Minggu, 13 Maret 2011

Amerika Berusaha Bajak Perubahan di Timur Tengah

Amerika berusaha membajak perubahan Timur Tengah ke arah klaim demokratisasi, padahal Amerikalah yang selama ini mendukung para tiran kejam di Timur Tengah. Tentu semua itu menunjukkan kelicikan dari sebuah Negara Penjajah Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Presiden Amerika, Barack Obama mengatakan bahwa pemberontakan di kawasan Timur Tengah itu sangat membantu Amerika. Sehingga Amerika memberinya kesempatan yang besar. Bahkan Obama yakin bahwa revolusi ini akan membuka cakrawala yang luas bagi generasi baru.

Obama menyebut revolusi ini sebagai “angin kebebasan” yang berhembus di kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan yang telah menggulingkan Presiden Hosni Mubarak harus bekerjasama dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sungguh penggulingan Mubarak telah mewariskan kegelisahan bagi Israel, sebab Mesir terkait erat dengan perjanjian damai. Kegelisahan yang sama juga dirasakan oleh komunitas Yahudi di Amerika Serikat, yang merepresentasikan kekuatan di Miami, di mana Obama menyampaikan pernyataannya pada hari Jumat (4/3) ini.

Sebelumnya, Gedung Putih telah menyerukan agar Mesir menghormati perjanjian damai dengan Israel, terlepas siapa yang akan berkuasa di negeri ini.

Jurubicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan: “Siapapun pemerintah berikutnya di Mesir, maka kami berharap agar mematuhi perjanjian damai yang ditandatangani oleh pemerintah Mesir dengan Israel.”

Maksudnya adalah perjanjian Camp David yang telah ditandatangani oleh Mesir dan Israel tahun 1977 dengan mediator Amerika, yang telah membawa pada ratifikasi perjanjian damai antara Mesir dan Israel tahun 1979.

Gibbs menambahkan bahwa “Perjanjian itu tidak dengan pribadi presiden, melainkan dengan Mesir, yaitu pemerintah, negara dan rakyatnya.” (aljazeera.net, 5/3/2011).

Demikianlah kebusukan Amerika Serikat. Umat Islam harus menolak arahan Amerika terhadap perubahan di Timur Tengah. Tidak ada cara bagi kaum Muslim kecuali bersegera mendirikan negara Khilafah yang bangkit dan merdeka dari campur tangan Barat yang rakus. [m/aljazeera/htipress/syabab.com]

Artikel Terkait: