Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Selasa, 16 Oktober 2012

Imam Mahdi Ksatria Baja Hitam

Konon adalah sebuah janji dari Rasulullah 14 abad yang lalu: Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda: ”Adalah masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah menghentikannya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menaklukkan, adanya atas kehendak Allah. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong, adanya atas kehendak Allah. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah).” Kemudian beliau (Nabi) diam. Dari Nu’man bin Basyir Radiallahu ‘Anhu, ” (HR.Ahmad) Al Quran sebenarnya tidak mengajarkan “predestination” atau ramalan untuk umat manusia melainkan memberikan motivasi agar dengan kesadarannya senantiasa beriman dan beramal saleh: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih untuk menjadikan mereka sebagai khalifah di muka bumi ini sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, menyebarkan bagi mereka agama yang telah diridhainya untuk mereka secara merata dan menggantikan ketakutan mereka dengan rasa keamanan (sehingga) mereka dapat menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku. Barangsiapa ingkar setelah itu, merekalah orang-orang yang fasiq.” Bagaimana pun kalangan Islam fanatikus hadis telah sangat terobsesi bahwa suatu saat pasti akan tiba terbentuknya Negara Kekhilafahan seperti itu, yang merupakan gabungan dari Negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di dunia dewasa ini. Negara Arab Saudi, Mesir, Iran, Irak, Turki, Aljazair, maroko, sudan, Tunisia, Kuwait, Oman, Uni Emirat Arab, Yordania, Indonesia, Malaysia, Pattani, Moro, Afghanistan, Pakistan, dan banyak lagi Negara islam lainnya. Suatu imperium atau superstate yang akan terjadi karena kehendak Allah semata. Mereka bahkan tidak ingin hanya menunggu dan berangan-angan. Melainkan sudah mulai dengan persiapan, gerakan dan bila perlu dengan terror dan kekerasan demi terwujudnya “kehendak Allah” tersebut. Rasul adalah baginda nabi Muhammad saw, hidayah adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar adalah agama Islam. Allah SWT akan memenangkan Islam atas agama-agama yang lain, tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Itulah “aqidah” versi mereka yang mutlak harus dipercaya dan tidak boleh ditolak atau dibantah.
Selanjutnya menurut mereka siapa dan kapan system kekhilafahan tersebut terwujud, hanya Allah yang maha mengetahui. Hanya yang sudah pasti adalah waktunya sudah sangat dekat. Sampai sekarang belum terwujud tetapi kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Bala dan ujian akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Sebabnya adalah seluruh dunia kaum kafir sedang membuat tipu muslihat jahat terhadap umat Islam. Maka Allah melempari mereka dengan anak panah yang paling dahsyat, yang membakar bumi, laut, dan langit mereka. Langitpun menurunkan hujan yang buruk dan seluruh penduduk bumi mengutuk semua orang kafir dibumi dan Allah mengizinkan hilangnya semua kekufuran. Versi modernnya barangkali perang nuklir atau mungkin perang bintang.
Dimulai dengan Perang Dunia ke 3 suatu perang nuklir. Diikuti dengan asteroid yang mendekat atau menabrak Bumi. Terjadi hujan yang sangat lebat selama 50 hari tersebut, menyebabkan rusaknya hampir seluruh lahan pertanian di Bumi. Seruan datang dari langit yang menandakan Imam Mahdi akan datang dan menyuruh manusia untuk mengikuti ajaran Imam Mahdi. Akan muncul Imam Mahdi beserta pembaiatannya di bawah Kaaba di kota Mekah. Nabi Isa as datang dari langit untuk membantu Imam Mahdi dalam misi Islam. Selanjutnya, adalah masa kegemilangan dan kesejahteraan Islam yang tak terlukiskan indahnya, selama beratus atau mungkin beribu tahun hingga datang hari kiamat. Tentu dalam versi mereka. Sosok Imam Mahdi sendiri digambarkan sebagai ksatria penunggang kuda, dengan pedang di pinggang dan tangannya mengibarkan bendera warna hitam. Dia muncul di ufuk entah dari mana. Dengan pedang itu sang Imam akan menebas leher para kafirun dan salibis. Sosok yang kemudian dijadikan simbol bagi Hizbut Tahrir dan para pengikutnya. Yang demikian sebenarnya tidak cocok lagi dengan kenyataan dunia modern dengan pesawat dan tank tempur, kapal perang dan peluru kendali nuklir. Legenda Imam Mahdi adalah dongeng besar kedua sesudah dongeng Isra’ Mi’raj. Utopia itu nyata telah berpengaruh terhadap sikap dan perilaku kalangan islam cukup luas yakni membenci dan memusuhi dunia. Al Quran telah memberikan petunjuk bagaimana beriman kepada Nabi Muhammad, diantara firman-Nya: (18:110) “Katakanlah: ‘Sungguh aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya hendaklah ia mengerjakaan amal saleh dan tidak mempersekutukan siapa pun dalam beribadat kepada Tuhannya’” (6:50) “Katakanlah ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku’ . Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak berpikir?’” Demi rahmat dan keselamatan bagi semua kita haruslah kembali kepada Al Quran. Wassalam. Soetarno Wreda

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post