Rabu, 16 Maret 2011

Penelitian NASA temukan bentuk kehidupan baru

Sebuah penelitian yang dibiayai NASA menemukan mikroorganisme baru yang berkembang biak menggunakan racun arsenik. Temuan ini akan membuat pencarian kehidupan baru, termasuk di luar angkasa, menjadi lebih luas.

Penelitian yang dilakukan di Danau Mono, California, Amerika Serikat tersebut menemukan mikroorganisme dengan DNA yang benar-benar asing dan cara kerjanya sangat berbeda dengan organisme yang sudah ditemukan di planet ini. Mikroorganisme yang diberi nama GFAJ-1 itu tidak menggunakan fosfor sebagai salah satu elemen pembentuk, tapi menggunakan racun arsenik.

"Penemuan ini mengubah pengetahuin terhadap kehidupan di Bumi," kata Ed Weiler, administrator NASA di Science Mission Directorate. Ia menambahkan kalau pencarian organisme di planet lain tidak harus di planet yang mirip Bumi saja. "Kita harus berpikir lebih luas. Banyak keragaman kehidupan yang belum kita ketahui," ujar Weiler.

Menurut ilmuwan NASA Felisa Wolfe-Simon, hal terpenting dari penemuan ini adalah perubahan cara pandang terhadap pembentukan kehidupan. Para ilmuwan akan mencari tipe organisme dan metabolisme baru. "Bukan hanya yang menggunakan arsenik, tapi juga elemen lain," jelas Wolfe-Simon.
Enam elemen dasar yang sudah dikenal dalam membangun kehidupan adalah karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, dan sulfur. Mikroorganisme GFAJ-1 menggunakan arsenik sebagai pengganti fosfor yang merupakan tulang punggung bagi DNA atau RNA, struktur yang membawa gen dalam kehidupan.

Arsenik, secara kimiawi, mirip dengan fosfor, tetapi arsenik sangat beracun bagi hampir semua kehidupan di Bumi--kecuali beberapa mikroba yang bernapas menggunakan arsenik. Arsenik jadi racun karena mengganggu metabolisme dalam tubuh.
Sumber: National Geographic

Artikel Terkait: