Rabu, 27 April 2011

Mengintip Jejak Langkah Freemason Amerika[2]

Hidaytullah.com--Freemason, atau sering disebut Mason adalah anggota dari sebuah perkumpulan rahasia untuk laki-laki, orang (anggota Mason) yang bebas dan diterima, yang berasaskan pada rasa kasih sayang persaudaraan, percaya kepada Yang Maha Tinggi (Tuhan), dan perbuatan-perbuatan baik.

Freemasonry, atau Masonry, didirikan di Inggris, yang bermula dari "medieval guilds of masons (= craftsmen)" yang sering berkeliling di negeri itu. Pada bagian Cultural Guide dalam Oxford Advanced Learner's Compass (OUP, 2005), kata “Freemasonry” dapat kita temukan penjelasan singkat sejarah Freemason ini.

Ada satu serikat kerja (guild) untuk setiap keahlian (craft). Dengan kata lain, mereka berkumpul berdasarkan kesamaan jenis keahlian. Anggotanya adalah orang-orang yang mempunyai keahlian tinggi (master craftsmen), dan para pekerja yang terlatih (journeymen/trained workers).

Nama gelar dan istilah yang dipakai oleh Freemason di zaman sekarang ini, bermula dari sejarah kelahiran perkumpulan itu sendiri. Setiap anggota baru diakui sebagai pekerja magang (apprentice) dan bisa naik peringkatnya menjadi journeyman/fellowcraft, dan akhirnya menjadi master mason. Perlengkapan yang biasa dipakai tukang batu (stonemason) tradisional masih dipakai dalam upacara-upacara ritual perkumpulan ini.

Selama abad ke-17 serikat-serikat kerja itu menjadi populer dengan adanya orang-orang kaya yang bergabung dan secara bertahap menguasai perkumpulan itu. Serikat-serikat itu kemudian berkembang menjadi perkumpulan rahasia, yang kepercayaan dan ritual keagamaannya menyulut permusuhan dengan banyak pihak, termasuk gereja Katolik Roma.

Pada tahun 1717 Grand Lodge didirikan di London dan menjadi cabang yang paling penting dari perkumpulan itu, serta memiliki kekuasaan atas cabang atau lodge lainnya. Kemudian pada tahun 1736 didirikan Grand Lodge of Scotland.

Ada sekitar 8.600 lodge di Inggris, yang masing-masing dipimpin oleh seorang master, dengan jumlah anggota keseluruhan sekitar 320.000. Kemudian cabang-cabang lain bermunculan di Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara lainnya.

Kebanyakan dari Mason saat ini terdiri dari para profesional, golongan kelas menegah, pengacara, pegawai negeri, pengusaha, dan lain-lain. Kalangan aristokrat dan anggota keluarga kerajaan juga banyak yang menjadi anggota Freemason, bahkan menjadi pemimpinnya. Duke of Kent yang sekarang, merupakan Grand Master dari Grand Lodge.

Di Inggris, anggota baru bisa mendaftar jika ada undangan dari anggota aktif dan harus melewati serangkaian upacara ritual khusus, yang mana mereka berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang rahasia perkumpulan itu. Dan sudah menjadi rahasia umum jika mereka belajar tanda-tanda dan kata-kata khusus, cara berjabat tangan khusus seorang Mason, yang bisa mereka gunakan sebagai isyarat bagi anggota lainnya ketika berada di tempat umum.

Di AS, beberapa tata cara masonik agak berbeda, sebagai contoh, orang yang ingin menjadi anggota mason harus mengajukan permohonan untuk bergabung, karena anggota Mason tidak boleh mengundang orang lain untuk bergabung.

Di Inggris, karena Mason selalu merahasiakan banyak aktivitas mereka, Freemasonri sering dicurigai. Banyak orang yakin, Mason yang memiliki kekuasaan tidak berlaku adil kepada anggota lainnya. Mereka sendiri tidak mengakui melakukan hal seperti itu dan mereka menonjolkan aspek kegiatan amal dan sosial yang dilakukannya.

Di Amerika sikap yang lebih toleran ditunjukkan. Di sana ada sebuah kelompok dari Freemason yang sangat dikenal yaitu Shriners. Shriners dikenal karena acara sirkus yang digelarnya setiap tahun guna menggalang dana untuk kegiatan sosial, termasuk untuk rumah sakit yang dikelola oleh mereka. Banyak klub sosial lainnya yang menyebut dirinya sebagai organisasi persaudaraan, menggunakan nama dan istilah, serta upacara ritual berdasarkan pada tata cara Freemason.

Keanggotaan Freemason dan Agama

Freemasonri mensyaratkan calon anggotanya percaya kepada Yang Maha Tinggi, tapi penafsiran dari istilah Yang Maha Tinggi itu diserahkan kembali pada masing-masing individu. Artinya orang dari agama seperti (tapi tidak terbatas pada) Kristen, Yahudi, Islam, Budha, Sikh, Hindu, dan lain sebagainya, bisa dan telah menjadi Freemason.

Di sisi lain, Freemasonri di Skandinavia, yang dikenal dengan Swedish Rite, hanya menerima anggota yang beragama Kristen. Bahkan untuk badan atau bagian tertentu dari organisasi, mengharuskan persyaratan keagamaan. Namun demikian, hal itu tidak ada kaitannya dengan apa yang ada pada tingkat lodge (cabang).

Calon anggota reguler Freemasonri harus menyatakan percaya pada Yang Maha Tinggi. Meskipun begitu, mereka tidak diminta untuk menjabarkan atau menjelaskan penafsirannya atas Yang Maha Tinggi. Diskusi masalah politik dan keagamaan dilarang dilakukan dalam lodge, sehingga seorang anggota tidak akan dihakimi berdasarkan penafsiran pribadinya itu.

Penafsiran atas Yang Maha Tinggi, berarti Trinitas bagi orang Kristen, Allah bagi Muslim, Para Brahma bagi orang Hindu, dan sebagainya. Sementara sebagian anggota Freemason menafsirkan Yang Maha Tinggi sebagai Tuhan, sebagian lain mungkin akan berpikir lebih kompleks dan filosofis dalam menafsirkan istilah itu.

Dalam upacara ritual mereka, Yang Maha Tinggi dianggap sebagai Great Architect of The Universe, yang digambarkan dengan penggunaan simbol-simbol arsitektural dalam Freemasonri.

Freemasonri dan Negara Amerika Serikat

Banyak orang Kristen yakin bahwa Amerika Serikat dibangun sebagai sebuah negara Kristen. Tapi apakah memang demikian kenyataannya?

Untuk menyebut seseorang atau apapun sebagai "penganut Kristen," apakah itu seorang individu atau sebuah negara, beberapa persyaratan harus bisa dipenuhi. Jika kita bicara mengenai seorang individu, maka seperti persyaratan dalam Bibel, ia harus terlahir kembali dengan "Roh Tuhan," dan memahami kewajiban yang terkait dengan semua itu.

Jika kita bicara mengenai sebuah negara, maka tujuan negara itu harus atas nama Yesus Kristus semata, tanpa menyebut dan mengaitkannya dengan tuhan lain. Undang-undang dasarnya harus bersumber pada Bibel, dan orang-orang yang memegang kekuasaan harus mereka yang memenuhi kriteria untuk disebut pengikut Kristen.

Sebuah negara Kristen sejati, akan berbentuk teokrasi yang diperintah oleh Tuhan-nya. Dan pendirinya adalah mereka yang patut disebut umat Kristiani.

Sebagaimana diketahui, orang-orang yang migrasi ke Amerika dulu, mereka membuat koloni-koloni kecil yang kemudian atas dasar kesepakatan membentuk sebuah negara dan pemerintahan federal dengan nama The United States of America.

Gordon S. Wood dalam bukunya yang berhasil mendapatkan hadiah Pulitzer "The Radicalism of the American Revolution", menyebutkan sifat kosmopolitan dari Revolusi Amerika:

“The truth was, said Thomas Paine in Common Sense, that Americans were the most cosmopolitan people in the world. They surmounted all local prejudices. They regarded everyone from different nations as their countryman and ignored neighborhoods, towns, and countries as "distinctions too limited for continental minds."... America, by uniting the different kindred of the earth, had a duty to eradicate national prejudices and to make all humanity members of one extensive family.”

Ia juga menekankan peranan Freemasonri dalam Revolusi Amerika:

“The institution that best embodied these ideals of sociability and cosmopolitanism was Freemasonry. It would be difficult to exaggerate the importance of Masonry for the American Revolution. It not only created national icons that are still with us; it brought people together in new ways and helped fulfill the republican dream of reorganizing social relationships. For thousands of Americans, it was a major means by which they participated directly in the Enlightenment.”


Peran penting gerakan "pemuja setan" ini juga bisa ditemui dari keterlibatan tokoh-tokoh penting Amerika. 21 nama terkenal dari Revolusi Amerika, sebagiannya terkait dengan Freemason. Di bawah ini adalah sederet nama-nama penting tokoh Amerika yang terlibatan Freemason.

George Washington - Mason
Ethan Allen - Mason
Edmund Burke - Mason
John Claypoole - Mason
William Daws - Mason
Benjamin Franklin - Mason
John Hancock - Mason
John Paul Jones - Mason
Robert Livingston - Mason
Paul Revere - Mason
Colonel Benjamin Tupper - Mason
James Madison - ada indikasi merupakan anggota Freemason
Daniel Webster - punya hubungan dengan Freemason
Thomas Jefferson - seorang Deis dan punya hubungan dengan Freemason
Samuel Adams - berteman dekat dengan Hancock, Revere dan anggota Freemason lain
John Adams - sering bicara tentang Freemasonri, tapi tidak pernah bergabung
Thomas Paine - Humanis (pernyataannya dikutip Gordon S. Wood, sebagaimana di atas)
Francis Scott Key - tidak ada indikasi terkait Freemason
Nathan Hale - tidak ada indikasi terkait Freemason
Benjamin Harrison - tidak ada indikasi terkait Freemason
Patrick Henry - tidak ada indikasi terkait Freemason

Kesimpulannya, 11 orang di antara mereka adalah anggota Freemason, 3 kemungkinan anggota Freemason, 2 pendukung Freemasonri, 1 humanis, 4 tidak ada catatan terkait dengan Freemason.

Tapi itu masih secuil. Dari 56 orang penandatangan Declaration of Independence, 15 orang di antaranya terkait Freemason. Ada 8 orang yang merupakan anggota, yaitu Benjamin Franklin, John Hancock, Joseph Hewes, William Hooper, Robert Treat Payne, Richard Stockton, George Walton, William Whipple. Sementara 7 orang lainnya diperkirakan merupakan anggota, mereka adalah Elbridge Berry, Lyman Hall, Thomas Jefferson, Thomas Nelson Jr., John Penn, George Read, Roger Sherman.

Mereka yang menandatangi konstitusi AS, ada 9 orang yang merupakan anggota Freemason, yaitu Gunning Bedford, Jr., John Blair, David Brearly, Jacob Broom, Daniel Carrol, John Dickinson, Benjamin Franklin, Rufus King, George Washington. Dan 7 orang lainnya punya keterkaitan dengan Freemason, yaitu Elbridge Berry, Lyman Hall, Thomas Jefferson, Thomas Nelson Jr., John Penn, George Read, Roger Sherman. Ini berarti 28 dari 40 orang penandatangan konstitusi AS pendukung Freemason.

Lafayette, yang menjadi penghubung Perancis dengan koloninya di Amerika, dan karena jasanya perang di zaman kemerdekaan Amerika bisa dimenangkan, adalah seorang anggota Freemason.

Sebagian besar pemimpin tertinggi di jajaran Continental Army adalah anggota Freemason dari Army Lodge. Sebagian besar jenderal di zaman George Washington merupakan anggota Freemason.

Boston Tea Party direncanakan di Green Dragon Tavern, yang juga dikenal sebagai Freemasons' Arms dan "the Headquarters of the Revolution."

George Washington ketika pelantikannya sebagai Presiden AS, bersumpah di hadapan Robert Livingston, Grand Master dari New York's Masonic Lodge. Bibel yang digunakan diambil dari lodge-nya sendiri.

Tanggal 18 September 1793, dimulai pembangunan Capitol Building. Upacara resmi tanda pembangunan mulai dilakukan dengan ritual ala Freemason. George Washington dengan menggunakan celemek Freemason, berjalan menuju lokasi batu pertama.

Didampingi oleh tokoh-tokoh Freemason dari lodge seempat, ia meletakkan sebuah lempengan perak di atas batu pondasi pertama. Kemudian, ia melakukan ritual persembahan dengan menaburkan jagung, minuman anggur, dan minyak di atasnya. Peletakan batu pertamanya sendiri telah dilakukan oleh pemimpin Grand Lodge of Maryland. Perlengkapan ritual yang dibawa Washington hingga kini masih tersimpan di sebuah lodge di distrik Columbia.[di/berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Artikel Terkait: