Senin, 13 Juni 2011

Pengguna Facebook di AS dan Inggris Menurun

Hidayatullah.com--Di AS, Inggris, Kanada, Norwegia, dan Rusia, jumlah orang yang menggunakan Facebook selama Mei turun. Demikian menurut data baru.

Itu berarti bahwa pertumbuhan situs telah melambat selama dua bulan berturut-turut, walaupun saat ini penggunanya mendekati 700 juta di seluruh dunia.

Di AS, menurut data yang dikumpulkan dari perangkat iklan yang terdapat di Facebook, kehilangan sekitar 6 juta pengguna, dari 155.200.000 pada awal Mei hingga 149.400.000 pada akhir Mei.

Kanada turun 1520000-16600000, dan Inggris, Norwegia, serta Rusia menurun lebih dari 100.000 pengguna, kata situs tersebut, sebagaimana dimuat laman Guardian, Senin (13/6).

Pertumbuhan melambat dalam jumlah pengguna menunjukkan bahwa Facebook sudah mencapai batas ekspansi di negara-negara tempat keberhasilan Facebook tersebut, dan mungkin bahkan beberapa pengguna awal dari negara-negara tersebut telah berhenti menggunakannya.

Menurut data yang dikumpulkan melalui perangkat iklan di Facebook tersebut, situs jaringan sosial terbesar di dunia tersebut masih mendapatkan pertambahan pengguna lain 11,8 juta pada bulan Mei, meskipun pertambahan itu melambat dibandingkan dengan April, yang bertambah 13,9 juta. Kedua angka itu pun juga lebih lambat, dibandingkan dengan penambahan 20 juta setiap bulan selama tahun lalu, dengan pengguna aktif seluruhnya 687.000.000 setiap bulan.

Eric Eldon dari Inside Facebook (perangkat yang memonitor pertumbuhan pengguna) mencatat bahwa "facebook dapat mencapai sekitar 50% dari total penduduk di suatu negara (plus atau minus, tergantung pada tingkat akses internet di negara itu), kemudian pertumbuhannya akan melambat sampai akhirnya berhenti. Sejauh ini, Facebook telah mampu menambal kelambatan dan kerugian di negara-negara yang menurun, dengan keuntungan besar di negara-negara berkembang berpenduduk banyak, seperti Meksiko, Brazil, India, dan Indonesia."

Dia mencatat, jika diperbolehkan masuk ke Cina, pertumbuhan bisa lepas landas mencapai 1 milyar pengguna. Ia pun mengatakan, jika bisa masuk ke negeri itu, akan memberikan dua manfaat, yakni akses ke ratusan juta pengguna dan kompromi reputasi Cina di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya di seluruh dunia.

Cina memiliki kebijakan terhadap penggunaan internet dan komunikasi, di mana para pengguna di dalam negeri dilarang mengakses berbagai informasi dari luar negeri yang tidak disetujui Cina. Hal ini menyebabkan situs seperti Facebook dan Twitter dilarang memiliki akses langsung ke Cina, padahal pengguna internet di Cina melebihi jumlah total penduduk AS.

Meskipun saat ini bulan-bulan merosot, pengguna di AS masih terdapat pertumbuhan 23% antara Mei 2010 dan Mei 2011, yakni 155.200.000 pengguna. Sedangkan di Inggris tumbuh sebesar 10% menjadi 29,9 juta pada periode yang sama. AS adalah negara terbesar dalam hal pengguna secara keseluruhan, dengan Indonesia kedua, yakni 36,4 juta, diikuti oleh Inggris dan Turki.

Negara-negara dengan pertumbuhan tercepat di antara 25 negara selama tahun ini adalah Brasil dan Rusia, masing-masing sampai hampir empat kali lipat, menjadi 17,1 juta dan 4,6 juta pengguna. Negara lainnya hampir dua kali lipat peningkatannya: India (sampai 160%, menjadi 24,9 juta), Thailand (sampai 143%, menjadi 9,1 juta pengguna), Mesir (hingga 108%, menjadi 7,1 juta), Polandia (sampai 130%, menjadi 6,1 juta), dan Peru (naik 126%, menjadi 5,5 juta).*

Artikel Terkait: