti apa Mental para Politisi kita saat ini? rasanya belum lama berselangnya waktu pemilihan Cagub DKI, lain kata lain pula hasilnya....jika anda masih ingat dengan statement ini anda pasti akan tertawa ngakak dan geleng-geleng kepala, tanggal 26 maret, 4 sept statement ini dikeluarkan dan tanggal 20 hasil akhir yang keluarnya 360 derajat beda. Simak baik-baik ya...

Tak Diundang, Megawati Heran Ngapain Ahok Datang, Apakah Jilat Ludah Sendiri ? 26 maret 2016

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat bicara tentang Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam acara peluncuran buku malam itu. Mega mengaku heran karena Ahok datang ke acara yang juga dihadiri para elite PDIP dan menteri ini. Dalam peluncuran buku "Megawati dalam Catatan Wartawan Menangis & Tertawa Bersama Rakyat" di Gedung Arsip Nasional No 111, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (23/3/2016), Megawati menjadi pembicara utama dengan didampingi Butet Kertaradjasa. Di tengah-tengah pembicaraan soal buku, Mega menyinggung kehadiran Ahok.

Jika Usung Ahok, Megawati Jilat 'Ludah Sendiri dan Ludah Ahok'
4 september 2016
KONFRONTASI - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menilai PDI Perjuangan tidak akan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
Sebab, para fungsionaris PDI Perjuangan di tingkat pusat dan DKI sudah menyatakan tidak akan mendukung Ahok. Apalagi Ahok sendiri sudah menolak ikut menjadi salah satu kandidat PDIP, karena merasa tidak butuh parpol dan bertekad maju lewat jalur independen.
"Jadi kalau Ketum PDI Perjuangan Megawati akhirnya mendukung Ahok, kan artinya itu menjilat ludahnya Ahok. Ini akan sangat merugikan eksistensi Megawati sebagai politisi paling disegani di negeri ini," kata Adhie, Minggu (4/9).
Analis politik yang pernah menjadi jubir Presiden KH Abudrrahman Wahid (Gus Dur) mengungkapkan bahwa Megawati terkenal dengan pendirian dan harga dirinya yang kuat. Jadi, mustahil Mega mau menjilat ludahnya sendiri, apalagi ludahnya Ahok.
"Megawati terkenal dengan pendirian dan harga dirinya yang kuat. Jadi mustahil Mega mau menjilat ludahnya sendiri, apalagi ludahnya Ahok," cetusnya.(skl/ar)

"MEGAWATI PAKAIKAN JAS MERAH KEPADA AHOK"21 september
Akhirnya Basuki Tjahaja Purnama identik dengan PDIP pasca mengenakan jas berwarna merah. Setelah prosesi pendaftaran bakal calon, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memakaikan jas merah tersebut ke Ahok.

Meski sempat canggung, namun proses pemakaian jas merah oleh Megawati itu mengalir begitu saja. Mega pun tertangkap kamera sempat melempar senyuman lalu duduk kembali ke kursinya.

Sebelum pendaftaran, Ahok memang sempat menegaskan bahwa dirinya diusung PDIP namun bukan kader partai banteng itu. Jas yang dipakaikan ke Ahok tidak berlambang PDIP.

“Insya Allah dengan telah dilakukannya hal ini, tentunya saya berharap pada tahun 2017, Pilkada DKI Jakarta ini kita akan lakukan dengan cara demokratis, aman dan stabil,” ucap Mega di KPU DKI Jakarta.

Jadi sekarang anda bisa nilai sendiri, siapa jilat siapa? dan siapa yang lupa sama omongan sendiri. Dunia ini memang bulat tapi apakah berpolitik harus dgn cara-cara seperti ini? ups...udah lupa tuch!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post