Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Selasa, 20 Desember 2016

GEMPA ACEH DAN HAMPARAN LADANG GANJA

Baru-baru ini Gempa kembali menerjang DI Aceh dengan 6,5 SR yang mengakibatkan 100 orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka. Kita semua bertanya-tanya mengapa daerah yang berada di ujung barat Indonesia ini rajin sekali menjadi langganan gempa bumi dengan intensitas sedang hingga tinggi. Apakah ini murni disebabkan oleh fenomena alam, yaitu akibat pergerakan lempeng kerak bumi ataukah ini menjadi bagian dari peringatan Tuhan kepada hamba-Nya.

Kenapa ini juga berkemungkinan menjadi bagian dari peringatan? sebagaimana yang terjadi di Israel baru-baru ini, kebakaran hebat terjadi di hampir seluruh wilayah Isral setelah aksi pelarangan azan di daerah tersebut. Berbagai kejadian dan fenomena alam yang terjadi belakangan ini bukan semata-mata disebabkan karena faktor kelalaian manusia, bisa jadi ini menjadi sebab telah turunnya azab Allah bagi siapa saja yang sudah melampaui batas. Dalam kasus gempa aceh ini kami melihat bahwa ini bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga ini adalah salah satu bagian teguran dan peringatan, mengapa demikian?

Sebaiknya kita jangan menganggap bahwa karena Aceh adalah daerah dengan mayortitas umat muslim dan pemerintahannya juga sudah menerapkan hukum syariah islam disana bukan berarti kita juga harus memandang bahwa aceh tidak mungkin mendapatkan teguran dari Tuhan karena mereka adalah orang muslim yang taat. Bukan berarti diatas tanah mayoritas umat muslim, lalu seluruh penduduknya orang suci semua dan tidak akan terkena azab jika mereka melakukan suatu pelanggaran. Justru sebaliknya, daerah dengan penegakan hukum islam jika mereka tidak menjalankan syariah dengan sungguh-sungguh, hukumannya jauh lebih berat, karena mereka tahu hukum tapi mereka tidak mempedulikan aturan hukum itu.


Yang menjadi pokok perhatian kami terkait adanya unsur peringatan atas terjadinya bencana gempa berulang kali di aceh ini adalah sebuah fakta tidak terbantahkan lagi bahwa Aceh adalah salah satu penghasil tanaman ganja kualitas nomor satu di dunia dengan jumlah lahan ganja ratusan hektar tersebar di berbagai wilayah, banyak rakyat membudidayakan ganja untuk berbagai kepentingan; makanan, obat-obatan dan farmasi. Baru-baru ini pemerintah daerahnya telah menemukan sebidang lahan ganja seluas 54 hektar di wilayah Gunung Selawah Aceh. Pohon ganja ini sudah siap jual dan siap diedarkann tetapi karena sudah terlanjur diketahui oleh pihak berwajib maka lahan ganja ini langsung dibakar dan dibumi hanguskan seketika.

COba saja anda bayangkan, apakah tanaman ini tumbuh dengan sendirinya diatas lahan seluas puluhan hektar dan tidak ada orang yang akan mempedulikannya? Apakah benar tidak ada orang yang akan mengambil panen daun ganja puluhan hektar tersebut? Padahal nilainya bisa miliaran jika di jual ke luar negeri. Jangan bilang, disana orang aceh sangat alim dan muslim yang taat, jadi tidak mungkin mereka membudidayakan barang haram itu. Inilah yang terjadi di depan mata kepala kita saat ini, kita juga ikut membiarkan dan membenarkan tindakan mereka dengan kedok agama di dalamnya.

Budidaya pohon ganja di aceh sudah jadi hal lumrah dan biasa di masyarakat aceh, bukan hal aneh jika setiap orang memiliki lahan ganja, karena sejak jaman dulu tanaman ini memang sudah menjadi bagian tradisi dan gaya hidupnya. Lalu jika akhirnya akibat kebiasaan seperti itu, tidak ada upaya dari masyarakatnya untuk merubah dan menghilangkan tradisi mengkonsumsi ganja, apakah Allah juga hanya akan tinggal diam dan membiarkan saja mereka terus-terusan menjadi pemadat seperti ini.

Lalu ketika didatangkan guncangan dan gempa bumi beberapa kali di daerah ini yang memporakporandakan rumah dan tempat usaha mereka? Apakah rakyatnya sudah melakukan koreksi diri dan memperbaiki gaya hidupnya dari kebiasaan buruk itu? Sudahkah anda melihat adanya perubahan setelah sekian kalinya Aceh diguncang gempa dan tsunami 8 SR sebelas tahun lalu, dan ternyata budidaya ganja di sana malah semakin marak dan meluas. Jangakuannya makin jauh karena kini aceh sudah makin terkenal sebagai centra budidaya ganja paling kesohor di kalangan para pemadat jaringan internsional. Dan aceh juga sudah jadi tujuan wisata para turis untuk menyaksikan secara langsung kebenaran berita adanya hamparan ladang ganja di sana.

Apakah peringatan yang sudah didatangkan beberapa waktu lalu sudah bisa membuat mereka jera dan kapok? nampaknya belum, adanya pembiaran dan tidak ada upaya pencegahan dari mayoritas masyarakat disana bisa jadi ini menjadi pemicu tidak bisa jadi penghalang datangnya sebuah bencana. Pada intinya, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri. Jadi selama masyarakat aceh masih tetap mempertahankan tradisi mengkonsumsi dan membudidayakan ganja dalam kehidupannya, maka selama itu juga bencana gempa dan tsunami akan terus menerjang daerah ini.

Adanya bencana bukan sekedar bagaian dari kelalaian manusia, atau akibat fenomena alam, namun itu juga bagian dari peringatan Tuhan kepada hambanya untuk memperbaiki diri. Gempa dan tsunami yang menewaskan banyak anak-anak dan orang tidak tahu apa-apa tentang apa yang dilakukan kebanyakan penanam ganja, apakah nyawa mereka memang harus dikorbankan demi mengembangkan bisnis barang haram ini? Kapan warga aceh mau belajar dan mengambil hikmah dari peristiwa yang menimpa anak cucu mereka? mau berapa generasi hilang dan terkubur akibat ketamakan dan keserakahan tradisi warga.














Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post