Jumat, 05 Juni 2015

BUMI KEMBALI GUNCANG, MALAYSIA GEMPA 6 SR, ADA MAKLUMAT APA?

Kuala Lumpur, - Kata siapa gempa hanya menimpa daerah pegunungan dan patahan, bahkan di negara yang selama ini tidak pernah terkena gempa pun ikut merasakan guncangan dari dalam bumi ini. Setidaknya ada 145 orang terjebak di puncak Gunung Kinabalu. Dan bumi kembali menggoyangkan tubuhnya kali ini di bagian sabah Malaysia pada pukul 7.15 pagi waktu setempat. Menurut laman web Pusat Seismologi Eropah Meditarrenean gempa bumi sedalam 40km itu berpusat di 14km utara Ranau, 67km timur Kota Kinabalu dan 229km timur laut Bandar Seri Begawan, Brunei. Ada peringatan apa gerangan? mungkinkah terjadi gempa susulan yang lebih besar sebagaimana yang terjadi di Nepal? Apakah ini ada kaitannya dengan penemuan puluhan kuburan massal imigran gelap beberapa waktu lalu? dan mungkinkah gerakan gempa ini juga akan menghampiri Indonesia? Mari temukan jawabannya bersama-sama..

Direktur Sabah Parks, Dr Jamili Nais mengatakan, sebuah helilkopter akan bertolak menuju Laban Rata untuk membawa mereka yang terluka di Gunung Kinabalu.

"Diperkirakan ada 105 hingga 109 orang termasuk pendaki, guide dan seorang petugas Sabah Parks yang terjebak, namun ini tidak berada di wilayah berbahaya, jadi kami sarankan mereka tidak bergerak karena khawatir ada bebatuan yang runtuh," ujar Nais seperti dilansir New Straits Times, Jumat (5/6/2015).
"Kami minta adanya koordinasi operasi penyelamatan, kami minta mereka menunggu sampai situasi stabil sebelum melakukan upaya apapun," imbuhnya.

Selain mereka, sekitar 40 orang lainnya juga terjebak di sekitar gunung tersebut. Empat orang di antaranya mengalami luka-luka, seperti kaki dan tangan yang patah dan cedera kepala.

"Kami telah memindahkan mereka yang terluka ke daerah Laban Rata untuk kemudian dijemput helikopter dalam waktu secepatnya," tutur Nais.

Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (5/6/2015), gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer dengan pusat gempa berada sekitar 19 kilometer dari kota Ranau dan sekitar 54 kilometer dari Kota Kinabalu, ibukota negeri bagian Sabah.

Tak ada peringatan tsunami terkait gempa berkekuatan 6 Skala Richter (SR) yang dilaporkan terjadi pada Jumat (5/6) pukul 07.15 waktu setempat ini. Selama ini, gempa besar terbilang langka di Malaysia.

Para pengguna media sosial Malaysia banyak yang memposting foto-foto jalan yang rusak akibat gempa, juga kaca-kaca jendela yang pecah dan tembok serta lantai yang retak di Sabah. Namun sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan besar yang terjadi akibat gempa.

Informasi Pembanding;

PULUHAN KUBURAN MASSAL DITEMUKAN DI PERBATASAN THAILAND DAN MALAYSIA


Sebagai informasi tambahan bagi kita semua, beberapa waktu lalu di daerah sekitar perbatasan malaysia dan Thailand telah ditemukan ratusan kuburan massal imigran Bangladesh dan Mynmar. Kuburan massal itu ada di sebuah kamp telantar di tengah hutan yang diyakini berisi jasad manusia perahu dan imigran asal Myanmar dan Banglades.

Sejumlah media lokal mengabarkan, kamp imigran itu ditemukan secara tak sengaja oleh penduduk desa yang sedang mencari jamur di hutan itu. Wilayah perbatasan Thailand dan Malaysia memang dikenal memiliki banyak kamp-kamp rahasia di tengah hutan untuk menahan para imigran gelap sebagai bagian dari transaksi perdagangan manusia di sana. Ketika di temukan Ada 32 kuburan massal di wilayah Thailand tersebut.

Kepolisian Malaysia juga menyatakan telah menemukan 30 kuburan massal di dua lokasi di negara bagian Perlis yang berbatasan dengan Thailand. Lebih dari 100 mayat ditemukan dalam sebuah satu liang kubur.

Malaysia bagian utara merupakan salah satu jalur yang digunakan para penyelundup untuk membawa orang-orang dari Myanmar dan Bangladesh ke wilayah Asia Tenggara. Jalur ini dikenal sangat rahasia karena dijaga ketat oleh pasukan bersenjata kedua negara. Sungguh sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan pernah terjadi di wilayah ini.

KESIMPULAN:

Dari dua rangkaian berita diatas adakah anda menemukan satu titik temu yang saling berkaitan satu sama lain, dimana di daerah sekitar ini pula telah terjadi pembantaian manusia secara besar-besaran. Dan salahnya lagi, sebagian imigran selamat yang saat ini masih hidup di kamp-kamp pengungsian mereka yakin bahwa keluarga yang telah lebih dulu masuk ke wilayah Malaysia dalam keadaan selamat, padahal mungkin sudah menjadi salah satu jasad yang dikubur dalam kuburan masal tersebut.

Dan kini tragedi itu telah muncul ke permukaan dan diketahui oleh masyarakat internasional, sementara pemerintah setempat belum melakukan konfirmasi terkait tragedi kemanusiaan itu. Jangankan bertangung jawab, meminta maaf kepada seluruh umat muslim dunia pun belum mereka lakukan. Maka dari itu saat ini bumi berguncang di semenanjung malaysia ini, mungkin jasad yang sudah ditemukan itu meminta diperlakukan dengan layak, dalam artian ingin dikebumikan sebagaimana syariat islam yang benar, sehingga mereka memohon kepada ALlah agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya kelak dan untuk mendapatkan penghormatan terakhir, maka sekali lagi ALlah mengguncangkan arrashn-Nya untuk memperingatkan sekalian umat yang masih bernyawa di muka bumi. Atau mungkin masih ada banyak lagi kuburan massal yang belum berhasil ditemukan? Wallahu alam. Semoga tragedi ini memang adalah peringatan untuk memperlakukan suadara kita dengan baik meski mereka sekarang sudah tiada.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar