Senin, 22 November 2010

KEAJAIBAN ORGAN TANGAN MANUSIA


Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna.

Ciri terpenting tangan adalah kemampuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.

Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, "Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg." Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya.

Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya, tangan memiliki bagian-bagian pembentuk yang lebih kecil di samping otot dan saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan. Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan khusus tangan lainnya adalah tangan tidak pernah kelelahan.

Tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan.
Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai "Tangan Karlsruhe", menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. (harunyahya.com)

Pengembangan alat-alat gerak manusia "bionik", seperti: kaki dan tangan, semakin mendekati tahap sempurnaseiring dengan kemajuan teknologi, pembuatan tangan atau kaki palsu pun juga meningkat. Ada sebuah sistem yang disebut, i-Limb hand, yaitu sebuah tangan bionik yang bisa digerakkan dengan sistem saraf manusia. Walaupun, mungkin gerakan tangan bionik itupun masih agak terbatas, (Demo Tangan Bionik i-Limb, "MENGAGUMKAN" (udaramaya.com) Memang benar tidak ada yang bisa menggantikan sesuatu yang asli TANGAN BIONIK (DISITU.COM)

Diantara anggota tubuh manusia yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala kita. Siapapun orangnya, yang paling dekat dengan berbagai rancangan, rencana yang terdapat di dalam isi kepala adalah tangan, termasuk pemain sepak bola, sepak takraw maupun futsal. Coba kita perhatikan sama-sama! Mulai dari mandi, gosok gigi, berpakaian, menyandang tas, memakai sepatu, makan, menyetir dan seterusnya. Semuanya dilakukan oleh tangan. Dan itu semua berkaitan dengan isi kepala. Kalau kepala sebagai konseptor, maka tangan sebagai eksekutornya/pelaksananya. Petani, pemburu, tukang kebun, pembantu rumah tangga, supir, pedagang, semuanya lebih banyak mengenakan tangan. Pendek kata, tangan termasuk anggota tubuh manusia yang memiliki peran yang amat penting. Apalah jadinya, bila manusia tidak memiliki tangan atau tangannya sudah tidak normal seperti manusia normal lainnya?(arnab)

Artikel Terkait: