Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Senin, 13 Desember 2010

Struktur otak berhubungan dengan kepribadian


Selasa, 29 Juni 2010 - Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal asosiasi psikologi amerika memberikan sebuah fakta ilmiah mengesankan antara hubungan bentuk otak dan kepribadian

Kepribadian itu beraneka ragam. Sekarang para ilmuan psikologi menemukan kalau ukuran bagian otak tertentu menentukan kepribadian seseorang; sebagai contoh, orang yang hati-hati cenderung memiliki korteks prefrontal lateral yang lebih besar, daerah di otak yang terlibat dalam perencanaan dan perilaku mengendalikan.Para psikolog telah bekerja keras dan mengatakan kalau kepribadian dapat dibagi menjadi lima faktor, yang disebut Big Five yang diringkas menjadi OCEAN : Openness (Keterbukaan/Intelektual), Conscientiousness(Kehati-hatian), Extraversion (Ekstroversi), Agreebleness(Kesetujuan), dan Neuroticism (Neurotisme). Colin DeYoung dari University of Minnesota dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah faktor kepribadian ini berkorelasi dengan ukuran struktur di otak.

Untuk studi ini, 116 relawan menjawab sebuah kuesioner untuk menentukan kepribadian mereka, lalu melakukan uji pencitraan otak yang mengukur ukuran relatif berbagai bagian otak. Sebuah program komputer dipakai untuk melipat tiap bagian otak sehingga ukuran relatif berbagai struktur dapat dibandingkan. Beberapa hubungan ditemukan antara ukuran bagian otak tertentu dengan kepribadian. Penelitian ini tampil dalam jurnal Asosiasi sains psikologi, Psychological Science.

Sebagai contoh, “Setiap orang, saya rasa, memahami apa itu ekstroversi (terbuka secara sosial) — orang yang ekstrovert itu suka bicara, sering keluar rumah dan asal,” kata DeYoung. “Mereka lebih senang melakukan hal-hal seperti interaksi sosial, taman bermain atau hampir segalanya, dan mereka juga termotivasi untuk mendapatkan hadiah, yang merupakan sebagian penjelasan mengapa mereka lebih menuntut. “Pencarian hadiah dipandang menjadi faktor utama ekstraversi. Studi sebelumnya telah menemukan bagian otak yang aktif dalam mempertimbangkan hadiah. Maka DeYoung dan koleganya berpendapat kalau daerah tersebut harusnya lebih besar pada orang yang lebih ekstravert. Dan benar juga, mereka menemukan kalau salah satu daerah tersebut, korteks orbitofrontal medial — sedikit di atas dan dibelakang mata — lebih besar secara signifikan pada subjek studi yang sangat ekstravert.

Studi yang sama menemukan asosiasi yang sama pada kehati-hatian, yang berkaitan dengan perencanaan; neurotisme, kecenderungan untuk mengalami emosi negatif yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap ancaman dan hukuman; dan kesetujuan, yang terkait dengan bagian otak yang memungkinkan kita memahami emosi, niat dan keadaan mental orang lain. Hanya keterbukaan/intelektual yang tidak berhubungan jelas dengan struktur otak yang diprediksi.

“Ini mulai mengindikasikan kalau kita dapat sesungguhnya menemukan sistem biologi yang bertanggung jawab atas pola perilaku dan pengalaman kompleks yang membuat orang menjadi individual,” kata DeYoung. Ia menunjukkan kalau ini tidak berarti kalau kepribadian anda tetap sejak lahir; otak terus tumbuh dan berubah saat ia tumbuh. Pengalaman merubah otak saat ia berkembang, dan perubahan di otak tersebut dapat merubah kepribadian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post