Kamis, 10 Februari 2011

DIANTARA ILMU DAN HARTA

Dalam kitab Mukasyafatui Qulub karya Imam Al Ghazali, diceritakan bahwa suatu hari ‘Ali bin Abi Thalib ditanya oleh kaum Khawarij tentang keutamaan ilmu dibanding harta, Beliau menjawab: “Ilmu lebih utama daripada harta.” Mereka menanyakan alasannya kepada Ali. Beliau memberikan alasan sebagai berikut:

1. Ilmu adalah pusaka para Nabi, sedangkan harta adalah pusaka Qarun, Sadad, Fir’aun, dan lain-lain.
2. Ilmu itu menjagamu sedangkan harta malah engkau yang harus menjaganya.
3. Harta itu jika engkau berikan menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau berikan malahan bertambah.
4. Pemilik harta disebut dengan nama bakhil (kikir) dan buruk, tetapi pemilik ilmu disebut dengan nama keagungan dan kemuliaan.
5. Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedang pemilik ilmu temannya banyak.
6. Harta harus dijaga dari pencuri, sedang ilmu tidak perlu.
7. Di akhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedangkan orang berilmu akan memperoleh syafa’at.
8. Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman.
9. Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedangkan ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya.
10. Pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedangkan orang yang berilmu justru mengaku sebagai insan hamba Tuhan karena ilmunya.

Tanya jawab antara kaum Khawarij dengan ‘Ali bin Abi Thalib tersebut menegaskan betapa ilmu itu lebih utama daripada harta, Bahkan ‘Ali akan menjelaskan lebih banyak lagi keutamaan-keutamaan ilmu daripada harta jika mereka bertanya lagi.
Ketika umat Islam di masa Bani Abbas (abad ke-8-13 M) mengutamakan ilmu pengetahuan, maka umat Islam di masa itu telah mencapai kemajuan yang amat pesat dan peradaban yang amat tinggi. Tetapi setelah umat Islam tidak lagi mengutamakan ilmu pengetahuan, umat Islam mengalami kemunduran hingga akhirnya dijajah oleh bangsa Barat.
Oleh karena itu jika kita sekarang ini ingin mencapai kemajuan dan peradaban yang tinggi, maka hendaknya kita mengutamakan ilmu pengetahuan. Salah satu ujudnya ialah memperhatikan dunia pendidikan kita, sehingga sarana dan prasarana pendidikan tersedia dengan cukup dan baik, serta bias diikuti oleh semua lapisan masyarakat, termasuk lapisan masyarakat yang paling lemah sekalipun.
Sungguh suatu hal yang sangat ironis jika kita ingin menjadi bangsa yang maju dan punya peradaban yang tinggi, tetapi tidak senus memperhatikan dunia pendidikan. Satu sisi biaya pendidikan di masyarakat kita sangat tinggi sehingga banyak orang-orang yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, di sisi lain justru banyak sarana dan prasarana pendidikan sangat memprihatinkan, bahkan sudah banyak gedung-gedung sekolah yang ambruk. Sementara penumpukan harta terjadi di mana-mana, korupsi terus merajalela dan kesenjangan sosial juga makin parah. Jika demikian yang akan terjadi bukan kemajuan, melainkan kehancuran.
***
http://ervakurniawan.wordpress.com/2010/03/06/ilmu-dan-harta/

Artikel Terkait: