Kamis, 10 Maret 2011

Chichen Itza, Sumur Pengorbanan Bangsa Maya

Jakarta - Jika Anda penonton setia serial X-Files, terdapat satu episode yang berlatar belakang Chichen Itza di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Selain mengagumkan, situs ini juga mengerikan. Hal paling mengerikan dari tempat ini adalah adanya dua cenotes (sumur alami) yang dijadikan tempat menaruh korban persembahan. Kabarnya, suku Indian Maya yang mendiami kota itu mempersembahkan jade, keramik dan bahkan manusia untuk dimasukkan dalam sumur itu. Seperti dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin (9/7/2007), di saat kekeringan melanda, suku Maya akan mengorbankan gadis-gadis muda untuk dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur itu

Chichen Itza merupakan simbol pemujaan dan ilmu pengetahuan. Peran sumur itu begitu penting karena di Semenanjung Yukatan tidak terdapat sungai. Satu-satunya sumber air ketika kekeringan melanda adalah dari sumur-sumur itu. Nama Chichen Itza pun berarti 'di bibir mata air rakyat' dalam bahasa Indian setempat. Dengan demikian, Chichen Itza berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi kebudayaan Maya. Chichen Itza didirikan raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl yang datang ke Semenanjung Yukatan bersama pasukannya. Saat itu suku Maya sudah berdiam di daerah tersebut, kemudian bersama-sama suku Toltec, mulai membangun berbagai kuil yang menyerupai piramid. Dengan demikian, periode puncak dari Chichen Itza merupakan campuran kebudayaan Toltec dan Maya. Salah satu kuil terbesar yang didirikan adalah Kukulkan. Berdasarkan legenda Maya, Kukulkan merupakan Dewa Ular Berambut jelmaan dari Quetzalcoatl. Kuil Kukulkan berupa piramid bertangga, dengan teras-teras. Di setiap sisi piramid segi empat itu terdapat anak tangga menuju puncak. Di puncak terdapat jalan masuk menuju ruangan Mahkota batu Jaguar Raja Kukulkan, yang dicat merah dan bintik-bintik hijau lumut. Di Chichen Itza ini juga terdapat sebuah lapangan permainan yang mirip dengan permainan bola basket masa kini. Permainan 'pok ta pok' yakni melemparkan bola melewati sebuah lingkaran di dinding 7 meter di atas tanah. Kapten dari tim yang pertama kali berhasil menembakkan bola akan dipenggal kepalanya sebagai persembahan untuk dewa-dewa. Pada tahun 1221, pemberontakan pecah. Atap-atap kayu, pasar dan kuil-kuil ksatria dibumihanguskan. Kekuasaan atas Yukatan pun berpindah ke Mayapan, sampai penakluk Spanyol datang. (aba/sss)

Arfi Bambani Amri - detiknews.com

Artikel Terkait: