Jumat, 11 Maret 2011

JEPANG DAN INDONESIA BERADA DI JALUR GUNUNG API AKTIF

Berbicara mengenai gunung - gunung di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Sabuk/Jalur Gunung api itu sendiri di Indonesia.
Tidak hanya mengenai lempengan saja yang bertemu di Negara kita,namun hal itu menjadikan Indonesia memiliki 2 sabuk api besar atau istilahnya RING OF FIRE yang melingkari negara kita bak kalung Bom yang siap meledak kapan saja.

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5–6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalah Mid-Atlantic Ridge

Sedangkan Sabuk Mediterania adalah lanjutan dari cincin api Pasifik yang menular ke timur melewati daratan selatan Eropa menuju ke Indonesia Pulau Sumatra dan jawa,
Melihat bagaimana kita diapit oleh jalur api tersebut maka tak ayal kalau kita memiliki banyak sekali jalur gunung api yang kebanyakan adalah gunung Api aktif.
Namun tidak berarti hal itu menjadikan kita hidup dalam ancaman besar.
kebanyakan mereka yang hidup disekitar gunung malah mendapatkan berkah dari daerah gunung tersebut.
Dapat kita ketahui mereka yang hidup disekitar gunung tersebut memiliki mata pencaharian sebagai petani buah - buahan atau syuran dan tidak jarang pula menjadi peternak.
Dilain tempat bahkan menjadikan Gunung tersebut sebagai tempat wisata seperti kebanyakan gunung di Indonesia yang menjadikan gunung tempat mereka wisata yang menantang dan ajang wisata alam yang memberikan peluang besar bagi penduduk sekitar.
Semisal Gunung Bromo,Merapi,Kelud,dan lain sebagainya.
Namun bagimana jika gunung tersebut bererupsi atau meletus.

Ini merupakan dilema tersendiri bagi mereka yang tinggal di suatu gunung berapi yang aktif dan sering melakukan tindakan erupsi dalam jangka waktu yang pendek.

Setidaknya untuk mencegah hal tersebut menjadi suatu bencana yang dapat memakan korban jiwa maka diperlukan penanganan yang cepat dan lebih baik mempersiapkan dengan lebih dini tentang Erupsi yang bakal terjadi.Walaupun kekuatan alam memang sulit diprediksi namun setidaknya kita telah melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi korban jiwa.
Memantau aktifitas seismik oleh para ahli,melakukan uji coba bencana,dan lain sebagianya adalah tindakan preventif yang dapat dilakukan pemerintah pusat ataupun daerah agar hal buruk tidak terjadi.
Letusan Merapi sebulan yang lalu bisa kita jadikan pengalaman berharga untuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan Erupsi pada gunung lainnya.
Inilah tanggung jwab pemerintah terhadap rakyatnya yang hidup di negeri dengan Sabuk Api Didalamnya.

Artikel Terkait: