Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Sabtu, 31 Desember 2016

PULOMAS, KEJAHATAN LUAR BIASA SADIS

Melihat cara kerja polisi menangani kasus pembunuhan dan perampokan di rumah Dodi Triyono Pulomas, kami jadi pesimis dan khawatir kasus ini tidak terungkap secara jelas, sebab apa?

1. Bagaimana polisi bisa berkesimpulan kasus pulomas ini murni perampokan, sementara di dalamnya ada 6 korban wafat dari target 11 orang yang dikurung di kamar mandi sempit. Sedangkan di rumah itu berhamburan barang berharga dan kendaraan mewah, tapi hanya uang receh saja yang diambil, termasuk rekaman cctv dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Ini bukan cara kerja rampok kelas kakap pada umumnya, jika dari pengalama mereka sebelumya mereka pernah merampok 600 juta, maka jika di rumah Ir. Dodi Triyono angkanya bisa berlipat-lipat.

2. Rampok masuk rumah pukul 15.00, pemilik rumah (Dody Triyono) masuk rumah pukul 18.00, sementara menurut keterangan saksi, 10 orang lainnya sudah disekap didalam kamar mandi sejak pukul 15.30 dan tuan rumah dimasukkan ke kamar mandi terakhir pukul 18.30. Ini artinya si perampok ini tahu bahwa dari semua orang yang ada di rumah itu, ada satu orang lagi yang belum di masukkan ke dalam ruang sekap yaitu pak dodi sang pemilik rumah. Ini artinya perampok sudah punya tujuan utama perampokan ini adalah pak dodi, mereka tidak akan pergi sampai dengan pak dodi datang ke rumah itu. Karena jika perampokan biasa, maka setelah mereka menyekap 10 orang tadi, lalu mengambil seluruh harta yang ada di rumah itu lalu pergi, untuk apa lg menunggu tuan rumah datang? Jadi disini memang jelas ada motif pembunuhan, bukan sekedar perampokan biasa.

3. Dari 4 orang yang terlibat perampokan, 3 orang sudah dilumpuhkan, 2 sudah terkapar menuju ajal, 1 lagi buron, satu lagi selamat luka-luka. Dalam kondisi ini polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mengungkap kasus ini, karena otak penjahatnya sudah tidak ada, dan jika orang di tangkap hidup pun tidak bisa memberi keterangan banyak karena mereka hanya berperan sebagai supporter saja. orang yang berhubungan langsung dengan yang berkepentingan sudah tewas. Bagaimana polisi bisa menemukan motif dari pembunuhan ini jika semua orang yang jadi pelaku utama sudah ada di alam baka. Sekarang polisi harus betul-betul kerja keras mengejer satu orang yang belum mereka tangkap, karena bisa saja ada keterangan baru untuk mengungkap kasus ini. Intinya harus bisa diungkap siapa yang jadi dalang semua prilaku keji ini.

4. Ini adalah kejahatan luar biasa yang pernah terjadi di negeri ini, kenapa? Sebab selama ini polisi sangat cepat mengejar para teroris di berbagai pelosok, tapi kenapa tidak bisa melakukan hal yang sama dengan para perampok yang sudah puluhan kali merampok rumah warga dan tidak kunjung di tangkap tapi dibiarkan bebas berkeliaran, hingga akhirnya kasus pulomas ini harus menelan 6 nyawa melayang baru polisi bertindak. Bukankah ini artinya polisi sudah membuat kesimpulan terlalu cepat (bilang bahwa ini motif perampokan) dan polisi bergerak mengejar pelaku terlalu lambat (kalah cepat dgn mengejar teroris) dan jika pada akhir kesimpulan polisi hanya bisa mengatakan bahwa ini hanya kasus pembunuhan dan perampokan biasa, apakah masyarakat bisa menerimanya? Masyarakat akan mengawal kasus ini hingga akhir, dan Polisi sekali lagi harus membuktikan bahwa mereka bekerja untuk mengayomi masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post