Kamis, 20 Oktober 2016

AL MAIDAH:51 DAN PENISTAAN AGAMA

Kesalahan Terbesar Ahok dalah ia bicara bahwa orang-orang yang menggunakan ayat ini adalah para pendusta, "wich is" yang dimaksud orang pendusta/pembohong itu adalah para ustad dan ulama yang sedang mendakwahi umatnya untuk membaca ayat ini jika ingin memilih pemimpin, jadi Ahok ini memfitnah para ulama sebagai kaum pembohong/pengecut yang ingin membodohi umat muslim dgn dalih ayat ini, jadi jika ada orang kafir memfitnah para pemuka agama sebagai pengecut maka itu sama dengan ia menghina kebanyakan umat muslim yang sudah mengamini ayat ini sebagai bagian dari perintah Tuhannya. Ahok juga secara tidak langsung menghina seluruh kaum muslim sebagai kaum yang bodoh jika membenarkan ayat ini dalam memilih pemimpin, termasuk berbagai bentuk ajaran yang didalilkan dalam kitab sucinya, atau sama dengan ia menghina Al quran. Itulah inti dari pasal "Penistaan Agama" menghina para pemeluknya, pemuka agamanya termasuk juga kitab sucinya dan ia harus dihukum seberat-beratnya.
Jika seorang ulama memberikan arahan kepada umat untuk memilih pemimpin berdasarkan ayat Al Maidah 51 maka itu adalah "fatwa/hukumnya wajib."
Tapi jika orang kafir memberikan arahan kepada umat muslim untuk jangan tertipu pada ajakan para ulama maka itu "penyesatan agama."

Baru-baru ini beredar kabar bahwa efek dari kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok berujung pada wacana pembubaran MUI. Kasus ini terus bergulir dan menohok pihak MUI yang tidak mau melepaskan jerat hukum terhadap ahok dimana para pendukung Ahok merasa geram terhadap fatwa yang di keluarkan MUI terkait kontroversi penistaan agama ini memperburuk citra Ahok sebagai calon Cagub yang sedang mencalonkan diri. Dan jika ternyata kasus ini memang ternyata mengandung unsur kesengajaan dengan harapan dan tujuan membubarkan MUI sebagai lembaga yang menaungi umat muslim, maka ini barulah yang dimaksud politisasi agama. Ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kekisruhan ini untuk membubarkan MUI.

DAn sebagaimana kita semua tahu Ahok bicara tentang Surat AL Maidah 51 itu bukan dalam keadaan tidak sadar atau dalam keadaan bergurau sebagaimana yang penah dilakukan Zaskia Gotik terkait penghinaan lambang negara (Pancasila sila ketiga). Ahok Bicara dihadapan publik dalam keadaan sadar dan spontan mengutarakan isi pikirannya dengan maksud dan tujuan tertentu pastinya. Dari mana dia mengerti makna Surat Al Maidah 51 padahal dia sendiri mengerti sifat dan tabiat umat muslim yang sangat sensitif. Kenapa Ahok begitu berani dan secara terbuka menantang umat muslim jika ia tidak mengerti konsekuensi yang akan diterimanya hari ini.
Jika memang betul tujuan utamanya adalah membubarkan MUI, maka coba saja anda bayangkan apa yang akan dia lakukan jika sudah menjadi Gubernur DKI nanti, bukan cuma membubarkan MUI bahkan mungkin ia akan mampu melakukan hal yang lebih besar lagi dari ini.

Artikel Terkait:

2 komentar:

  1. itulah manusia kafir,benar apa yang difirmankan ALLAH ,orang2 kafir hanya mementingkan golongannya saja dan menghalalkan segala cara,dan yang lebih parahnya lagi orang yang mengaku islam yang mengerti isi ayat Alqur'an malah membela ahok dan yang lainnya pun ikut2an menghujat para akim ulama dan MUI mengajukan untuk dibubarkan ke presiden dan presiden nya pada ikut juga mengecam pendemo umat islam astaghfirullah presiden apa ini islam apa bukan toh agama nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah pak umar, sekarang ini banyak orang pinter keblinger, ngaku dirinya ngerti agama tapi jelas2 nentang perintah agama, ngaku dirinya kaya raya tapi tak puas dan akhirnya menghamba kepada dukun pengganda uang agar lebih kaya, dunia sdh menampakkan sifat celakanya pun masih banyak yang membela...sungguh dunia benar2 bikin orang binasa, tanpa ampun Allah nnt akan menimpakan azab-Nya kpd siapa saja yg berbuat aniaya

      Hapus