Minggu, 14 Agustus 2011

Doktrin Pemahaman Kabbalah

Menurut ajaran Kabbalah proses penciptaan dimulai dengan munculnya benda-benda yang disebut Sefiroth yang artinya lingkaran-lingkaran atau orbit-orbit yang bersifat material maupun spiritual. Benda tersebut berjumlah 32. Sepuluh yang pertama beremanasi dengan Tuhan yang gaib di kedalaman yang tak terbatas. Dogma Kabbalah ada relasinya dengan sistem kepercayaan astrologi kuno. Pada hakekatnya Kabbalah telah menyimpang jauh dari agama Yahudi. Ajaran tersebut menjadi doktrin mistis dari keimanan Yahudi yang melenceng dari Taurat.

Theodore Reinach seorang pakar sejarah Yahudi mendiskripsikan bahwa Kabbalah adalah racun teramat halus yang menyusup dan memenuhi nadi agama Yahudi. Doktrin tentang Tuhan mereka, bertentangan dengan fakta penciptaan dalam Taurat.

Penjelasan kaum Kabbalis tentang Tuhan direfleksikan sebagai bentuk tertinggi yang tak terlukiskan yang disebut En Sof. Adapun En Sof telah memanifestasikan dirinya kepada pengikutnya dalam sepuluh aspek (Sefiroth) realitas ilahiah. Kesepuluh aspek tersebut yakni: Kether Elyon : Mahkota tertinggi; Hokhmah : Kebijaksanaan; Binah : Akal; Hesed : Cinta atau pengampunan; Din : Kekuasaan; Rakhamim: Kasih Sayang; Netsakh : Keabadian; Hod : Kegungan; Yesod : Fondasi; Malkuth: Kerajaan (Sekhinah).

2417446708_573fb37f95Tuhan mereka adalah iblis (Lucifer), mereka meyakini bahwa Iblis adalah malaikat yang terbuang dari surga karena menolak perintah ALLAH untuk bersujud kepada Adam. Bagi mereka, penolakan iblis adalah bukti tingginya tingkat pemahaman "tauhid" iblis, namun selanjutnya mereka malah mensejajarkan iblis dengan Tuhan itu sendiri.

Kitab suci Kabbalah terbagi dalam dua buku: Sefer Yetzerah (Kitab Penciptaan) dan Sefer Zohar (Kitab Kemegahan). Zohar penuh dengan ayat-ayat rahasia. Ayat-ayat tersebut hanya bisa dipahami melalui kitab yetzerah. Di Eropa beberapa abad setelah Masehi muncul Sefer Bahir (Kitab Cahaya).

Kitab suci Kabbalah ditulis dalam bahasa Ibrani, selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Rujukan kaum Kabbalis tersebut berisi ajaran suci bagi kultus sesat dan penyembahan terhadap iblis. Teologi Kabbalah tersusun dari mitologi paganisme dan menjadi dasar dari kemerosotan agama Yahudi. Klaim Kabbalah bahwa manusia bertanggung jawab terhadap keberadaannya. Kaum Kabbalis menyebut iblis sebagai Lucifer (cahaya, pencerahan). Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan mereka yaitu kekuasaan yang berasal dari cahaya, api dan matahari yang merupakan perlambang iblis.

Di dalam struktur ajaran mereka terdapat hirarki kekuasaan: Sefrotim (penyinaran) diasosiasikan sebagai makhuk supra natural. Dalam bahasa Ibrani disebut : Shedim yang terdiri dari sejumlah roh. Shedim yang kawin dengan manusia disebut Mazzikim dan anak hasil perkawinannya disebut: Banim Shovanim (anak haram jadah).


Kabbalah merepresentasikan bahwa manusia menjadi suci setara dengan Tuhan, dalam istilah modern dikenal dengan faham HUMANISME.

Dalam bdang sosial, ajaran ini membalikan kepercayaan akan hari akhir sebagaimana yang difahami oleh agama-agama samawi, dimana dalam agama samawi dunia ini dianggap sebagai sarana menuju kehidupan yang kekal (akhirat). Jadi dalam ajaran Kabbalah dunia ini dianggap sebagai alam nyata yang sesungguhnya, dimana kehidupan hanya terjadi sekali, sedangkan akhirat itu sendiri hanyalah halusinasi. Dari sinilah lahir faham kebebasan serta gaya hidup hedonis dan materialistis.

Membaca Simbol-simbol Kabbalah


Penganut Kabbalah selalu identik dengan simbol. Organ lelaki disimbolkan dengan Phallus (Lingga), perlambang kekuasaan regeneratif. Organ wanita dimanifestasikan oleh Yuna yang melambangkan kesuburan. Contoh pengaruh simbol Kabbalah dalam bangunan nampak pada bangunan istana kepresidenan Amerika Serikat yang melambangkan Yuna yang didepannya terdapat tugu yang melambangkan Phallus. Ini sama persis dengan istana kepresidenan Indonesia yang tepat didepannya terdapat bangunan Monas.

Lain halnya untuk menjelaskan struktur hirarki, mereka menggunakan segitiga dan piramida. Para elit Kabbalis berada pada puncak piramida yang menguasai massa yang menopang bangunan tersebut.

Artikel Terkait: