Kamis, 22 Desember 2016

DEMAM "OM TELOLET OM" DAN MASA DEPAN DUNIA

Tidak ada bedanya dengan demam-demam lainnya yang pernah booming di dunia maya seperti Pokemon Go, Gangnam Style, mannequin dan Harlem Shake, demam-deman lintas negara ini memang bisa melampaui batas negara tanpa perlu ijin khusus karena adanya jaringan internet yang mendunia. Berkat perkembangan kemajuan internet inilah hal paling kecilpun bisa disaksikan oleh jutaan mata, tidak ada batasan ruang dan waktu. Berkat internet kini dunia semakin mengecil, tidak ada lagi kesulitan menggapai suatu tempat kecuali orang bisa melakukannya dengan ujung jari berkat adanya internet.

Saat ini Indonesia sedang jadi perhatian dunia karena berhasil menciptakan suatu jenis hiburan baru unik di kalangan menengah bawah yang tidak bisa ditiru oleh negara lain, karena keunikan suara bunyi klakson yang disuarakan bus-bus malam ini terdengar sangat khas, lucu dan menarik perhatian publik. Kini orang-orang sedang demam berburu suara unik tersebut dan mereka berusaha mendapatkannya dengan cara sengaja berdiri di pinggir jalan sambil memegang handphone camera (gadget) lalu merekam kegiatan pencarian suara telolet itu hingga si pembuat video benar-benar bisa mengekspresikan kegembiraannya mendapatkan sambutan suara telolet di dalam hp kameranya, ekspresi senang seperti ini yang ditonjolkan dan ingin dipamerkan bahwa mereka sangat bahagia manakala sang sopir bus meladeni permintaannya membunyikan suara telolet itu dengan keras. Spontan saja si pemilik hp meloncat kegirangan mendapat renspon dari sopir bus yang menjawab permintaannya, karena selain suara klakson bus ini memang terbilang keras yang bikin orang kaget, suaranya juga lucu dan bisa melanunkan sebuah nada musik dangdut misalnya.

Inilah salah satu bentuk masa depan dunia, kesenangan sesaat akibat kegiatan orang mencari sesuatu yang unik lalu diupload ke internet dan dianggap bisa menunjukkan ekpresi kegembiraan

CNN Indonesia -- Selfie dianggap hal yang wajar. Namun, bila kadarnya berlebihan sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, selfie bisa digolongkan dalam gangguan kejiwaan. Dalam ilmu psikologi, gangguan itu dikenal dengan narcissistic personality disorder atau gangguan narsisme.

“Selfie yang sudah masuk pada tahap gangguan (kejiwaan) manakala perilaku tersebut telah mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Pendidikan terganggu, pekerjaan terganggu, setiap kehidupan akan terganggu. Orang ini rela mengorbankan rutinitasnya untuk berselfi ria dan mendapat pujian. Dia tidak lagi nafsu makan, hanya bernafsu memfoto dirinya,” kata Roslina Verauli, psikolog anak, remaja, dan keluarga, kepada CNN Indonesia.

Pilihan Redaksi

Menilai Karakter Seseorang dari Foto Selfie
Doyan Foto Selfie Pertanda Gangguan Jiwa?
Selfie di Media Sosial, Mau Narsis atau Eksis?
Kadar Selfie yang Masuk Tahap Gangguan Jiwa
Deretan Fakta di Balik Tren Selfie

Menurut Vera, panggilan akrabnya, selfie yang sangat berlebihan bisa mengarah pada gangguan kejiwaan yang disebut gangguan narsisme.

Ganggung narsisme atau yang dalam istilah ilmiah disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan psikologis ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Gangguan narsisme termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang menderita gangguan ini biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, sombong, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Pada saat yang sama, penderita gangguan narsisme juga memiliki kesulitan menerima kritik. Mereka cenderung bereaksi negatif, seperti marah, menghina, atau mencoba meremehkan orang lain untuk membuat dirinya tampak lebih unggul.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut gejala gangguan narsisme berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5):

1. Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan
2. Mengharap diakui sebagai superior bahkan tanpa prestasi yang menjamin itu
3. Melebih-lebihkan prestasi dan bakat
4. Sibuk dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan atau pasangan yang sempurna
5. Percaya bahwa dirinya lebih unggul dan hanya dapat dipahami oleh atau asosiasi dengan orang-orang khusus
6. Membutuhkan rasa kagum yang konstan
7. Mengharapkan bantuan khusus
8. Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan
9. Memiliki ketidakmampuan untuk mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain
10. Iri orang lain dan percaya bahwa orang lain iri padanya
11. Berperilaku dengan cara yang arogan atau sombong

Meskipun beberapa fitur gangguan narsisme tampak seperti tanda-tanda orang dengan kepercayaan diri, tapi nyatanya tidak sama. Gangguan narsisme melintasi perbatasan kepercayaan diri yang sehat dengan berpikir begitu tinggi pada diri sendiri, dan menghargai diri sendiri lebih dari ia menghargai orang lain.


Artikel Terkait: