Rabu, 21 Januari 2015

MASA PUNAHNYA BANGSA EROPA DAN AMERIKA TELAH TIBA

WASHINGTON – Sekarang kaum Nabi Luth sudah melekat pada warga Amerika dan Eropa. Dengan dasar kesetaraaan gender, akhirnya undang-undang perkawinan sejenis disahkan. Inilah yang akan membuat bangsa Barat punah secara perlahan.

Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan bahwa 50 negara bagian seluruhnya harus mengizinkan pasangan gay dan lesbi menikah. Ini sebuah perubahan yang besar dalam satu generasi, Jum’at, 16/1/2015.

Keputusan itu muncul hanya beberapa bulan setelah hakim menunda hal ini, dan bulan Oktober menolak mendengar banding dari putusan yang memungkinkan pernikahan sesama jenis di lima negara bagian.

Keputusan itu, dianggap sebagai kejutan besar, dan kemenangan hak-hak gay, dan memperluas jumlah negara bagian yang membolehkan pernikahan sejenis, ke seluruh negara bagian Amerika Serikat.


Sebagai konsekuensi dari keputusan Mahkamah Agung itu, sekarang tidak ada lagi negara bagian yang dapat melarang perkawinan sejenis. Awalnya, memang sudah hampir 36 negara bagian membolehkan pernikahan sejenis, dan lebih dari 70 persen orang Amerika hidup diantara pasangan gay bisa menikah.

Pembela hak-hak gay memuji langkah pengadilan sebagai salah satu langkah akhir dalam perjalanan selama puluhan tahun memperjuangkan perlakuan yang sama, dan mereka mengungkapkan keyakinan mereka akan menang, Jum’at.

"Kami akhirnya berlabuh di hari ketika pasangan sesama jenis di seluruh negeri akan dapat berbagi sama dalam kegembiraan, perlindungan dan tanggung jawab pernikahan," kata Jon W. Davidson, Direktur Hukum Lambda Legal.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyetujui perkawinan sejenis. Sikap Obama ini parallel dengan ideologi kaum Demokrat yang liberal. Dengan keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat, tak pelak, 50 negara bagian Amerika Serikat akan mengadopsi keputusan itu, dan kemenangan pasangan gay dan lesbi melakukan pernikahan secara sah dilindungi oleh hukum.

Sementara itu, di hampir seluruh negara Uni Eropa, parlemen mereka juga sudah meratifikasi undang-undang yang membolehkan pernikahan sejenis. Sehingga, perkawinan sejenis menjadi legal, dan bukan lagi melanggar hukum. Perkawinan sejenis ini sudah menjadi trend (kecenderungan) di negara-negara Uni Eropa. Bukan sesuatu yang ‘haram’ atau dipandang aneh atau kelainan.

Negara Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Itali dan sejumlah negara Uni Eropa, termasuk Brazil dan Argentina parlemennya telah meratifikasi perkawinan sejenis. Kecenderungan berkembangnya kaum Nabi ‘Luth’ ini, semakin kuat di daratan Eropa, termasuk di Amerika Latin.

Justru perkawinan ‘tradisional’ (antara laki-perempuan) di Barat (Eropa dan Amerika), sudah dianggap sebagai perilaku yang menyimpang. Trend baru justru berbalik, yaitu perkawinan sejenislah, yang sekarang menjadi trend. Bahkan Presiden Prancis Francois Hollande telah menjadi 'tauladan', hidup kumpul kebo berganti-ganti pasangan, tanpa ikatan pernikahan dengan sesama jenis.

Para Pastur dan Rabbi tidak lagi canggung menikahkan pasangan sejenis di gereja dan synagog. Sudah menjadi pemandangan umum di daratan Eropa dan Amerika, di mana para Pastor dan Rabbi memberikan pemberkatan terhadap pasangan sejenis.

Memang, perempuan di Barat sudah tidak tertarik dengan anak. Mereka lebih tertarik dengan binatang. Sejenis anjing atau kucing yang amat mereka kasihi dibanding ‘bayi’. Mereka menikmati sek bebas. Tanpa ada tanggungjawab ini dan itu. Kebanyakan masyarakat Barat, sudah tak bisa lagi menikmaati hubungan seks antar jenis (laki-perempuan). Maka mereka memilih melakukan hubungan seks baru, yaitu dengan sesame jenis.

Sejatinya masyarakat Barat masih memandang mulia seekor binatang. Karena binatang tidak ada yang melakukan perkawinan sejenis. Tidak ada binatang melakukan hubungan sejenis. Misalnya, tidak ada anjing jantan melakukan hubungan dengan anjing jantan. Jadi binatang masih lebih mulia dibanding masyarakat barat, sekarang ini.

Karena itu, pertumbuhan populasi masyarakat terus merosot, dan bahkan di beberapa negara Skandinavia, seperti Denmark, pertumbuhan penduduknya sudah minus. Tidak aneh sekarang jumlah manula (gerentologi), semakin besar dan mayoritas di Barat. Orang yang umurnya diatas 50 tahun tumbuh semakin besar, sementara anak mudanya sudah tidak melahirkan generasi baru atau tidak memiliki anak-anak untuk meneruskan generasi mereka.

Karena itu, budaya dan peradaban Barat, semakin menyusut dan tidak lagi menjadi pelopor peradaban kemajuan dunia. Ini tergambar dari krisis ekonomi, sejak tahun 2008, dan sampai sekarang ekonomi di Amerika Serikat dan Uni Eropa, tak lagi mampu bangkit. Banyak masyarakatnya yang stres dan melakukan tindakan perilaku menyimpang karena menganggap pemerintah sudah tidak lagi mampu menjamin keberlangsungan masa depan mereka dengan adanya anak-anak.

Semua perilaku ini hanya akan mendorong skenario kepunahan mereka, bukan karena serangan teroris, tapi akibat peradaban mereka yang ‘kufur’ dan ‘bathil’ telah melahirkan kehancuran bagi masa depan mereka. Ideologi materaliasme dan demokrasi yang melahirkan kebebasan itu, membawanya kepada kepunahan secara massal. Ditambah lagi dampak dari penyimpangan tersebut akan timbul banyak penyakit genetika baru yang semakin menggerus generasi mereka dalam kehancuran, karena hasil negatif dengan hubungan tidak normal adalah semakin merusak susunan genetika suatu generasi, menjadi cacat mental dan moral.

Di sejumlah negara Eropa, terdapat gay yang menjadi Pastur, dan pasangan Pastur 'gay' itupun melangsungkan pernikahan di gereja. Praktek menyimpang gereja ini sudah diangap lazim. Para pemuka agama inipun tidak dapat menjadi penerang jiwa pengkutnya, justru makin memperburuk sistem masyarakat yang sudah hancur.

Disisi lain komunitas muslim makin berkembang pesat, mulai banyak orang tua sadar akan pentingnya pengetahuan agama untuk ditanamkan kepada anak-anak mereka. Semakin banyak orang yang mulai mengukuhkan keimanananya dengan menambah informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber, sehingga mereka menjadi lebih aware dengan berbagai bentuk infiltrasi dan intimidasi yang berkaitan dengan keyakinannya. Pertumbuhan umat muslim berbanding terbalik dengan pertumbuhan masyarakat barat yang semakin anjlok dan cenderung punah. Sehingga di masa depan kelak, kebanyakan dari kita akan lebih banyak melihat dominannnya masyarakat muslim diseluruh dunia. karena sebagaimana janji Allah kelak akan datang suatu masa dimana keadilan akan ditegakkan, kesejahteraan yang merata dan kedamaian yang mencapai puncak kejayaan islam dimuka bumi karena kala itu Imam Mahdi telah datang dan menancapkan ujung tombaknya di muka bumi ini. wallahualam.


Artikel Terkait:

2 komentar:

  1. Masak sih negara negara barat akan punah dan hancur ? Bukannya negara negara di tumur tengah yg semakin hancur lebur, perang tak berkesudahan, saling bunuh membunuh. Dan anehnya, rakyatnya pada mengungsi ke negara negara yg katanya kafir dan diprediksi dalam tulisan ini akan punah.

    bagai semut diseberang lautan nampak, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Mestinya introspeksi dulu terhadap diri sendiri, sebelum menjudge pihak lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat GAJAH SUTANTO:: Disini dilihat untuk jauh kedepan. Kalau orang barat terus dominan terhadap perilaku menyimpang (LGBT) maka mereka sudah tidak bisa menghasilkan keturunan sedangkan kaum muslim yang mengharamkan LGBT akan tetap produktif menghasilkan banyak keturunan. Disitu bisa kita lihat kedepannya kaum muslim jumlahnya jauh lebih besar daripada kaum barat itu sendiri. Tolong kalau baca ditelaah dulu, jangan dengkinya yang didahulukan.

      Hapus