Allah menciptakan makhluk yang esensial hanya 3 macam yakni manusia, jin dan malaikat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bersumber dari Muhammad ibn Rafi’ dari Abd Razak.
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : خلقت الملائكة من نور و خلق الجان من مارج من نار و خلق آدم مما و صف لكم( رواه مسلم عن محمد بن رافع عن عبد الرزاق)
Artinya: "Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala, dan Adam diciptakan dari apa yang kalian sifati (tanah)" (HR. Muslim).
Namun dalam fenomena kehidupan, seolah-oleh ada dua “pemain” tambahan dalam catur kehidupan dunia ini yakni setan dan Iblis. Sehingga seolah-olah mahluk yang esensial itu ada 5 yaitu; manusia, jin, malaikat, setan dan iblis. Jadi siapakah dua “pemain “ tambahan itu ? apakah memang mereka mahluk esensial lain selain yang tiga yang Allah ciptakan?. Sekali-kali tidak, mereka adalah “oknum” dari manusia dan jin, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-An’am 6:12 dan Al-Kahfi 18 :50
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS: Al-An’am 6:112)
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاء مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim. (QS:Al-Kahfi 18:50)
Jadi istilah setan atau iblis dalam tulisan ini konotasinya adalah sekelompok jin atau kalau dengan istilah lain kelompok jin kafir. Ayat-ayat diatas, merupakan dasar teologis dan filosofis perlunya manusia (muslim) “menjelajah” (mentadaburi) alam jin dan alam malaikat, atau dalam istilah lain perlunya seorang muslim untuk “berhubungan” dengan jin terlebih berhubungan dengan malaikat sebagaimana seorang muslim berhubungan dengan sesamanya. Bukti lain bahwa seorang muslim perlu menjelajah kedalam kedua dunia tersebut, ketiga mahluk esensial itu dijadikan sebagai nama surat dalam al-Qur’an yakni al-insan (manusia) surat ke 76, surat al-Jin (jin) surat ke 72 dan Al-Mursalat (malaikat-malaikat yang diutus) surat ke 77.
“Menjelajah” atau “berhubungan” yang dimaksud tentunya bukan berarti seorang muslim masuk kedalam alam mereka, namun perlu memahami karakter dan lingkungan mereka yang nota benenya adalah dunia gaib (kasat mata). Berhubungan dengan dunia jin pada dasarnya disebabkan jin (setan/Iblis) adalah musuh besar mereka yang melakukan tipu daya kepada manusia, sedangkan berhubungan dengan dunia malaikat karena sebagian malaikat (rahmat) menjadi teman dekat manusia sebagaimana salah satunya disebutkan dalam riwayat imam Muslim.
وَمَا اجْتَمَعَ قوم في بيت من بيوتِ اللهِ يَتْلُونَ كتابَ اللهِ تعالى ، ويتَدَارَسُونَهُ بينهم إِلا نَزَلَتْ عليهم السكينةُ ، وَغَشيَتهم الرحمةُ ، وحَفَّتهمُ الملائكةُ ، وذَكَرهُمُ اللهُ فيمن عِندَهُ ،. أخرجه مسلم ، والترمذي.
"Tidak ada sekelompok orang yang berkumpul di rumah Allah, mereka membaca dan mengkaji serta mempelajari kandungan al-Qur'an, kecuali mereka akan diberikan ketenangan, mereka akan dicurahkan rahmat dan kasih sayang serta mereka akan dikelilingi oleh malaikat juga Allah akan mengingat (memberikan kasih sayang) kepada orang yang disebut dan dimilikinya", (HR. Muslim).
Pembahasan mengenai alam jin merupakan bahasan yang harus hati-hati karena terkadang lebih banyak tahayul dan khurafatnya ketimbang informasi yang sebenarnya. Terlebih apabila bahasan ini didasarkan kepada hadits-hadits yang tidak jelas validitasnya. Maka tidak heran kalau disebagian kalangan menganggap bahwa membicarakan dunia jin adalah perkara yang terlarang atau disebut perkara syirik. Tentu saja pendapat ini menurut hemat penulis tidak sejalan dengan semangat al-Qur’an, yakni senantiasa mentadaburi apa yang terdapat dalam al-Qur’an , fenomena jin sangat jelas dalam al-Qur’an selain dari surat Jin itu sendiri,sehingga orang yang tidak mentadaburi Al-Qur’an (dunia jin) dikatakan manusia yang tidak berakal.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ataukah hati mereka terkunci? (QS:Muhammad 47:24)
Karena pembahasan ini termasuk pembahasan yang khathir, maka dengan bismillah, penulis mencoba mengetengahkannya. Tentu, semua informasi sengaja diketengahkan dengan berdasar kepada hadits-hadits yang shahih meski untuk hal yang ringan, dikutipkan juga hadits dlaifnya, hanya tidak banyak.
Karena persoalan ini sangat pelik dan dharuri untuk membahasnya secara gamblang dengan tentunya berpedoman kepada al-Qur'an dan Hadits yang shahih. Dengan tulisan ini diharapkan, dapat meluruskan pemahaman keliru selama ini tentang jin. Misalnya, pemahaman bahwa jin dapat dilihat bentuk aslinya atau ketakutan yang berlebihan terhadap jin. Pada pembahasan nanti akan nampak, bahwa tidak ada alasan manusia harus takut berlebihan kepada jin, karena jin juga jauh lebih takut oleh manusia. Manusia harus takut hanyalah oleh Allah. Di samping itu,dengan tulisan ini juga diharapkan, para pembaca akan lebih bersemangat dan sungguh- sungguh melaksanakan ibadahnya, karena ternyata ibadahnya itulah yang membentengi dari gangguan jin jahat. Juga agar pembaca mengetahui apa saja perbuatan dan tujuan serta target setan, apa kelemahan dan apa senjata yang harus dipersiapkan dalam menghadapinya. Di atas semua itu, tulisan ini diharapkan dapat mempertebal keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan jin, bahkan yang menjaga orang-orang mukmin dari gangguan jin jahat (setan).
Dalam tulisan ini apabila ada istilah setan (syaitan) maka yang dimaksud adalah jin kafir atau jahat.
Kamis, 02 September 2010
ASAL USUL MAHLUK GHAIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN
Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...
Popular Post
-
Tokoh tertinggi Freemasonry dari Lodge of London sebelum menandatangani dekrasi kemerdekaan Amerika pada tahun 1776, George Washington, pern...
-
Bagi orang yang beriman, musibah sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan, sesuai dengan fi...
-
KAUKASUS (Arrahmah.com) - Amir Imarah Kaukasus, Dokka Abu Usman mengatakan dia masih hidup dan sehat, seminggu setelah media teroris Rusia m...
-
Oleh Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zaid Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman. Jika seseorang menyebut Israil, maka kata ini selal...
-
Gunung berapi di Yellowstone National Park, di kawasan barat laut Wyoming, Amerika Serikat, menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang tidak laz...
-
Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. S...
-
Rahasia yang tersimpan dalam monumen batu kuno Stonehenge tak lama lagi akan terungkap. Para peneliti menggunakan teknik laser untuk menyiba...
-
Sebuah video beredar di YouTube dan di-upload pada 22 Maret lalu yang berisi wawancaran jenderal purnawirawan bintang empat Angkatan Darat A...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar