Sabtu, 31 Januari 2015

Nilai Strategis Kerajaan Saudi Bagi Amerika Serikat Untuk Menghancurkan Islam

Amerika Serikat selalu menggunakan Kerajaan Arab Saudi ketika menghadapi krisis di Timur Tengah. Seperti ketika terjadi invasi Irak ke Kuwait, Perang Teluk, dan krisis di Suriah dan Irak, termasuk di berbagai kawasan. Amerika Serikat tetap memanfaatkan negara ‘petro dollar’ dalam melakukan tindakannya, termasuk sekarang dalam memerangi terorisme dan militan Islam.

Ben Rhodes, Wakil Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat, mengatakan kepada wartawan bahwa perjalanan ke Riyadh, sebagai usaha “Kesempatan untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada Raja Abdullah, yang menjadi sekutu utama Amerika Serikat, dan membahas masalah-masalah dasar kebijakan antara Amerika Serikat dengan Arab Saudi”, kata Ben Rhodes.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, bukan hanya membahas masalah-masalah hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, tapi masalah yang paling menyita perhatian Gedung Putih, yaitu adanya ancaman Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS), krisis di Yaman, dan negosiasi nuklir Iran .

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, James Baker, menegaskan, “Ini adalah waktu yang luar biasa kritis dan sensitif di Timur Tengah. Ketika segala sesuatu tampaknya menjadi berantakan dan terjadi kekacauan yang sangat luas”, ujar James Baker yang dalam satu penerbangan dengan John Kerry.

Arab Saudi menjadi ‘backbone’ (tulang punggung) bagi Amerika Serikat, ketika Amerika dan Zionis-Israel menghadapi ancaman keamanan. Inilah logika yang sangat jelas, mengapa Presiden Barack Obama, membawa rombongan besar, disertai sejumlah pejabat di bidang keamanan Amerika Serikat.

Doktrin Amerika Serikat yang dicetuskan oleh Presiden George Walker Bush, yaitu ‘with us’ (bersama kami), atau ‘without us’ (musuh kami). Negara-negara yang menolak kerjasama dengan Amerika Serikat dalam memerangi torerisme (Islam), maka dianggap sebagai musuh Amerika Serikat.

Para pemimpin Barat, menegaskan bahwa peradaban Barat sebuah ‘supremasi’, yang bersumber dari peradaban ‘paganisme’, yaitu Yahudi dan Nasrani. Doktrin ‘with us’ atau ‘without us’ itu sudah menjadi harga mati. Tidak dapat ditawar lagi. Seluruh dunia dan umaat manusia harus mengikuti doktrin ini.

Perang yang terus berlangsung di seluruh kawasan Timur Tengah, hanyalah bentuk perang antara peradan ‘paganisme’ dengan peradaban ‘tauhid’. Tidak ada terminologi lainnya, kecuali perang peradaban yang diekpressikan dengan bentuk perang bersenjata, dan melalui budaya dan ekonomi. Tapi sejatinya yang terjadi perang peradaban.

Kerajaan Arab Saudi, menurut para pemimpin Barat, sumber dari peraban Islam yang menjadi ‘antitesa’ peradaban paganisme. Karena itu, Arab Saudi harus berada dalam cengkeraman dan penjajahan Barat yang menggunakan proxy (tangan) Amerika Serikat.

Isu perang melawan terorisme itu, sebenarnya hanyalah kulitnya, tapi sebenarnya yang ingin ditaklukan dan dijajah oleh Barat, terkait dengan ideologi (keyakinan) berupa agama (Islam). Barat dengan menggunakan ‘instrumen’ (alat) para raja, pangeran, dan presiden yang saat ini berkuasa, ingin mengubah seluruh keyakinan di dunia Arab dan Timur Tengah, dan kemudian akomodatif terhadap budaya paganisme.

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Arab Saudi, bukan hanya mengucapkan bela sungkawa kepada Raja Salman bin Abdul Aziz, tapi misi Obama ingin mengubah ‘Jazirah Arab’ atau ‘Dunia Islam’, mengikuti peradaban paganisme. Dengan pendekatan ‘perang’ atau ‘damai’. Adakah para pemimpin Arab menyadari ini?

Barat menilai Arab Saudi sebagai sumber dan pusat peradaban Islam dengan adanya tempat suci di Makkah dan Madinah.

Barat menilai Arab Saudi tetap menjadi ancaman laten bagi Barat dengan faham Wahabi yang hakikatnya ajaran pemurnian tauhid.

Wahabi yang sekarang dianut kalangan Muslim, tetap dipandang sebagai sumber 'bencana' bagi Barat. Berbagai pakar keamanan dan intelijen, menyimpulkan lahirnya 'ISIS' itu bersumber dari ajaran Wahabi. Karena itu Amerika akan tetap memegang 'tengkuk' raja-raja Arab Saudi. Wallahu’alam.

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/01/28/35320/nilai-strategis-kerajaan-saudi-bagi-amerika-serikat-untuk-menghancurkan-islam/#sthash.6ox17F7A.dpuf

Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. nise ser gan :D nambah pengetahuan ni, hehehe
    ====================================
    mari main gan, kalo ada temen, sodara ataupun tetangga yang pengen beli kubah masjid/ musholla bisa menghubungi kita disini kubah masjid murah, mahkota kubah

    BalasHapus