Minggu, 24 September 2017

KENAPA INDONESIA INGIN DIKOMUNISKAN?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya kita mengerti dulu apa itu komunis dan bagaimana cara kerjanya? Selama beberapa waktu lamanya PKI atau partai Komunis pernah digunakan sebagai alat kekuasaan penguasa. PKI pernah digunakan sebagai alat kekuasaan penguasa Orde Lama, masa pemerintahan Presiden SOekarno, juga akhirnya dipakai penguasa Orde baru masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kedua penguasa ini menggunakan PKI sebagai alat pengukuhan kekuasaan. PKi dipakai untuk melanggengkan kekuasaan pemerintahan yang sedang berkuasa. Tapi kenapa PKI yang dipakai sebagai alat? Pertama, karena pemerintah berkuasa tidak mau mengotori tangannya sendiri atau menorehkan tinta hitam di dalam buku sejarah perjalanan bangsa ini, maka dari itu dibutuhkan sebuah organisasi yang bisa dikendalikan dan dijadikan kambing hitam untuk ditulis dalam sejarah bahwa yang bertanggung jawab atas semua tragedi dimasa lalu adalah kelompok separatis ini, bukan penguasa. Kedua, PKI terkenal kejam dan sadis dalam menghadapi lawan politiknya, mereka mau melakukan apa saja asal tujuannya tercapai. Dalam pemerintahan orde lama, pada periode 1945 hingga 1965, PKI digunakan untuk menghalangi dominasi ulama dan santri yang dianggap terlalu kuat mewarnai perpolitikan masa itu, maka dari itu banyak diantara ulama besar masa itu menjadi sasaran kebengisan PKI, termasuk juga pada akhirnya tujuh jenderal yang menjadi puncak rencana pemberontakan tidak bisa dihindari lagi menjadi sasaran kebengisan kelompok ini. Karena dianggap tidak bisa diajak bekerjasama dan terlalu membahayakan eksistensi penguasa saat itu, maka mereka harus menjadi tumbal. Ada banyak versi beredar tentang siapa yang sebenarnya menjadi dalang atas semua tragedi ini, dari sisi mantan presiden Soekarno, mereka menunjuk Presiden Soeharto yang harus bertanggung jawab karena dianggap sebagai dalang yang menginginkan terjadinya kudeta politik dengan pengambil alihan kekuasaan melalui Supersemar (Surat Perintah sebelas maret 1966). Dari sisi orde baru, Menunjuk presiden Soekarno yang bertanggung jawab karena membiarkan faham komunis ini berkembang dan merambah segala aspek. Keduanya sama-sama tidak mau disalahkan sama-sama menolak sebagai orang yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan itu. Dan parahnya sampai dengan saat ini belum bisa dipastikan siapa pihak yang paling bertanggung jawab, keduanya saling melempar tuduhan.
Setelah Tragedi 30.S. Dimasa pemerintahan Soeharto, PKI tanpa sadar bisa dipakai sebagai alat untuk menakut-nakuti masyarakat, membuat masyarakat terus mengenang tragedi dan menimbulkan trauma panjang yang tidak akan pernah bisa dilupakan, karena pemerintah Orde baru juga membuatkan film dokumenter tentang peristiwa di tanggal 30 september 1965 yang penuh kejadian tragis dan adegan keji. Disisi lain, Pemerintah Soeharto juga melakukan kejahatan kemanusiaan dengan cara menculik aktivis yang vokal, atau memenjarakan para pejuang kemanusiaan. Pemerintah Soeharto beralasan bahwa segala bentuk pembangkangan akan menumbuhkan sikap antipati kepada pemerintah dan bisa menumbuhkan kembali semangat komunis di negeri ini. Selama 32 tahun berkuasa, pemerintah terus mengingatkan masyarakat tentang bahaya laten faham komunis jika sampai mereka kembali bangkit lagi. Mantan Presiden Soeharo mengisaratkan agar jangan sampai bangsa ini kembali berurusan dengan komunis, karena itu sangat berbahaya. walaupun disisi lain Presiden Soeharto juga menggunakan isu itu untuk melanggengkan eksistensinya sebagai penguasa. Ia memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri dan melapangkan sayapnya ke berbagai bidang, mendirikan berbagai usaha atas nama pribadi dan keluarga. Doktrin Bahaya faham PKI dipakai untuk melanggengkan kekuasaannya di bumi pertiwi ini, sehingga tidak ada yang berani mengganggu kekuatan politiknya di parlemen dan dunia internasional. Maka dari itu, ideologi komunisme ini sangat berbahaya jika mereka hidup kembali, ia bisa dijadikan alat politik. Bahkan sudah resmi dilarang pun tetap mengandung unsur bahaya, karena ia bisa digunakan oleh siapa saja yang punya kepentingan. Kenapa Penguasa suka menggunakan PKI sebagai alat kekuasaan, karena PKI tidak punya ideologi yang jelas, puncak utama ideologi mereka adalah menolak keberadaan Tuhan dan kedua, adalah materialistik/uang. Segala cara harus dilakukan untuk mencapai kejayaan dengan cara menguras segala sumber daya untuk kepentingan memperluas pengaruhnya mengkampanyekan faham komunis ke seluruh wilayah. Itulah sebabnya Mantan Wakil Presiden orde baru Try Soetrisno menyatakan istilah rekonsiliasi atau perdamaian tidak bisa ditujukan kepada pengkhianat Eks Partai Komunis Indonesia (PKI). "PKI tidak bisa direkonsiliasi," Katanya dalam acara silahturahmi purnawirawan Panglima Tentara Indonesia di Jakarta, 22 September 2017. Kata beliau lagi ketika ditanyakan Gus Dur mengenai kemungkinan pencabutan TAP MPRS 25/1966. "Saya katakan resikonya besar kalau di cabut," ucapnya lagi.
Lalu kenapa sekarang partai pendukung pemerintah ingin menggunakan PKI kembali? Karena dimasa lalu mereka memang punya hubungan erat, dan kedua, karena dengan slogan partai komunis ini (PKI), pemerintah bisa menjalin hubungan dengan negara-negara komunis paling besar di dunia yaitu RRC, Vietnam, Kuba dan Rusia. Walau kata beberapa pakar di berbagai negara komunis, faham ini sudah mati dan sudah tidak ada lagi, tapi faktanya di semua negara ini masih ada partai-partai komunis yang terdaftar resmi di negaranya contuhnya PKC (Partai KOmunis China) dan partai KOmunis Vietnam dan Laos. Yang baru beberapa waktu lalu datang berkunjung ke Istana Merdeka menemui Presiden Jokowi, yaitu perwakilan partai komunis Vitenam. Kata siapa faham komunis sudah tidak ada, justru kesemua partai komunis di negara-negara China, Vietnam dan Rusia itu kini juga sedang giat-giatnya berbenah diri dan mengembangkan konsep baru. Mereka juga sedang mendorong agar Indonesia kembali menumbuhkan partai komunis PKI agar bisa saling bekerjasama berbagai bidang, terutama bidang pengelolaan sumber daya. Karena apa, Indonesia sampai saat ini masih menggunakan ideologi yang menurut mereka aneh. Ideologi pancasila, tidak ada yang mengerti kenapa negara dengan sumber daya alam sebesar ini menggunakan ideologi selain komunis, kapiltalis dan khilafah. Ideologi Pancasila yang hanya mengutamakan asas mengormati perbedaan dan saling menghormati, sama sekali tidak peduli dengan sumber daya. Menurut mereka keberadaan Indonesia tidak ada gunanya, jika hanya dilandasi oleh ideologi permisif seperti itu, sampai kapanpun indonesia akan miskin dan terbelakang. Dan menurut mereka, satu-satunya yang paling cocok diterapkan di Indonesia adalah merubah ideologinya menjadi negara komunis. Hanya dengan ideologi komunis, Indonesia bisa mengeruk semua sumber daya alamnya, semua sumur minyak dan gunung emasnya menjadi uang. Indonesia harus menjadi negara komunis terlebih dahul, baru kemudian naik level menjadi negara kapitalis. Sampai dengan hari ini, dimana semua negara sudah mencapai puncak kejayaan ekonomi, indonesia masih menjadi negara berkembang, padahal kekayaan sumber daya alamnya luar biasa. Baru-baru ini saja diketemukan sumber daya terbarukan, Indonesia memiliki potensi energi arus laut sekitar 41 gigawatt yang mampu menghasilkan daya listrik hingga 240.000 megawatt. Sumber energi ini adalah yang terbesar didunia, dan akan mampu menerangi Indonesia dari sabang sampai Merauke. Siapa yang akan menolak kondisi seperti itu, dimana masa depan sumber energi fosil sudah tidak akan cukup lagi, sementara energi arus laut ini tidak akan pernah habis sampai kapanpun. NASIB IDEOLOGI PANCASILA YANG TRAGIS Faktanya, pemerintah berkuasa dibawah kekuasaan Jokowi-Jusuf kalla yang kerap kali mendengung-dengungkan pentingnya menerapkan ideologi pancasila, demokrasi dan lain-lain tetapi juga memiliki tujuan serupa, yaitu ingin memasukkan faham komunis ke dalam struktur ideologi Pancasila. Karena Pancasila bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, dari berbagai sudut pandang dan berbagai latar belakang. DIbentuknya UPT-Pancasila yang diketuai Megawati belakangan ini juga akhirnya terbongkar, mereka sedang membahas tentang akan diperbolehkannya faham Atheisme masuk dalam ideologi pancasila, itu artinya kelompok kerja ini sedang berupaya melegalkan komunisme di negeri ini, karena agama komunis adalah atheis alias tidak memeluk agama apapun dan sangat bertentangan dengan bunyi sila Pertama pancasila, dengan cara mengajak semua pihak menafsirkan makna Pancasila dari sudut pandang berbeda.
Lalu kenapa Indonesia ingin dijadikan Negara Komunis? Yaitu tadi, karena kekayaan sumber daya alam negara ini akan menjadi terlalu miris jika sama sekali tidak dimanfaatkan. Sementara negara-negara yang dimasa lalunya pernah menjadi komunis seperti CHina, sudah merasakan dan membuktikan keberhasilannya menerapkan ideologi komunis mampu mengeruk semua sumber daya alamnya dan kini mereka telah beralih menjadi negara kapitalis. Tapi sekarang mereka sedang kesulitan sumber daya karena jumlah penduduk makin bertambah, harus segera dicarikan alternatif lain selain mengandalkan sektor industri. Faham ideologi Komunis mampu mengendalikan berbagai sumber dimasa lalu, mereka mampu menjelajahi isi perut bumi lalu dikelola dengan masif dan terencana, karena orientasi mereka memang hanya materi. Kendala terbesar di indonesia ini jika ingin diubah ideologinya menjadi komunis adalah mereka harus berhadapan terlebih dahulu dengan para penganut muslim yang taat, para ulama dan syuhada serta para tentara dan pimpinan angkatan bersenjata yang muslim yang sudah turun temurun menjaga bangsa ini. Itulah yang jadi sebab tahun 65 semua ulama dan santri jadi sasaran kekejaman PKI. Tapi untunglah Allah swt masih menyelamatkan bangsa ini dari usaha kudeta PKI ini. Beberapa tahun silam usaha kaum syiah yang ingin mengkafirkan dan mengganti ideologi negeri ini dengan faham ISIS juga tidak berhasil, isu ISIS tidak bisa mengguncang dan mengganti ideologi bangsa menjadi radikal, karena indonesia masih bisa menangkal faham ini dengan cara mempererat persatuan. Dan kini Indonesia masih tetap berlandaskan Pancasila dengan pemeluk Islam mayoritas mendominasi kebijakan publik. Walaupun secara umum kondisi ekonomi penduduknya sangat sederhana, tetapi masyarakatnya mampu memainkan peran politiknya di kancah nasional dan internasional. Secara umum suara umat muslim di negeri ini masih bisa menggema ke seantero jagat, jika dibandingka seandainya Indonesia ini dijadikan negara maju dan modern, tetapi peran politik umatnya dimatikan, tidak ada lagi suara islam didalamnya, sebagaimana yang terjadi di berbagai negara eropa yang sebelumnya mayoritas muslim tetapi akibat mereka tidak berdaya dengan kekuasaan tiran, akhirnya menerapkan ideologi kapitalis tetapi penduduk muslimnya musnah alias hilang ditelan bumi. Kali ini isu komunis kembali dihembuskan untuk membangkitkan kenangan masa lalu, tujuannya masih sama ingin mengganti ideologi pancasila menjadi komunis. Atau memasukkan salah satu faham baru dalam pancasila yaitu komunisme selain lima agama yang diakui dinegara ini, atheis akan dimasukkan sebagai tambahan. Dengan demikian pemerintah bisa secara legal melakukan hubungan kerjasama dengan semua negara penganut komunis dunia. Tapi untuk menuju ke sana, mereka membutuhkan banyak upaya salah satu diantaranya adalah menaklukkan para pemuka agama dan petinggi angkatan bersenjata. Kondisi ini menjadi mencekam, karena ketika orang diajak bicara tentang PKI yang terlitas di benaknya adalah pembantaian sadis, maka hal ini akan menjadi makin sulit mewujudkan cita-cita mengganti ideologi karena tidak akan ada yang setuju dengan ide mengganti atau merubah ideologi bangsa selain pancasila. Apalagi trauma itu belum hilang dan belum bisa diobati setelah 50 tahun berlalu. Maka dengan ini, apapun rencana kudeta yang sedang disiapkan partai komunis tidak akan membuahkan hasil, karena kali ini mereka harus berhadapan dengan masyarakat secara luas. Kecil kemungkinan bisa mewujudkan cita-cita mereka menanamkan ideologi komunis dalam pancasila, karena perlawanan massa kali ini akan sangat sengit. MAsyarakat bahkan bukan hanya akan menyerang komunitas pendukung komunis, tetapi juga akan menyerang penyelenggara pemerintahan karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat, tetapi lebih berpihak pada komunis. Intinya selama rakyat bersatu, tidak ada satupun kekuatan yang mampu menghadapi solidaritas umat muslim, artinya mereka tidak akan sanggup menghadapi perlawanan rakyat. Isu ini telah menggerus perhatian netizen secara masif, berbagai opini dan nara sumber diunggah ke media sosial dan mereka saling bertukar informasi mengenai eksistensi gerakan PKI ini. Selama pemerintah belum memberikan sikap, maka isu ini akan terus bergulir hingga waktu yang tidak ditentukan. Bahkan bisa membahayakan posisi pemerintah menjelang berbagai kontestasi pemilu di tahun 2018-2019. Jadi kesimpulannya, apapun upaya/bentuk penggulingan kekuasaan atau penggantian ideologi, semua itu bermuara pada tujuan mengeruk kekayaan sumber daya alam kita. Hanya satu tujuan besar mereka, sumber daya alam abadi. Mereka sudah sejak lama menjadikan indonesia sasaran tembak dan pusatnya sumber kekayaan dunia yang masih bersisa berjumlah sangat besar di dunia ini untuk dikuasai. Mereka siap melakukan apa saja untuk mendapatkan porsi yang cukup. Tapi sayangnya, berkali-kali kudeta dilakukan tidak ada satupun yang menunjukkan hasil. Ideologi ISIS dan Komunis tidak akan pernah cocok dengan bangsa ini. Sampai dengan datangnya hari kiamat, Umat muslim harus tetap menjaga semua harta karun dan kekayaan warisan para leluhur ini dengan segenap jiwa dan seluruh tumpah darahnya. Hanya dengan semangat itu Indonesia akan tetap tegak berdiri, dan bisa memainkan perannya sebagai salah satu pasukan pengibar bendera jihad. Bukan sekedar untuk mempertahankan kekayaan alam tetapi mempertahankan martabat dan harga diri sebagai bangsa yang berdaulat.

Artikel Terkait: