Jumat, 17 Juni 2011

Kapitalisme Menemui Jalan Buntu

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, musuh-musuh bangsa Iran dan unsur-unsur pembentuk kapitalisme telah mencapai kebuntuan politik dan ekonomi.

“Semua jajak pendapat menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah negara terburuk di dunia. Masyarakat dunia menganggap negara itu sebagai musuh mereka sendiri,” kata Ahmadinejad dalam pertemuan dengan warga Iran yang berdomisili di ibukota Kazakhstan, Astana pada hari Selasa (14/6).

Seraya menyatakan bahwa saat ini dunia membutuhkan pemikiran baru, Ahmadinejad menekankan, setelah Marxisme menjadi bagian dari sejarah, humanisme juga mendekati ajal, karena mereka dituntut untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial, tapi mereka tidak berhasil.

Pada bagian lain pidatonya, Ahmadinejad memuji prestasi Iran di berbagai bidang ilmiah dan menyatakan bahwa musuh-musuh rakyat Iran takut terhadap kemajuan ilmiah negara.

“Ini adalah alasan mereka mengangkat isu-isu seperti program nuklir Iran dan mengancam perang ketika topik ilmiah, termasuk rudal dan satelit kedirgantaraan, akan didiskusikan,” jelasnya.

Dia menandaskan, musuh berusaha untuk menghentikan kemajuan Iran di bidang sains dan ekonomi dengan menerapkan sanksi sepihak, namun mereka mengalami kekalahan.

Amerika dan sekutunya, yang menuduh Iran mengembangkan program nuklir militer, menggunakan ini sebagai dalih untuk menekan Dewan Keamanan PBB agar memberlakukan sanksi putaran keempat terhadap Iran di sektor keuangan dan militer pada bulan Juni 2010.

Para pejabat Tehran berulang kali membantah tuduhan itu, dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir damai.

Lebih lanjut, Ahmadinejad menegaskan bahwa kekuatan Barat menyadari tidak ada yang akan mengikuti kebijakan mereka ketika Iran menjadi model bagi negara-negara lain.

Presiden Iran tiba di Astana pada hari Selasa untuk mengambil bagian dalam pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). (irib)

Artikel Terkait: