Semakin hari semakin berat beban dan tekanan hidup membuat banyak sebagian dari kita tidak bisa mengatasi persoalan yang datang karena dirasa sulit dan kompleksnya persoalan sehingga memilih jalan pintas sebagai jalan keluarnya. Sikap tidak mau menunggu dan menerima kenyataan yang kadang membuat kita tidak mau berpikir panjang pada suatu peristiwa sehingga jalan keluar yang dilakukan kadang tidak sesuai dengan harapan atau bahkan makin menjauhi persoalan yang sebenarnya. Disitulah sebenarnya dibutuhkan kesabaran dan tawakal kita kepada Allah SWT, karena memang hanya kepada-Nyalah kita bisa menjadi mahluk-Nya yang taat.
Dalam suatu kesempatan, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan orang yang terkena musibah dengan sikap yang paling bermanfaat bagi dirinya, yaitu bersabar dan introspeksi diri (al-ihtisab), dengan memberikan alasan bahwa sabar dan introspeksi diri akan dapat meringankan musibah dan memperbanyak pahala. Rasulullah juga menegaskan bahwa banyak mengeluh, kesal, dan marah akan menambah beban musibah dan menghilangkan pahala. Rasulullah menjelaskan bahwa tidak ada anugerah Allah yang lebih baik dan lebih luas bagi hamba-hamba-Nya dibandingkan kesabaran. Karena Allah SWT benar-benar mencintai orang-orang yang bersabar. (QS Ali Imran [3]: 146).
Kesabaran tidaklah muncul dengan sendirinya, tetapi ia harus diusahakan dan dibiasakan agar menjadi sifat utama diri. Di sinilah dibutuhkan pengorbanan melawan keinginan hati dan perjuangan menahan nafsu diri.
Yakinlah, dengan bekal kesabaran, dipastikan seluruh persoalan akan selesai dengan cara terbaik. Allah SWT berfirman, "Sungguh Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang." (QS Al Mu'minun: 111).
Sementara itu, tawakal merupakan pelengkap sejati sifat sabar. Tawakal merupakan kerja hati memasrahkan seluruh ujian dan cobaan kepada kehendak-Nya. Menurut Basyar al-Hafi dan Yahya bin Muaz, tawakal berkaitan erat dengan keridaan kita menjadikan Allah sebagai pelindung dalam kehidupan.
Kehadiran tawakal dalam diri akan menghadirkan kemudahan mengatasi persoalan. Karena kita benar-benar mengharap pertolongan dan kemudahan hanya dari Allah SWT Yang Mahakuasa dan Maha Penolong. Penulis yakin, bila kombinasi kesabaran dan tawakal senantiasa hadir dalam diri dan jiwa setiap manusia, kemudahan dan kesuksesan akan menjadi capaian terbaiknya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sabar dan tawakal
Minggu, 26 Desember 2010
BERSABAR DAN TAWAKAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN
Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...
Popular Post
-
Masihkah anak anda Mengindolakan Teletubbies? BACA JUGA: PROPAGANDA DIBALIK FILM "LORD OF THE RINGS" Walaupun kelihatan se...
-
eye horus Sejarah kelahiran perkumpulan rahasia (secret societies) yang melambangkan dirinya dengan “Mata satu” bermula sejak awal jaman pem...
-
Ada berapa banyak perusahaan milik Yahudi yang ada di Indonesia? mungkin anda adalah salah satu penggemar beratnya dan mungkin juga ta...
-
Yesus yang akan kita bicarakan di sini bukanlah Isa Al-Masih dalam pandangan Islam, tetapi Yesus dalam pandangan Kristian. Begitu pula deng...
-
Siapakah Gajahmada? Ada masalah apa yang bergelayut dalam kepribadiannya selama ini? Sekelompok orang telah membuat waswas para pembesar da...
-
Sesi ini akan menguraikan berbagai ramalan akhir jaman yang dikemukakan oleh Nostradamus merujuk pada al hadist, sekaligus membuktikan terda...
-
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ...
-
Dibaca Sampai Selesai ya.... Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua or...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar