Kamis, 02 September 2010

MENGATASI GANGGUAN JIN DAN SETAN

Pengertian Ruqyah

Ruqyah secara bahsa berarti jampi. Menurut istilah berarti lafazh-lafazh Al-Qur’an serta do’a dan dzikir Ma’tsur (shahih dari Nabi shallallahu wa sallam) yang dijadikan mantera atau jampi untuk menyembuhkan orang yang terkena penyakit seperti; demam, kesurupan, sengatan binatang berbisa, dan penyakit ‘ain (akibat mata kedengkian atau jahat)

Terapi Ruqyah Syar'iyyah adalah metode penyembuhan Ilahi untuk mengobati penyakit fisik, psikis juga gangguan jin dan serangan sihir dengan menggunakan bacaan ayat Suci Al-Qur'an dan do'a-do'a Rasulullah shallallahu wa sallam. Terapi Ruqyah sangat ditakuti bagi orang yang punya tenaga dalam, reiki, prana, bioenergi, ilmu kesaktian, trawangan, kekebalan, santet, teluh, guna-guna, jimat, rajah, sebab akan menghilangkan semua ilmu-ilmu kesyirikan yang telah mereka kuasai. Harap berhati-hati karena para paranormal telah menggunakan istilah ruqyah dalam prosesi ilmu sihirnya dan ruqyah mereka sesungguhnya adalah ruqyah syirkiyyah, ruqyah yang tidak sesuai dengan As-Sunnah dan mengandung kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Syarat-syarat ruqyah yang disepakati ulama, antara lain:

* Jampi-jampi itu harus menggunakan ayat-ayat al Qur’an, nama atau sifat Allah, dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam
* Hendaknya menggunakan bahasa Arab, atau dengan bahasa yang maknanya dipahami.
* Hendaknya berkeyakinan bahwa yang menyembuhkan bukanlah ruqyah-nya, melainkan takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala


Syarat mu’allij / peruqyah:

* Harus beraqidah bersih sesuai aqidah salaffus sholeh (jauh dari syirik, khurafat, tawassul syirkiyyah)
* Harus merealisasikan tauhid yang murni dalam ucapan dan perbuatan
* Harus mengetahui ihwal jin dan syaithan dan pintu masuknya bagi manusia
* Sebaiknya sudah menikah
* Ta’at beragama, terhindar dari yang diharamkan
* Harus senantiasa berzikir membentengi diri dan keluarganya dari serangan jin dan syaithan

Cara melakukan Ruqyah :

Sebelum melakukan ruqyah :

* Meminta pasien berpakaian sesuai syari’at Islam, kalau pasien perempuan harus didampingi muhrimnya
* Memberikan taushiyah tentang keimanan, tauhid, dan ibadah
* Membersihkan pasien dan rumahnya dari jimat, patung-patung, gambar, lonceng dan anjing dan berbagai bentuk kemaksiatan


Saat melakukan ruqyah :

* Kalau meruqyah satu orang, pasien bisa berbaring dan peruqyah meletakkan tangan dikepalanya sambil membaca ruqyah. Tapi jika massal, semua pasien duduk dan peruqyah embaca ruqyah
* Kalau terjadi dialog, tanyakan nama dan alasannya masuk ke tubuh pasien. Jika kafir ajak masuk Islam. Jika Muslim suruh bertaubat kemudian keluar satelah diambil sumpahnya
* Jika reaksi pasien bukan kesurupan, tapi hanya sekedar panas, dingin, gemetaran, mau muntah, sakit kepala dsb, maka peruqyah bisa meletakkan tangan pada bagian yang sakit lalu mencabutnya dengan bacaan zikir dan do’a


Setelah melakukan ruqyah :

* Jika sekali ruqyah tidak tuntas, maka sebelum terapi ruqyah berikutnya pasien bisa diterapi dengan mendengarkan kaset ruqyah atau tartil Qur’an
* Pasien harus menjaga stabilitas emosi dan meningkatkan ibadahnya
* Anjurkan pasien untuk senantiasa menjaga sunnah yaumiah/ harian seperti memakai siwak, celak mata, minyak wangi tanpa alkohol, wirid ma’tsur, tilawah, mengkonsumsi makanan yang dianjurkan seperti kurma dan habbatussauda.


Ayat-ayat Ruqyah :

1. Al Fatihah
2. Al Baqarah 1-5
3. Al Baqarah 102-103
4. Al Baqarah 163-164
5. Al Baqarah 255-257
6. Al Baqarah 285-286
7. Ali “imran 1-10
8. Ali ‘Imran 18-20
9. Ali ‘Imran 26-27
10. An Nisa’ 56
11. Al Maidah 72-76
12. Al A’raf 54-56
13. Al A’raf 117-122
14. Yunus 79-82
15. Thaha 65-70
16. Al Mu’minun 115-118
17. As Sajadah 12-14
18. As Shaffat 1-10
19. Ad Dukhkhan 43-56
20. Qaaf 16-35
21. Ar Rahman 33-35
22. Al waqi’ah 41-56
23. Al Hasyr 21-24
24. Al Jin 1-28
25. Al Kafirun
26. Al Ikhlas
27. Al Falaq
28. An Naas



Daftar Referensi :

1. Al Qur’an Al Karim
2. Wahid Abdus Salam Bali; Sihir dan Pengobatannya secara Islami
3. Wahid Abdus Salam Bali; Kesurupan dan Pengobatannya secara Islami
4. Muhammad As Shayyim; Dialog dengan Jin Kafir
5. Muhammad As Shayyim; Rumah yang tidak dimasuki setan
6. DR. Yusuf al Qardhawy; Sikap Islam terhadap Ilham, kasyaf, mimpi, jimat, perdukunan dan jampi
7. Yazid bin Abdul Qadir Jawas; Do’a dan wirid mengobati guna-guna dan sihir menurut Al Qur’an dan As Sunnah
8. Hasan Bisri, Lc; 53 Penjelasan Lengkap tentang Ruqyah
9. Fadhlan Abu Yasir, Lc; Terapi gangguan jin dengan Ruqyah dan do’a
10. Fadhlan Abu Yasir, Lc; Terapi gangguan sihir dengan Ruqyah dan do’a
11. Jalaluddin As Suyuthi; Jin Makhluk Penakut
12. WAMY; Gerakan Keagamaan dan Pemikiran
13. Abu Ja’far al Warraq Ath Thahawi; Al Aqidah At Thahawiyah
14. Sa’id Ali bin Wahfi Al Qahtani; Ad Du’a min Kitab wa Sunnah Wailihil ‘ilaj bir Ruuqiy minal-kitabi wa sunnah
15. ‘Umar Sulaiman Al Asyqar; ‘Alimul Jin was Sayathin
16. 'Abdul Aziz ibn ‘Abdullah bin Baaz; Al Fatawa Az Zahabiyah fii Ruuqiy Syar’iyyah
17. 'Abdul Aziz ibn ‘Abdullah bin Baaz; Hukmus sihru wa Kahanah
18. Ust. Jon Pamil, M.A.; Makalah Ruqyah Syar’iyyah: Solusi Islam terhadap berbagai bentuk kejahatan dan gangguan Jin dan Syaitan


Artikel Terkait: