Rabu, 27 April 2011

Muslim Montreal: WikiLeaks Telah Memfitnah Masjid Kami

Dokumen WikiLeaks terbaru menyebutkan bahwa masjid Montreal di Jerman sebagai pusat teror adalah tuduhan fitnah, kata seorang juru bicara Muslim lokal.

Dokumen AS yang bocor mengklaim seorang warga Mauritania bernama Mohamedou Ould Salahi yang merupakan tersangka teror dan ditahan di Teluk Guantanamo adalah pemimpin sel al-Qaidah yang berbasi di Montreal dan merencanakan serangan teror di Amerika Serikat.

Dokumen-dokumen rahasia, yang dirilis oleh WikiLeaks pada websitenya mereka akhir pekan lalu, juga mengklaim bahwa anggota al-Qaidah direkrut dan dilatih di masjid Al Sunnah Al Nabawiah Montreal, dimana tersangka teror sempat 'bertugas' di sana secara singkat, mungkin sebagai seorang imam.

Tetapi ketua Dewan Muslim Montreal mengatakan dokumen WikiLeaks itu menjadi contoh bagaimana komunitas dan lembaga muslim telah secara tidak adil menjadi target pihak otoritas yang berkuasa.

"Dugaan kami pasti benar bahwa kami sudah ditargetkan sebelumnya dan ini adalah sasaran yang bias," kata Salam Elmenyawi dalam sebuah wawancara.

"Tidak ada informasi yang didasarkan pada bukti yang jelas. Ini bukan berdasarkan analisa intelijen dan analisis ini tentu mengabaikan fakta-fakta lain yang bertentangan dengan kesimpulan yang di dapat."

Elmenyawi mengatakan dokumen itu telah memfitnah masjid dan menunjukkan kesimpulang yang bias yang secara terang-terangan menentang komunitas Muslim di Montreal.

Tersangka 'teroris', Mohamedou Ould Salahi sendiri tiba di Montreal Jerman pada 26 November 1999, dan sempat bertugas secara singkat di masjid tersebut.

Menurut dokumen, Salahi bertemu dengan Ressam (juga tersangka teroris) empat hari setelah tiba di Montreal dan mengumpulkan informasi sebelumnya serta melakukan kontak dengan para ekstremis untuk perencanaan serangan.

Elmenyawi sendiri menegaskan bahwa Salahi memang sempat berada di masjid dan bertugas di sana dalam periode singkat selama bulan Ramadhan dan setelah itu tidak ada lagi yang diketahui tentang dirinya.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang dia dan tak seorang pun jamaah di masjid tahu tentang dia secara mendetail," katanya.

Elmenyawi mengatakan Salahi sempat menjadi imam ketika shalat tarawih tambahan di malam hari bulan Ramadhan.

Masjid Al Sunnah Al Nabawiah sendiri adalah masjid yang terbesar di Montreal, dan setiap Shalat Jumat biasa dihadiri oleh sekitar 2.500 jamaah.(fq/680news)

Artikel Terkait: