Jumat, 04 Maret 2011

Serangan Mujahidin di Dunia Maya Menjadi Ancaman Terbesar Bagi AS

Menurut penjelasan dari para pakar FBI, serangan yang terjadi di dunia maya merupakan salah satu serangan yang sangat membahayakan bagi Amerika Serikat. Serangan itu menempati posisi ketiga paling berbahaya setelah perang nuklir dan senjata pemusnah masal.

Serangan via komputer adalah salah satu jenis serangan yang sangat membayakan. “Ditinjau dari perspektif keamanan nasional, selain senjata pemusnah massal dan jatuhnya bom nuklir pada salah satu kota besar kita.” Demikian di nyatakan oleh asisten direktur Divisi Dunia Maya FBI, Shawn Henry dalam sebuah konferensi yang berlangsung di New York. Ia juga mengatakan bahwa selain senjata nuklir dan senjata pemusnah masal , ancaman terhadap infrastruktur dan ancaman terhadap intelijen serta jaringan komputer adalah salah satu ancaman yang sangat berbahaya yang harus mereka hadapi.

Selain itu, Henry juga mensinyalir bahwa kelompok mujahidin Palestina saat ini tengah berupaya untuk menciptakan serangan 11 September virtual yang akan menyebabkan kerusakan pada seluruh jaringan di Negara kita. Hal ini seperti yang telah terjadi pada tahun 2001 lalu yaitu dengan cara menerbangkan pesawat-pesawat bajakan ke berbagai gedung tinggi.

Strategi perang dengan melakukan penjebolan ke jaringan komputer kini semakin gencar di seluruh dunia dan terbukti sangat ampuh.

Kini para pakar AS tengah sibuk dengan pembahasan menganai masalah “Cybergeddon”, yaitu dimana segala hal penting yang berhubungan dengan komputer atau bahkan yang sepenuhnya dikendalikan oleh komputer di sabotase oleh para hacker.

Sementara itu, deputi sekretaris urusan keamanan umum di Negara Bagian New York, Michael Balboni mengemukakan bahwa serangan para peretas tersebut adalah “ancaman besar yang bergerak di luar sana”, yang mengintai segala aspek, mulai dari perbankan hingga kepada sistem distribusi air bersih dan juga bendungan.

Disinyalir, bahwa para pendukung Palestina kini tengah menyusun serangan bantuan bagi perjuangan mereka, yaitu dengan cara menyerang ratusan laman internet yang dimiliki Israel dalam beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan pengalaman mereka yang telah bertahun-tahun menghadapi serangan para hacker di dunia maya, Biro Penyelidik Federal AS (FBI) dan dinas keamanan negara lainnya mengakui bahwa serangan para hacker merupakan serangan yang sangat berbahaya, inovatif dan sangat sulit untuk ditangkap.

(sumber : syahadat.com)

Artikel Terkait: