Jumat, 12 November 2010

KELUARNYA BINATANG MELATA (DABBAH) DARI PERUT BUMI


Keluarnya Binatang Berbicara dari Perut Bumi
Artikel Terkait:
Keadaan Hari Kebangkitan
Keadaan Hari Kiamat Besar (Qubro)
Kiamat Sugro Sudah Dekat

Setelah munculnya Dajjal, Turunnya Nabi Isa AS, munculnya dukhon, dan terbitnya matahari dari barat, sepuluh tanda besar Kiamat berikutnya adalah keluarnya binatang berbicara dari bumi. Masih ada lima artikel berikutnya!

Karena bumi sudah bergoncang begitu dahsyat, itu merupakan tanda dan isyarat bagi daabbah (binatang melata) untuk keluar dari tempat penantiannya. Firman Allah SWT: “Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (QS. An-Naml: 82)

Dalam riwayat Ibnu Abbas ra mengatakan: “Bahwa maksud binatang yang berbicara kepada manusia adalah membeberkan status manusia sebagai orang kafir lalu diberi tanda, dan status orang yang mukmin lalu diberi tanda”.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amru ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tanda-tanda kiamat pertama yang akan terjadi adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, dan keluarnya seekor binatang kepada manusia pada waktu dhuha, yang mana pun di antara dua hal ini duluan terjadi, maka yang keluarnya akan terjadi dalam waktu yang dekat”.

Binatang ini keluarnya pada waktu dhuha, sekitar jam 8 pagi. Keluarnya beriringan dengan terbitnya matahari dari arah barat, mungkin mataharinya duluan baru disusul binatang tersebut. Wallahu a’lam. Dia akan keliling dunia menemui semua manusia. Dia berbicara dan memberi tanda sesuai status mereka.

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka dia akan memberi cap hidung orang kafir dengan tongkat, dan akan memuat terang wajah orang mukmin dengan Cincin. Sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: ‘Makanlah ini wahai orang mukmin, dan makanlah ini wahai orang kafir”.

Dan Allah lebih Mengetahui yang Paling Benar.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar