Jumat, 03 Juni 2011

Pesan Anti-Israel Muncul di Tengah Kartun Tom & Jerry

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Sebuah potongan klip dari kartun Tom dan Jerry yang telah dilihat oleh hampir empat juta pemirsa di YouTube berisi serangkaian pesan singkat anti-Israel yang bernada ofensif.

Video tersebut seolah-olah diunggah oleh penari perut profesional Israel Asi Haskal, yang memiliki nama pengguna Asi123456789, tapi ia mengatakan kepada agensi berita The Jerusalem Post pada hari Kamis waktu setempat (2/6) bahwa ia tidak tahu apa-apa dan akan meminta YouTube untuk menghapusnya.

Dia mengatakan komputernya baru saja diretas oleh seseorang yang menambahkan pesan menyinggung pada klip tarian yang baru saja ia posting. Saluran YouTube Haskal berisikan 63 klip ketikai ia menari, dan satu potongan kartun Tom dan Jerry.

Episode kartun, yang awalnya disebut "Nit-Witty Kitty" tapi diposting dengan judul "Membuat Perdamaian dengan Sebuah Ciuman," berisikan tiga balon kata yang berisi bahasa kasar yang muncul selama beberapa detik, sekitar setengah jalan klip tersebut.

"Kalian Israel jahanam berhentilah membunuh anak-anak," "Biarkan mereka menonton kartun daripada membunuh mereka," dan "anak-anak Palestina tidak dapat menonton kartun, mereka hanya menonton bom yang jatuh" yang ditumpangkan ke gambar yang asli.

"Mereka meretas situs Web saya dan menambahkan 'Israel Jahanam' dan 'bawa kembali Palestina' pada situs saya itu," kata Haskal.

Dia menceritakan bahwa "Sekali, saya menerima e-mail ancaman ketika saya akan pergi untuk tampil di Belgia. Saya diberi perlindungan 24 jam sehari, tapi saya tidak takut pada siapa pun. Pria dan wanita di Belgia yang mengancam saya, dan yang berasal dari Libanon, tertangkap dalam serangan polisi. "

Haskal mengatakan dia ingin mengirim pesan kepada mereka yang telah membajak akun YouTube miliknya: "Pertama-tama, saya seniman. Jangan campur adukan dengan politik, "katanya. "Dan saya mendengar banyak orang Arab yang mengatakan hal-hal baik tentang Israel pada saat melakukan perjalanan di dunia Arab, juga. Jangan salah. Saya dari sebuah keluarga Irak, saya berbicara bahasa Arab dengan lancar, dan saya tidak peduli dengan ancaman. Jika saya takut, maka saya akan takut untuk naik pesawat. "

Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah serangan terkoordinasi terhadap dunia maya Israel, dengan gelombang baru setelah insiden 31 Mei Mavi Marmara - biasanya dilakukan oleh hacker dari negara-negara seperti Iran dan Turki.

YouTube menjadi media yang digunakan baik anti-Israel maupun pro-Israel untuk saling menyinggung kedua belah pihak. Sebelumnya, Pemerintah Israel telah dipaksa untuk meminta maaf untuk beredar video lelucon yang mengejek aktivis armada kapal bantuan Gaza, sembilan dari yang ditembak mati oleh tentara Israel dalam serangan berdarah.

Klip yang dimuat di YouTube itu berisi lagu yang pernah digunakan untuk amal pada tahun 1985 We Are the World, berisikan orang-orang Israel yang berpakaian sebagai orang Arab dan aktivis, melambaikan senjata sambil bernyanyi: "We con the world, we con the people. We'll make them all believe the IDF (Israel Defence Force) is Jack the Ripper." (Kami menipu dunia, kita menipu rakyat. Kami akan membuat mereka semua percaya IDF (Angkatan Pertahanan Israel) adalah Jack Ripper).

Lagu tersebut dilanjutkan, "There's no people dying, so the best that we can do is create the biggest bluff of all." (Tidak ada orang mati, sehingga yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah membuat gertakan terbesar dari semua).

Kantor pemerintah pers Israel mengirimkan link video itu untuk didistribusikan kepada wartawan asing di akhir pekan, tetapi dalam beberapa jam kemudian pemerintah mengirimkan email kepada mereka untuk mengajukan permintaan maaf, mengatakan mereka sudah melakukan kesalahan. Direktur kantor pers Danny Seaman mengatakan video tersebut tidak mencerminkan pendapat resmi negara, namun dalam kapasitas pribadi, ia pikir itu "fantastis".

Jurubicara pemerintah Mark Regev mengatakan video itu mencerminkan bagaimana perasaan Israel tentang kejadian itu. "Saya memanggil anak-anak saya untuk menonton karena saya pikir itu lucu," katanya. "Ini adalah apa yang orang-orang Israel rasakan. Tapi pemerintah tidak ada hubungannya dengan itu.."

Klip ini berisi sebuah kelompok yang dipimpin oleh wakil editor pengelola Jerusalem Post Caroline Glick mengenakan keffiyehs dan menyebut diri mereka Flotilla Choir atau Paduan Suara Armada. rekaman ini diselingi dengan klip dari serangan Israel baru-baru ini pada kapal bantuan yang menuju Gaza, Marmara Mavi.

Klip ini telah dipuji di Israel, di mana harian sirkulasi massal Yediot Aharonot mengatakan para penyanyi "membela Israel lebih baik daripada para ahli manapun".

Tapi Didi Remez, orang Israel yang menjalankan blog analisis berita liberal-kiri Coteret, berkata klip itu "menjijikkan" dan mencerminkan bagaimana pendapat dari Israel jauh berbeda dengan seluruh dunia. "Ini menunjukkan kurangnya pemahaman lengkap tentang bagaimana insiden ini diterima di luar negeri," katanya. Wartawan Israel pemenang penghargaan Meron Rapoport berkata klip ini menunjukkan prasangka terhadap Muslim. "Ini dilakukan dengan kasar, tidak terlalu canggih, anti-Muslim - dan kekanak-kanakan terutama dengan pemerintah yang berada di belakang klip seperti itu," katanya. (iw/jp/gd) www.suaramedia.com

Artikel Terkait: