Jumat, 11 Februari 2011

MISTERI AZAB DI PAGI HARI

Kepada…Setiap hamba yang terbangun di saat sebagian besar manusia sedang terbuai dalam tidur lelapnya. Sementara ia lebih memilih bertemu Rabb (Tuhan)-Nya.

Kepada…Setiap bapak yang memulai harinya dengan sholat subuh berjamaah, kemudian bersemangat mencari rizki Alloh di muka bumi.

Kepada…Setiap ibu yang ber-kholwat dengan Alloh sebelum ia menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.

Kepada…Setiap pemuda yang merindukan adzan subuh dengan senantiasa menyambut kehadirannya.


Sungguh ada yang sangat menarik ketika memperhatikan pergantian siang dan malam. Diantara pergantian waktu saat mentari hendak beranjak, manusiapun turut ambil bagian dengan caranya masing-masing. Ada yang tidak peduli, ada yang penuh dengan kepedulian, tetapi ada yang salah dalam mengambil sikap.

Alloh telah menciptakan waktu pagi dengan penuh hikmah di dalamnya. Pagi merupakan bentuk dari pergantian malam, dan kejadian demi kejadian yang mengiringinya juga semakin menakjubkan. Sungguh, di dalamnya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Alloh berfirman :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan ber-gantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” (Qs. Ali ‘Imron : 190)

Apabila kita perhatikan, banyak peristiwa penting yang terjadi di waktu pagi. Dimana sebagian besar manusia masih terlelap dalam tidurnya yang panjang. Misteri pagi hari memendam berjuta kejadian -mungkin juga lebih- , yang dapat mengingatkan kita dan mengambil hikmah di dalamnya.

MUSIBAH ADZAB DI PAGI HARI

Adzab Bani Rasib (Kaum Nabi Nuh u)

Adzab yang menimpa kaum Nabi Nuh u mulai terjadi di pagi hari. Alloh tidak menyisakan seorang kafirpun di muka bumi setelah adzab itu terjadi. Seluruh pemeluk agama sepakat, mengakui adanya peristiwa taufan dan badai. Dimana Alloh membuka pintu-pintu langit, sehingga terjadilah hujan yang sangat deras, dan juga memancarkan air dari seluruh mata air di setiap penjuru bumi.

Adzab Kaum ‘Aad (Kaum Nabi Hud u)

Alloh menurunkan adzab-Nya yang berupa awan hitam yang hadir ke perkampungan Kaum ‘Aad pada waktu subuh. Awan yang berisi angin dingin yang bertiup kencang dan mematikan. Angin itu bertiup selama 8 hari 7 malam, hingga tidak ada seorang kafirpun yang tersisa. Bahkan angin tersebut mengejar mereka sampai ke celah-celah gunung dan gua. Tempat tinggal dan benteng-benteng yang dibanggakan Kaum ‘Aad juga dihancurkan.

Adzab Kaum Tsamud (Kaum Nabi Sholih u)

Nabi Sholih berkata kepada kaum kafir yang memusuhinya, “Bersenang-senanglah kalian selama 3 hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (Artinya, Kaum Tsamud diberi tenggang waktu 3 hari untuk menikmati kehidupan dan kekafiran mereka. Pada hari yang ditentukan Alloh akan mendatang-kan adzab-Nya.

Pada pagi hari yang ditentukan, yaitu hari Kamis, wajah Kaum Tsamud berubah berwarna kuning. Pagi hari yang ke 2 (Jum’at), wajah mereka berubah menjadi merah. Pagi hari ke 3 (Sabtu), wajah mereka berubah menghitam. Dan pada saat mulai terbit hari Ahad, muncullah suara keras yang menguntur dari langit dan gempa yang sangat dasyat dari bumi. Nyawa orang-orang kafir dari Kaum Tsamud melayang dalam satu waktu.

Adzab Kaum Sadum / Soddom (Kaum Nabi Luth u)

Pada waktu subuh, Alloh U menjadikan Negeri Sadum terbalik. Qotadah dan ulama-ulama lain mengatakan bahwa pada pagi itu Jibril mengembangkan sayapnya. Dan dengan sayap itu Jibril mengumpulkan segala yang ada di bumi. Jibril merengkuh semuanya ke dalam sayapnya. Selanjutnya Jibril membawanya ke langit, sehingga penduduk langit mendengar suara manusia dan suara anjing. Setelah itu, Jibril memuntahkannya ke bumi secara terbalik. Lalu mereka dilempari batu dengan sangat keras. Ibnu Katsir menjelaskan, di setiap batu yang menyerang Kaum Sadum, telah ditulis nama-nama orang yang akan ditimpanya.

Adzab Pasukan Raja Namrudz (Kaum Nabi Ibrahim u)

Zaid bin Aslam mengatakan, bahwa Alloh U mengirim malaikat kepada raja yang sombong itu agar beriman kepada Alloh U, tapi ia menolaknya. Lalu malaikat mengajak untuk kedua kalinya, hingga sampai ketiga kalinya, tetapi ia terus menolak. Kemudian malaikat berkata, “Kumpulkan semua yang dapat kamu kumpulkan, dan aku akan mengumpulkan bala tentaraku.”

Raja Namrudz segera mengumpulkan seluruh bala tentaranya pada saat matahari terbit. Kemudian Alloh U mengirimkan pasukan lalat yang tidak terlihat oleh mereka. Lalu lalat-lalat itu memakan daging dan darah mereka, dan hanya menyisakan tulang belulang saja. Kemudian salah satu lalat, masuk ke dalam hidung Namrudz dan menetap di dalamnya selama 400 tahun. Dengan lalat itulah Alloh U mengadzab Namrudz. Dan Namrudz selalu memukuli kepalanya dengan besi selama itu, sehingga Alloh U membina-sakannya.

Kalau kita perhatikan berbagai adzab yang menimpa beberapa kaum kafir dan durhaka di masa-masa Nabi-Nabi terdahulu, terjadi pada waktu pagi. Bukankah Alloh U mampu menghancurkan mereka kapan saja ? Apakah pagi hari memiliki makna yang begitu penting ?

Kita renungkan sejenak….!

Tsunami Aceh

“Serambi Makkah”, 25 Desember 2004, tepat pa-da hari natal sekaligus malam Minggu. Sebagian mu-da mudi keluar hanya untuk bersenang-senang. Se-bagian lagi bergabung dengan turis-turis asing untuk pesta pora. Malam itu “Serambi Makkah” telah hilang namanya. Samudra Hindia terbelah, dengan melemparkan gelombang warna hitam -karena tercampur batu dan pasir- setinggi tiga kali pohon kelapa. Subhanalloh, fenomena alam yang sangat mengerikan.

Selain itu pula, tsunami juga diiringi dengan gempa yang sangat dasyat. Gempa ini merupakan gempa terdasyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tercatat korban di Indonesia yang meninggal sekitar 126.915 jiwa, hilang mencapai 37.063 jiwa dan kehilangan tempat tinggal sebanyak 517.000 jiwa.

Gempa Yogyakarta

Pada hari Sabtu, di pagi hari 27 Mei 2005, tepat pukul 05.53 WIB, Yogyakarta digemparkan dengan gempa berkekuatan 5,9 skala richter. Tercatat korban meninggal 200 jiwa.

Ternyata bukan gunung Merapi yang meletus. Dimana selama satu bulan sebelum gempa terjadi, gunung Merapi memamerkan keganasannya. Bukan gunung Merapi yang meletus, tetapi Alloh U menghendaki cara lain untuk menegur penduduk Yogya dan Jawa Tengah yang memang lekat dengan tradisi-tradisi kejawen (budaya Jawa) yang berbau syirik dan khurafat.

Longsor di Banjarnegara

Alloh U menghendaki bencana terjadi di pagi buta, tepatnya pukul 03.00 WIB, hari Rabu 4 Januari 2006. Tanah longsor itu menyapa dukuh Gunungraja, desa Sijeruk, kecamatan Banjarmangu, kabupaten Banjarnegara.

Sekitar 102 rumah tertimbun tanah dan sekitar 200 warga terkubur hidup-hidup. Tanah longsor ini ter-jadi tanpa tanda-tanda sebelumnya. Dan bukan akibat penebangan hutan atau kerusakan alam. Saat itu, Alloh U memperlihatkan kebesaran-Nya sebagai tanda bagi orang yang berfikir.

Sekiranya musibah-musibah di atas hanya seba-gian peristiwa atau musibah besar bagi manusia dan mahluk lainnya, dan cukup untuk menjelaskan bagaimana Alloh U menghendakinya di pagi hari. Ba-yangkan, apa jadinya jika musibah itu menghampiri kita di pagi hari, namun kita masih asyik tertidur dan melewatkan sholat Shubuh ? Subhanallah……….!

Hikmah di balik musibah

Pertama ; – musibah bermakna adzab.

Hal ini berlaku bagi orang-orang kafir dan setiap orang yang dzolim kepada-Nya. Ahad pagi, 26 Desember 2004, dalam sekejap

Ke dua ; – musibah bermakna teguran.

Hal ini berlaku bagi kaum Muslimin yang masih suka memperturutkan hawa nafsu. Terkadang mere-ka taat, tetapi di waktu yang lain mereka bermaksiat kepada Alloh U.

Ke tiga ; – musibah bermakna ujian.

Hal ini berlaku bagi orang-orang yang beriman dengan sungguh-sungguh dan penuh kemantapan.

Adzab dan musibah yang Alloh U berikan kepada kaum-kaum terdahulu dan sekarang, merupakan pelajaran bagi generasi yang hidup sesudahnya. Peristiwa-peristiwa itu ditetapkan Alloh U untuk mengingatkan diri kita, agar senantiasa beriman kepada Alloh U dengan sebenar-benar iman.

Menurut Raghib As Sirjani, bahwa waktu pagi, terutama waktu subuh, merupakan waktu perubahan. Di waktu inilah, saat yang pertama keadilan muncul setelah kedzoliman. Saat yang pertama datang keba-ikan datang setelah kerusakan.

Waktu pagi adalah saat perubahan, pengokohan, kemuliaan dan diangkatnya derajat orang-orang yang beriman. Alloh telah membinasakan kaum yang durhaka dan mengokohkan orang yang beriman ke-pada-Nya. Adzab adalah pembatas yang jelas, dimana Alloh U membatasi kehidupan jahiliah dengan kehidupan orang-orang yang bertaqwa.

Di antara pemuliaan Alloh terhadap hamba-hamba-Nya (yang bertaqwa) di pagi hari.

Perang Badar

Perang Badar adalah perang pertama sekaligus perang penentu bagi gerak dakwah Rosululloh r. Jika dalam perang itu Kaum Muslimin dapat memenang-kannya, maka dakwah Islam akan berlanjut, tetapi jika mengalami kekalahan maka penegakan kalimatulloh akan semakin sulit. Perang Badar terjadi dimulai tepat di pagi hari pada 17 Ramadhan 2 H.

Kekuatan Kaum Muslimin terdiri dari 313 personil, yang dipimpin langsung oleh Rosululloh r, dengan 2 orang penunggang kuda dan 70 ekor unta, yang tiap ekor unta dinaiki dua sampai tiga orang. Sedangkan kekuatan kafirin terdiri 1200 personil, yang dipimpin oleh Abu Jahal, dengan 100 penunggang kuda dan 600 pasukan berbaju besi.

Perang Badar telah melukiskan kisah tersendiri dalam sejarah Islam, dengan kemenangan gemilang Kaum Muslimin.

Perang Khandaq / Ahzab


Perang ini merupakan persekongkolan dari orang-orang Yahudi dari Bani Nadzir dan kabilah-kabilah kafir Quroisy serta sekutu-sekutunya. Dengan kekua-tan 10 ribu personil, pasukan koalisi tersebut menge-pung Madinah di pagi hari. Sementara kekuatan Kaum Muslimin di pagi itu sekitar 3000 personil.

Perang ini terjadi pada bulan Syawal hingga Dzulqo’dah. Perang Khandaq adalah perang yang cu-kup mencekam di Madinah, karena dikepung oleh pa-sukan yang jumlahnya lebih besar dari penduduk madinah, termasuk wanita dan anak-anak.

Pasukan kafir menyerang Madinah tepat di pagi hari, apa jadinya jika di pagi itu tidak ada persiapan apa-apa dari Kaum Muslimin.

Fathul Makkah

Pada waktu dluha, Selasa 17 Ramadhan 8 H, Ro-sululloh beserta shahabatnya sebanyak 10 ribu or-rang memasuki Masjidil Harom – Makkah, dalam rangka memerangi orang-orang kafir. Tidak ada perlawanan sama sekali dari orang-orang kafir. Mere-ka berlari ketakutan dan menutup rapat pintu rumah mereka.

Penaklukan Makkah merupakan keberhasilan perjuangan Rosululloh r, sekaligus tonggak kejaya-an Islam.

Pembaiatan Amirul Mukminin Umar bin Khottob t

Az Zuhri berkata, “Umar menjadi kholifah di hari meninggalnya Abu Bakar, yaitu Selasa tanggal 22 Jumadil Akhir.” Umar bin Khottob t di baiat menjadi kholifah setelah shalat subuh di Masjid Nabawi.

Kesyahidan Umar dan Ali

Umar bin Khottob t syahid pada bulan Dzulhijjah 23 H, ketika akan mengimami sholat subuh. Umar dibunuh dengan beberapa tusukan pisau oleh Abu Lu’lu’ah, seseorang yang beragama Majusi.

Ali bin Abi Tholib t syahid pada bulan Ramadhan 40 H. Kala itu menjelang subuh, Ibnu Nabbah – seorang mu’adzin datang mengetuk pintu rumahnya. Dia berkata, “Sholat, sholat.” Ketika Ali t keluar dari rumahnya, Ibnu Muljam yang sudah merencanakan pembunuhan Ali t, segera menyerang dengan menyabetkan pedang ke wajah Ali t. Pedang itu mengenai wajah dan kening hingga ke otak beliau. Dan Ibnu Muljam berhasil dikepung dan dibunuh Kaum Muslimin.

Nabi Isa turun ke dunia

Isa bin Maryam u turun ke bumi di menara putih. Pada waktu akan dilaksanakan sholat subuh di suatu masjid, di Damaskus – Syiria.

Ibnu Katsir berkata, “Terdapat hadits-hadits yang muttawatir bahwa Rosululloh r memberitahukan turunnya Isa sebelum kiamat sebagai pemimpin yang adil.”

Subhanalloh, betapa Alloh memuliakan dan memberi keistimewaan di waktu pagi. Tak ada waktu lain yang mendapat perhatian lebih dari-Nya, sebagaimana Dia menjadikan waktu pagi sebagai waktu yang penuh dengan keutamaan. Sebagaimana Alloh U berfirman

- “Demi fajar” (Qs. Al Fajr : 1)

- “Dan malam ketika berlalu. Dan bila subuh mulai te-rang” (Qs. Al Mudatsir : 33-34)

- “Demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya. Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (Qs. At Takwir : 17-18)

- “Demi waktu dluha” (Qs. Adl Dluha : 1)

Berbagai amalan yang penuh barokah di pagi hari :

- Sholat malam (qiyamul lail), terutama di 1/3 malam.

“Hai, orang yang berselimut (Muhammad), bangun-lah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (dari-nya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seper-dua itu sedikit.” (Qs. Al Muzzamil : 1-3)

- Do’a dan dzikrulloh.

“Robb (Tuhan) kita Tabaaroka wa Ta’alaa turun pada setiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal 1/3 akhir, lalu berfirman,”Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta kepada-ku maka akan Aku beri, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni dia.” (HR. Bukhori – Muslim)

- Membaca Al Qur’an dan mempelajarinya.

“Sesungguhnya bacaan Qur’an di akhir malam ada-lah disaksikan.” (HR. Muslim – Ahmad)

- Istighfar dan taubat.

“Dan memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar” (Qs. Adz Dzariyat : 18)

- Sholat sunnah fajar

“2 rokaat fajar (sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

- Sholat subuh berjama’ah.

“Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya’ dan sholat subuh. Sekira-nya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.”

(HR. Bukhori – Muslim)

- Dzikir pagi setelah subuh.

- Sholat dluha

“Barangsiapa yang subuh berjamaah, kemudian du-duk berdzikir kepada Alloh Ta’alaa hingga terbitnya matahari, dilanjutkan dengan sholat 2 rokaat, itu sa-ma dengan pahala haji dan umroh yang sempurna.” (HR. At Tirmidzi)

- Beramal sholih dalam setiap kesempatan.

Alloh U telah memberi gambaran tentang kehancuran suatu kaum dengan adzab-Nya di waktu pagi. Maka hendaklah kita memperbanyak taubat dan ketaqwaan kepada Alloh U. Agar Dia menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang beriman, dan menjauhkan kita dari adzab-Nya.

Sungguh, kunci untuk mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat ada pada waktu pagi. Siapa yang mampu memanfaatkannya, insyaAlloh ia akan keluar dengan percaya diri dengan penuh kesuksesan dunia dan akhirat. Sedangkan siapa yang melewatkannya, berarti ia telah melewatkan sebuah kesempatan emas. Dan di dunia dan akhirat nanti akan mengalami kerugian.

Wallohu a’lam bish Showwab

Artikel Terkait: