Senin, 29 November 2010

WIKILEAKS SIAP RILIS 15 RIBU DOKUMEN RAHASIA

LONDON--Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, Kamis menyatakan situsnya sedang mempersiapkan untuk melepaskan lagi sekitar 15 ribu dokumen mengenai perang di Afghanistan. "Kami sudah melewati setengah jalan lebih," katanya pada wartawan di London, Inggris. "Ini adalah proses yang sangat mahal." Kawat diplomatik yang dibocorkan sebagian besar adalah komunikasi harian antara Departemen Luar Negeri dan 270 kedutaan besar dan konsulat.

Pentagon pada Kamis memperingatkan WikiLeaks soal dokumen-dokumen rahasia mereka yang telah diterbitkan sebelumnya. "Ini merupakan kumpulan kesalahan yang telah menempatkan kehidupan terlalu banyak dalam risiko," kata Geoff Morrell, sekretaris asisten deputi pertahanan untuk urusan publik.
"Hanya satu cara bertanggung jawab atas tindakan bagi mereka, yaitu segera menghapus semua dokumen yang dicuri dari situs web mereka dan menghilangkan semua bahan diklasifikasikan dari komputer mereka," katanya. "Jika mereka mempublikasikan dokumen tambahan setelah mendengar keprihatinan kita tentang bahaya yang akan mencelakakan pasukan, sekutu, dan warga sipil Afghanistan yang tidak bersalah, maka sungguh itu sebuah langkah yang sangat tidak bertanggung jawab."

Tapi Assange mengatakan dia "benar-benar" berkomitmen untuk terus membuka kebohongan perang Afghanistan dengan merilis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan hal itu. "Setiap kali kita mengambil salah satu organisasi besar, mereka mencoba dan mencoba untuk menemukan berbagai cara untuk mengkritik kami, dan mungkin ada beberapa kritik yang sah dalam hal ini," katanya. "Tapi kami berusaha keras untuk tetap kembali dengan menerbitkan beberapa materi."

Assange sebelumnya mengatakan situs webnya memiliki 15 ribu dokumen tambahan yang ingin segera diterbitkan. Namun, ada sejumlah pertimbangan karena dapat membahayakan orang-orang yang disebutkan namanya.REPUBLIKA.CO.ID,
Red: Siwi Tri Puji B

Artikel Terkait: