Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Selasa, 28 September 2010

NAIK HAJI

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Perintah rukun Islam yang kelima itu wajib bagi yang mampu menjalankannya.
Setiap Muslim ingin menunaikan ibadah haji bukan semata karena kewajiban, melainkan karena berbagai keutamaan ibadah haji yang tidak dimiliki oleh ibadah lain:
1. Kewajiban kepada Allah.
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS Ali Imran: 97)

Read more: http://nuurislami.blogspot.com/p/haji.html#ixzz1CIXex400
2. Perintah Allah yang harus dikerjakan.
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS Al-Hajj: 27).

3. Sebagai tamu Allah.
“Orang yang berhaji dan umrah adalah tamu Allah. Apabila dia minta, maka akan aku beri. Apabila dia berdoa, maka akan aku kabulkan. Apabila dia menafkahkan hartanya, maka akan aku ganti.” (H.R. Imam Ar-Rozi dari Ibnu Umar)

4. Dibanggakan Allah kepada malaikat-Nya.
“....Apabila mereka wukuf di Arafah, Allah membanggakannya kepada malaikat...” (H.R Ibnu Hibban dari Abdilah bin Umar)
Sebagai duta Allah. Duta Allah ada tigaorang yang berperang, orangyang berhaji, dan orang yang berumrah. (HR an-Nasi)

5. Ibadah haji merupakan jihad fi sabilillah.
“Jihad yang paling utama bagi perempuan adalah haji.” (H.R. Bukhari)

6. Ganjaran yang sama dengan membelanjakan harta di jalan Allah.
“Pembiayaan dalam perjalanan haji bagaikan pembiayaan di jalan Allah. Satu dirham diganjar dengan 70 lipat.” (H.R. Ahmad dan Tarmidzi)

7. Wafat dalam perjalanan haji sama dengan mati syahid.
“Barang siapa yang wafat dalam perjalanan haji, ia seperti orang yang wafat di jalan Allah.” (H.R. Muslim)

8. Dapat menghapus doa.
“Barang siapa yang melaksanakan haji karena Allah dengan tidak rafats (berkata kotor) dan tidak fusuk (durhaka), maka ia kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya.” (H.R. Bukhari Muslim)

9. Menghapus kemiskinan.
“Ikutilah haji dan umrah karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana bara api yang menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR Nasai dan Tirmidzi)

10. Membawa pahala.
“Barangsiapa yang berniat menuju ke Baitullah, baik para haji ataupun yang berumrah, mereka dijamin oleh Allah SWT. Apabila meninggal dunia dalam perjalanan, mereka akan ditempatkan di surga dan mereka yang pulang dengan selamat ke negerinya akan membawa pahala serta harta benda (ghonimah).” (Hadis Riwayat Ibnu Juraih)-

11. Balasan surga bagi haji yang mabrur.
“Haji mabrur pahalanya tiada lain, kecuali surga.” (H.R Ahmad dan Thabrani)
11. Doanya diterima untuk orang lain.
“Barang siapa datang berhaji semata-mata karena Allah, diampuni segala dosa yang telah diperbuatnya dan memberi syafaat bagi orang yang didoakannya .” (H.R. Abu Nuaim Al Asfahani)
Sumber: buku "Spirit Sukses Haji Mabrur" karya Agus Priyanto

Read more: http://nuurislami.blogspot.com/p/haji.html#ixzz1CIXkyltJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post