Rabu, 02 Maret 2011

14 Fakta dibalik Tragedi Karbala

Bertalian dengan Tragedi Karbala, saya ingin mengemukakan titik-titik temu di antara kaum Muslimin berkenaan dengan peristiwa besar ini, sehingga tidak satu pun dari kita yang masih beranggapan bahwa kejadian asyuro hanya berkaitan langsung dengan orang-orang Syiah dan tidak ada titik temu dalam memandang hal ini di antara mazhab lain. Padahal jika kita telusuri maka kita temukan banyak kesepakatan dalam melihat perstiwa ini. Titik temu yang saya maksud adalah:

1-Semua kaum Muslim sepakat bahwa Imam Husain berasal dari keluarga paling terhormat di antara para sahabat. Ayahnya adalah Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi saw dan ibunya adalah Fatimah, putri tercinta Rasul saw.

2-Semua sepakat bahwa Imam Husain di samping sahabat besar, juga salah satu ahlul bait Nabi saw yang untuknya surat al Ahzab ayat 33 diturunkan.

3-Semua sepakat bahwa Rasul saw (kakek Imam Husain) sangat mencintai cucunya ini bahkan beliau memanggilnya dengan sebutan “anakku”.

4- Semua sepakat bahwa Nabi saw tidak pernah memuji Yazid dan siapapun yang terlibat dalam pembunuhannya. Bahkan beliau justru mengecam keras dan mengutuk mereka yang membantai cucunya. Sementara Nabi melontarkan minimal puluhan pujian kepada Imam Husain seperti hadis yang mengatakan bahwa “Husain adalah penghulu pemuda surga.”

5-Tidak ada satupun mazhab atau aliran atau bahkan agama manapun yang membenarkan kejahatan perang yang dilakukan tentara Yazid. Misalnya, pemisahan kepala dari badannya, dan pemisahan anggota tubuh lainnya. Perlu dicacat bahwa perihal pemisahan kepala Imam Husain ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan para sejarawan manapun, dan tak ada satu pun yang membantahnya. Dan kepala suci ini disodorkan ke hadapan Yazid dan menurut versi sejarah, Yazid memukul kepala yang sering dicium oleh Nabi ini dengan tongkatnya.Kejahatan perang lainnya, tentara Yazid mengharamkan setetes air pun bagi pasukan Imam Husain, bahkan bayi yang mungil pun menjadi korban kebiadaban ini dimana bayi tersebut bukan hanya tidak dihilangkan dahaganya saat ayahnya membanya ke hadapan musuh dengan memelas agar kiranya hati mereka melunak dan memberinya air namun mereka dengan bengis mengakhiri hidup bayi putra cucu Nabi tak berdosa itu dengan lemparan panah yang menembus ulu hatinya. Dan masih banyak kejahatan-kejahatan perang lainnya yang tidak dapat saya ungkap satu persatu dalam tulisan singkat ini. Untuk lebih jauh, silakan Anda membuka kembali buku-buku sejarah yang mengungkap hal ini.

6-Semua sepakat bahwa peristiwa Asyura adalah fakta dan bukan cerita fiktif.

7- Semua sepakat bahwa Imam Husain bukan berhadapan dengan kaum kafir atau musyrik, namun berhadapan dengan pasukan bergamis, bersorban, bertasbih dan berjenggot lebat (pasukan Muslim).

8-Semua sepakat bahwa jumlah pasukan Imam Husain tidak melebihi 100 orang, dan berhadapan dengan ribuan tentara Yazid.

9-Semua sepakat bahwa bersedih atas tragedi Karbala adalah hal yang lumrah jika melihat kualitas kekejaman yang dilakukan tentara Yazid terhadap Imam Husain dan keluarganya.

10-Semua sepakat bahwa membunuh orang Muslim tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat adalah dosa besar, apalagi bila yang dibunuh adalah cucu tercinta dan keluarga Nabi saw.

11- Semua sepakat bahwa mayat seorang Muslim itu harus disholati dan dikebumikan sesuai dengan tuntutan syariat. Sementara pada tragedi Asyura, sejarah mencatat bahwa mayat Imam Husain dan para keluarganya dan sahabat-sahabat setianya dibiarkan begitu saja dan tidak dikebumikan oleh para pembunuhnya.

12-Semua sepakat bahwa secara riil (pandangan kasat mata) Imam Husain kalah. Sebab, di samping beliau terbunuh, semua pasukannya pun meninggal di Karbala. Namun semua tidak sepakat berkenaan dengan apakah tujuan beliau tercapai atau tidak? Dengan kata lain, apakah beliau secara batin menang? Perlu dicatat bahwa saat keluar menuju Karbala, beliau menegaskan: “Aku keluar bukan sebagai orang yang lalim, tapi aku ingin memperbaiki umat kakekku.”

13-Semua sepakat bahwa beberapa gerakan Islam kontemporer terilhami dan terpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung dengan revolusi Imam Husain. Contoh paling pas dan ter-gres adalah kemenangan revolusi Islam Iran dimana sang pemimpinnya, Ayatullah Khomaini menegaskan bahwa revolusi yang diraih masyarakat Iran berangkat dari “semangat Husaini”.

14-Semua sepakat bahwa tawanan perang harus diperlakukan secara terhormat. Sementara sejarah mencatat bahwa pasukan Yazid mengiring para tawanan wanita keluarga Nabi saw secara biadab dan merantai mereka serta menghinakan mereka.[]

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar