Kamis, 07 April 2011

Tuh Kan! Ahmadiyah Belanda Akui Nabi Muhammad SAW Bukan Nabi Terakhir

REPUBLIKA.CO.ID,AMSTERDAM--Aliran Ahmadiyah Belanda membela rekan-rekan mereka di Indonesia. Kepada Radio Nederland, Amir Jamaah Ahmadiyah Belanda, Hibatun Noer Verhagen, mengatakan bersimpati pada warga Ahmadiyyah di Indonesia.

Salah satu masalah kontroversial antara Ahmadiyah adalah soal kenabian Mirza Ghulam Ahmad. "Al Quran mengajari kita bahwa ada dua macam nabi. Nabi yang membawa hukum yang jumlahnya sekitar tiga ratusan. Selain itu ada ribuan nabi yang tidak membawa hukum," jelas Verhagen.

Bagi orang Ahmadiyah, tambah Verhagen, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terbaik. Dan inilah terjemahan bebas dari kata Khatamun Nabiyyin. "Khatamun Nabiyin bukan berarti nabi terakhir," klaim dia.

"Nabi Muhammad SAW adalah nabi terbaik di dunia yang kitab sucinya adalah Al Quran dan Mirza Gulam Ahmad adalah nabi tanpa syariat. Dalilnya antara lain ada dalam hadis," sambung Verhagen.

Dalam hal ini ia mengkritik Indonesia dan negara-negara Islam lain seperti Pakistan yang menurut dia tidak mau berdialog dengan orang Ahmadiyah. "Di Indonesia dan di Pakistan dialog dengan orang Ahmadiyah dilarang," katanya.

Menurut dia, sikap enggan berdialog itu justru bertentangan dengan ajaran Islam. "Islam menurut saya sinonim dengan kebebasan berpendapat, beragama dan berdialog. Tidak ada paksaan dalam agama, katanya mengutip terjemahan ayat Al Quran.

"Kita justru harus berdiskusi, berargumen dan saling mendengarkan," tegasnya sekali lagi. Verhagen menambahkan, warga Ahmadiyah di Belanda tidak dikejar atau diusik, karena mereka mematuhi hukum Belanda. "Kami mematuhi hukum negeri ini."

Artikel Terkait: