Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Senin, 08 Agustus 2011

Fidel Castro Prediksikan Datangnya Kiamat

HAVANA (Berita SuaraMedia) – Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro akan menghadiri sesi khusus di parlemen pada hari Sabtu (31/7) waktu setempat. Kemunculan itu menjadi kemunculan perdananya dalam ajang resmi pemerintahan sejak didera penyakit parah empat tahun yang lalu.

Hari Jumat malam, televisi pemerintahan Kuba mengumumkan bahwa sang mantan presiden menghadiri sesi yang ditayangkan secara nasional tersebut.

Namun, tidak disebutkan bahwa Castro akan berpidato dalam ajang tersebut. Sesi itu membahas mengenai ancaman perang nuklir. Secara logika, sulit membayangkan mulut Castro tidak gatal mengomentari perang nuklir.

Sesi tersebut digelar atas permintaan Castro, yang telah menulis banyak artikel mengenai topik tersebut selama berbulan-bulan. Castro menyebut AS dan Israel akan menyerang Iran, dan Washington juga bisa menyerang Korea Utara.

Castro, yang akan menginjak usia 84 pekan depan, menyatakan bahwa konflik tersebut bisa mengakibatkan bencana layaknya kiamat. Dalam beberapa tulisan opini, dia bahkan memprediksikan bahwa pertempuran memang telah dimulai.

Setelah empat tahun "menghilang" pasca-operasi darurat pada tahun 2006, Castro kini mendadak nyaris tiap hari muncul di hadapan umum.

Castro terakhir kali hadir di parlemen Kuba satu bulan sebelum kondisi kesehatannya memburuk. Sejak saat itu, para anggota dewan membiarkan satu kursi kosong untuk Fidel, meski ia tidak pernah muncul karena kesehatannya.

Fidel Castro memimpin Kuba selama 49 tahun. Hal itu berawal dari pemberontakan yang dipimpinnya dan berhasil menggulingkan Fulgencio Batista tepat pada Tahun Baru 1959.

Saat kondisi kesehatannya memburuk, Fidel menyerahkan kekuasaan kepada Raul Castro, adiknya yang berusia lima tahun lebih muda. Raul menjadi pemimpin sementara, namun kemudian dipermanenkan setelah Fidel secara resmi mengundurkan diri pada Februari 2008. Suksesi kekuasaan tersebut disetujui parlemen dalam rapat yang tidak dihadiri Fidel.

Kemunculan Fidel di parlemen akan melahirkan tanda tanya mengenai kemungkinan ia kembali mengambil alih kekuasaan di pemerintah.

Bahkan sebelum memberikan konfirmasi akan menghadiri sesi parlemen tersebut, para pemimpin di Kuba satu suara dengan media pemerintah dan memanggil Fidel dengan sebutan "Komandan Tertinggi", sebuah titel yang tidak lagi ia sandang sejak menyerahkan kekuasaan.

Sambil kadang-kadang mengenakan seragam militer warna hijau zaitun, Fidel Castro sering berpidato di hadapan kaum intelektual Kuba dan berbagai pertemuan yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Komunis. Fidel bahkan mengunjungi sebuah akuarium di Havana dan menonton pertunjukan lumba-lumba. Tapi, ia absen dalam pertemuan reguler parlemen minggu lalu dan sejauh ini belum pernah muncul berbarengan dengan Raul.

Masih belum jelas apakah kedua bersaudara itu akan menghadiri sesi rapat parlemen tersebut. Jika ya, maka kesempatan itu akan jadi kemunculan publik pertama keduanya secara berdampingan sejak Fidel menjalani operasi.

Juli lalu, Castro tiba-tiba muncul kembali di hadapan televisi. Tokoh berusia 83 tahun tersebut tampak sehat saat berbicara panjang lebar membahas mengenai masalah internasional mengenai Mesa Redonda (Meja Bundar), meski terkadang suaranya terdengar lemah.

El Commandante (sang komandan) berbicara perlahan, kemunculannya tersebut membuatnya kembali jadi pusat perhatian setelah lama menghilang.

Sebelumnya telah muncul foto-foto Castro di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak Juli 2006, ketika ia menjalani operasi bedah dan menghilang dari hadapan umum.

Ia menjalani operasi bedah usus pada 2006. Kesembuhannya dirahasiakan oleh negara, dan kondisi kesehatannya menjadi bahan pembicaraan warga Kuba yang diasingkan di Florida.

Pemimpin revolusi Kuba tersebut duduk di belakang meja di sebuah ruangan kantor yang dihiasi dekorasi minimalis. Ia mengenakan kaus kotak-kotak yang dibalut jaket olahraga berwarna biru dengan resleting di depan kemudian ia mulai menjawab pertanyaan. Lokasi wawancara tersebut dirahasiakan. (dn/kc/ap/sm) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post