Sabtu, 18 September 2010

Ya’juj dan Ma’juj (Bag.2)

Dalam keadaan terkejut, Rasulullah ketika terbangun pada suatu hari berkata:
“La Ilaha Illallah, celakalah orang-orang Arab akibat bencana yang sudah mendekat, pada hari ini hampir saja pembukaan (pelobangan) dinding Yakjuj dan Makjuj selesai seperti ini.” Beliau melingkarkan ibu jari dengan telunjuknya. Lalu bertanyalah Zainab binti Jahsyin: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan hancur sedangkan diantara kita terdapat orang-orang yang shalih?” Beliau menjawab: “Ya, apabila sudah banyak terjadi kemaksiatan (dosa).”
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Fathimah binti Jahsyin Radhiyallahu ‘Anha)
Kapankah Ya’juj dan Ma’juj Akan Keluar?


Yakjuj dan Makjuj akan keluar setelah Nabi Isa membunuh dajal. Sejak mereka (Yakjuj dan Makjuj) dikurung, mereka tidak pernah berputus asa untuk berusaha keluar dengan berusaha melubangi dinding raksasa tersebut walaupun mereka menemukan lubang yang hampir terbuka kembali tertutup seperti sediakala, hingga akhirnya pada masanya mereka akan berhasil melubanginya dan berhasil keluar setelah kematian dajjal sesuai dengan janji Allah.

Seberapa besar fitnah yang ditimbulkan oleh Ya’juj dan Ma’juj?

Rasulullah bersabda:
“Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi.” (Al Anbiyaa’:96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: “Dulu disini pernah ada air”. Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: “Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit”, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan belumuran darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah.

Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: “Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: “Wahai semua kaum Muslim bergembiralah, Allah membinasakan musuhmu”, maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.”
(Hadits Shahih, riwayat Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan hakim dari Abu Sa’id)

Jumlah mereka (Yakjuj dan Makjuj) sangat besar yang tidak dapat dihitung seperti semut karena saking banyaknya, sehingga kaum Muslim akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan Yakjuj dan Makjuj, para pemanah dan perisai mereka.
(Hadits Shahih riwayat Ibn Majah dari An Nawwas. Dalam Asshahihah Al Albaani, nomer 1940)

Tidak ada seorang manusia pun yang sanggup mengatasi fitnah dan kejahatan Yakjuj dan Makjuj, maka nabi Isa memimpin penyelamatan kaum Muslim dari fitnah Yakjuj dan Makjuj.

Artikel Terkait: