Jumat, 25 Maret 2011

Makna Aurat bagi Wanita Muslimah

Islam banyak menerangkan keindahan tentang wanita. Wanita diciptakan dengan berbagai keindahan. Karena itu mereka dijuluki sebagai perhiasan dunia. Banyak negara dan pembesar hancur karena wanita, tetapi banyak pula pembesar-pembesar hebat yang lahir dan terdidik dari seorang wanita. Karena itu, Islam memberikan pedoman dan acuan bagi para wanita, terutama muslimah, dalam menjalani kehidupan agar tercegah dari perbuatan buruk, kejahatan, dan fitnah.

“Perempuan itu aurat.” (HR. Tirmizi).

Adapun batasan aurat pada wanita, yaitu :

Firman Allah SWT, “Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidnya (menapouse) dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepaskan pakaiannya, asalkan tidak menampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 60).

“Hai Asma, sesungguhnya anak wanita itu kalau sudah sampai datang bulan, tidak pantas terlihat tubuhnya, kecuali ini dan ini. Beliau berkata demikian sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangannya.” (HR. Abu Daud).

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir mengeluarkan tangannya sampai di sini. Rasullulah berkata demikian sambil menggenggam seperdua hastanya.” (HR. Ibnu Jarir Ath-Thabari).

“Apabila anak wanita telah melihat (darah haidnya), maka dia tidak boleh tampak tubuhnya kecuali mukanya dan kecuali selain ini. Seraya Rasullulah SAW mengenggam hastanya, beliau meninggalkan antara genggaman dan tapak tangan sepanjang genggaman yang lain.” (HR. Thabrani).
dikutip dari : kotasantri.com

Artikel Terkait: