Kamis, 30 Desember 2010

ISRAEL KLAIM 2 MASJID MUSLIM BERSEJARAH, LAGI

New York (voa-islam.com): Tindakan Israel yang mengklaim dua tempat suci Islam di wilayah Palestina ke dalam daftar warisannya, sama sekali tidak mendapat tanggapan positif dari UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Badan PBB ini menunjukkan ketidaksetujuan atas klaim Israel.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, pada Jumat (26/2) menyatakan khawatir atas pengumuman Israel yang memasukkan makam Rachel di Bethlehem dan makam Ibrahimi di Hebron, sebagai tempat suci dan warisan nasional Yahudi.

Akui Masjid Suci Islam Sebagai Warisan Yahudi, Israel Dikutuk Turki ANKARA (voa-islam.com) - Turki, Rabu (24/2/2010), mengutuk keputusan Israel baru-baru ini untuk memasukkan dua tempat suci Islam ke dalam daftar warisan Yahudi, dan memperingatkan tindakan itu akan merusak upaya guna menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pernyataan pemerintah Israel, yang mempertimbangkan Makam Rachel, yang di dunia Islam dikenal sebagai Masjid Bilal di Bethlehem dan Al-Haram Al-Ibrahimi di Al-Khalil sebagai tempat suci warisan Yahudi, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA. …Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Masjid Bilal di Bethlehem dan Al-Haram Al-Ibrahimi di Al-Khalil sebagai tempat suci warisan Yahudi... Kementerian Urusan Luar Negeri Turki mengatakan di dalam siaran persnya, bahwa langkah itu akan menciptakan ketidakpercayaan serius di antara semua pihak dan membahayakan upaya aktif guna menghidupkan kembali perundingan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. "Kami mengundang Israel untuk mematuhi hukum internasional di Jerusalem dan Tepi Barat Sungai Jordan serta menahan diri dari praktik provokatif sepihak yang ditujukan ke tempat bersejarah," kata kementerian itu.

Pengumuman Israel tersebut dikutuk oleh rakyat Palestina di Tepi Barat dan jalur Gaza. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memutuskan untuk mengajukan masalah itu ke PBB sementara gerakan HAMAS menyerukan intifadhah (perlawanan) baru, terhadap Israel. … Gerakan HAMAS menyerukan intifadhah (perlawanan) baru, terhadap Israel… Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu, Rabu, mendesak UNESCO agar menyelidiki keputusan Israel untuk memasukkan tempat suci Islam ke dalam daftar warisannya, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA. "Kami mengadakan kontak diplomatik, terutama dengan UNESCO untuk mengajukan rancangan pernyataan guna menghadapi praktik Israel," kata pemimpin OKI tersebut. Jordania, pada hari yang sama juga mengutuk rencana Israel untuk mencaplok tempat bersejarah yang berada di Tepi Barat ke dalam daftar warisannya, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra. [taz/ant]

Di dunia Islam, makam Rachel itu dikenal sebagai Masjid Bilal.

Dirjen UNESCO menyatakan bahwa makam-makam tersebut "memiliki nilai penting dari segi sejarah dan keagamaan, tidak hanya untuk Yahudi, tapi juga untuk Islam dan Kristen."

Irina Bokova juga menekankan posisi UNESCO yang menggariskan bahwa peninggalan budaya harus dijadikan wadah bagi berlangsungnya dialog.

Sebelumnya kekhawatiran juga telah dinyatakan oleh Sekjen PBB dan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah, Robert Serry, yang memperingatkan bahwa tindakan Israel yang mengklaim makam Rachel dan makam Ibrahimi sebagai warisan nasionalnya itu akan merugikan proses pembicaraan damai antara Palestina dan Israel.

Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu telah meminta UNESCO untuk menyelidiki keputusan Israel memasukkan dua tempat suci Islam di wilayah Palestina yang diduduki Israel itu ke dalam daftar warisannya.

sumber: http://www.voa-islam.com/news/world

Artikel Terkait: