Senin, 29 November 2010

SUMBER PENDANAAN WIKILEAKS DI KEBIRI

STOCKHOLM--Setelah pendiri Wikileaks ditolak izin residensinya di Swedia, situs whistleblowing itu kini tak lahi digerojok dana oleh perusahaan yang banyak menangani sumbangan tersebut.

Julian Assange, sang pendiri Wilikeaks, menuding pemerintah Amerika Serikat berada di balik pemotongan pendanaan atas situsnya.Sinyalemen itu terlihat dari gigihnya pemerintah AS di waktu lalu yang meminya Wikileaks menghentikan publikasi atas dokumen rahasia perang Irak namun tak diindahkan situs tak berbayar ini. Pentagon mengatakan kelompok itu telah mempublikasi ratusan ribu dokumen dari database militer dalam operasi di Irak.Tak hanya soal pendanaan, opini miring tentang Wikileaks juga berseliwerang di dunia maya. Dalam posting Twitter, ia mengatakan informasi yang datang dari 'sebuah blog tabloid' yang mengeluarkan sejumlah besar dari informasi palsu tentang situs-nya. Sejauh ini Assange tetap bertekad untuk swadana mengelola situsnya.

Di Swedia, otoritas imigrasi nasional menyampaikan kemunduran bagi upaya Assange untuk mendapatkan perlindungan dari hukum kebebasan media dengan mengumumkan bahwa mereka telah menolak permintaannya untuk residensi.

Juru bicara Dewan Migrasi, Gunilla Wikstrom, menolak untuk menjelaskan mengapa aplikasi Assange itu telah ditolak, mengatakan alasan itu rahasia.

Dugaan perkosaan dan pelecehan seksual telah dibuat oleh dua perempuan Swedia terhadap Assange, yang kemudian disangkalnya. Jaksa belum memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan dalam kasus ini, yang menjadi buah bibir publikasi hampir dua bulan yang lalu. Berbicara secara umum, Wikstrom hanya mengatakan kejahatan yang telah terbukti akan mempengaruhi keputusan Dewan Migrasi, dan Assange memiliki tiga minggu untuk mengajukan banding.REPUBLIKA.CO.ID,

Artikel Terkait: