Jumat, 18 Maret 2011

Gempa dan Tsunami Dirancang untuk Jatuhkan Jepang?

Pada Jumat (11/3), terjadi gempa dahsyat berskala 9 skala richter dan disusul gelombang tsunami yang menyapu wilayah pantai timur negeri sakura tersebut. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban yang luas dan kerusakan fatal dan menyebabkan beberapa instalasi nuklir meledak. Tapi, benarkah bencana tersebut bukan murni bencana alam alias ada yang merencanakan?

Dalam kartu "Combined Disaster" (kombinasi bencana) dari Permainan Kartu Illuminati memperlihatkan bahwa bencana gempa bumi Jepang direncanakan untuk menjatuhkan Jepang. Kartu tersebut juga memperkuat klaim dari Benjamin Fulford, yakni bencana gempa dahsyat yang menghantam Jepang diciptakan dengan senjata gempa bumi HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) yang menyerang Jepang pada 11 Maret 2011 dan mengakibatkan tsunami sepanjang 10 meter di sepanjang sebagian besar garis pantai Jepang. Serangan tersebut berasal dari sejumlah elemen pemerintahan AS yang terletak di beberapa pangkalan bawah tanah di New Mexico dan Nevada.

Dalam sebuah pernyataan, Benjamin Fulford, jurnalis keturunan Kanada-Yahudi yang menetap di Jepang dan telah dinaturalisasi jadi warga negara Jepang, mengatakan bahwa bencana gempa Jepang berasal di New Mexico dan Nevada, AS.

Senjata gempa mengerikan HAARP yang mengakibatkan gempa dan tsunami di Jepang berasal dari bawah tanah di New Mexico dan Nevada, demikian menurut informasi dari sejumlah sumber Pentagon dan CIA.

Beberapa waktu lalu, Presiden Venezuela juga menyebut Gempa Haiti disebabkan oleh HAARP.

HAARP adalah program penelitian yang didanai bersama oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, University of Alaska, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Tujuannya diklaim adalah menganalisisi lapisan ionosfer dan mengembangkan teknologi peningkatan komunikasi radio di ionosfer dan pengintaian seperti deteksi peluru kendali.

HAARP menjadi subjek dari berbagai teori konspirasi. Sejumlah tokoh menyebutkan mengenai berbagai motif dan kemampuan tersembunyi dari proyek tersebut. Peneliti komputer David Naiditch menyebut HAARP "magnet bagi teori konspirasi." Ia juga mengatakan bahwa proyek tersebut berada di balik berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, angin topan, hujan badai, dan gempa bumi seperti di Pakistan dan Filipina.

Kartu yang menunjukkan direncanakannya gempa Jepang tersebut tentu mengejutkan, sama halnya dengan kartu lain yang dikeluarkan jauh sebelum 9/11 dan memperlihatkan menara kembar WTC dirobohkan. Anehnya, permainan kartu tersebut muncul di toko-toko khusus pada tahun 1995, jauh sebelum peristiwa sebenarnya terjadi pada 2001.

Kartu tersebut mampu secara akurat menggambarkan serangan WTC secara terperinci. Gambar yang terdapat di kartu tersebut secara akurat menggambarkan bahwa salah satu dari dua menara WTC yang pertama ditabrak. Namun, kartu tersebut juga memperlihatkan kepemimpinan Illuminati yang diperlihatkan di gedung paling kiri yang bergambar piramida Illuminati dengan mata yang bisa melihat semua terletak di puncak piramida. Tulisan di atas kartu tersebut juga langsung menyebut para pelaku serangan sebagai "teroris."

Namun, tulisan di kartu tersebut menyebutkan "Terrorist Nuke" yang artinya nuklir teroris, padahal menara kembar ditabrak oleh pesawat terbang. Hal itu memunculkan tanda tanya dan kemungkinan bahwa menara kembar diruntuhkan dengan bantuan bom nuklir skala kecil. Ledakan bom nuklir berskala kecil dapat menjelaskan runtuhnya beton dan kerangka baja menjadi abu bersama runtuhnya menara, demikian juga dengan panas luar biasa yang masih tetap terasa di Ground Zero selama beberapa bulan setelah 9/11.

Kartu lain menggambarkan gedung Pentagon yang terbakar. Kecuali seseorang mengetahui rencana Illuminati, mustahil ada yang bisa membuat gambar secara akurat mengenai peristiwa 9/11 pada tahun 1995.

Kedua kartu tersebut menggambarkan dua serangan pada 11 September 2001, pertama terhadap menara kembar, kemudian terhadap Pentagon.(SMcom)

Artikel Terkait: