Jumat, 12 November 2010

KEMUNCULAN DAJJAL (2)


Artikel terkait:
Munculnya Dajjal (1)
Kabut Asap/Dabbah sebelum Hari Kiamat
Matahari Terbit di Barat
Segitiga Bermuda Tempat Dikurungnya Dajjal

“Kapan saja Dajjal akan muncul, maka sesungguhnya dia pasti akan datang dan mengaku dirinya “Allah”. Barangsiapa beriman kepadanya, mempercayai dan mengikutinya, maka amal sholeh yang telah dilakukan tidak bermanfaat baginya. Sedang barangsiapa mengingkari dan mendustakannya, maka dia tidak akan dihukum atas perbuatan apa pun yang telah dilakukan di masa lalu. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal akan menjelajahi seluruh Bumi, selain Tanah Haram dan Baitul Maqdis. Dan sesungguhnya orang-orang mukmin yang dikepung di Baitul Maqdis akan digoncangkan dengan goncangan yang hebat.” (HR. Ahmad). Ada cerita favorit tentang ini yang akan diterbitkan di lain waktu, insya Allah.

Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana dalam beberapa hadits agar manusia mengetahuinya dan berhati-hati terhadapnya, sehingga apabila kelak ia muncul maka orang-orang mukmin dapat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya. Dajjal adalah manusia biasa yang juga keturunan Nabi Adam yang mana juga akan dibunuh oleh Nabi Isa AS dengan cara yang biasa pula.

Sifat-sifat inilah yang membedakannya dari manusia lainnya sehingga tidak tertipu olehnya kecuali orang yang jahil yang bakal celaka. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

Wujud dan Sifat Dajjal

Dia adalah seorang muda yang berkulit merah, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa', ra' secara terpisah, atau tulisan "kafir" secara bersambung / berangkai, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak.

Kami menemukan lebih dari tujuh hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri tersebut, yang juga merupakan dalil akan munculnya Dajjal. Kesemuanya intinya sama, kami pilihkan berikut ini:

1. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebut-nyebut Dajjal di hadapan orang banyak, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta. Sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul. " [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 59].

2. Dalam hadits Imron bin Husein Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak ada makhluk yang lebih besar[3] daripada Dajjal. " [Shahih Muslim 18: 86-87].

Dajjal keturunan dari benih yang sangat kotor
Ayah Dajjal berbadan tinggi, tidak gemuk, yang dilahirkan dari perbuatan zina antar muhrim; ibunya berbadan gemuk dengan payudara yang sagat besar, dilahirkan dari hasil perbuatan zina antar muhrim juga. Mereka sebagai penyembah berhala berbentuk sapi betina liar, dan sudah 30 tahun berumah tangga tetapi belum juga mendapatkan anak. Pada suatu hari di saat mereka memberikan persembahan kepada berhala sambil mengajukan permohonan terus agar dikaruniai anak, tiba-tiba terdengar suara (setan) dari berhala tersebut: bahwa dia sudah meridhoi keduanya untuk mempunyai anak. Jika persembahannya makin banyak, nanti akan diberikan anak laki-laki, tetapi kalau sedikit, nanti anaknya perempuan. Maka rajinlah mereka memberikan persembahan kepada berhala; sementara mereka juga rajin melakukan hubungan suami-istri, sampai-sampai waktu menstruasi pun mereka tetap melakukannya.

Dengan takdir Allah terjadilah pembuahan ketika dalam keadaan menstruasi; bertemulah campuran sperma dan ovum dari unsure manusia dengan syahwat yang penuh kejahatan dari bayi yang akan dilahirkan, yaitu Dajjal Laknatullah; rupa dan posturnya penuh keburukkan, perangai dan perbuatan sangat tercela, dan bibitnya berasal dari kenajisan. Diriwayatkan oleh al-Hafidz Ibnu Jabir ath-Thabrani dari sahabat Ibnu Abbas ra berkata: “Al-Mukhonnas itu adalah anak-anak jin”. Seseorang bertanya kepadanya: “Bagaimana bisa begitu?” Ibnu Abbas menjawab “Sesungguhnya Allah SWT dan Rasul-Nya melarang seorang laki-laki mencampuri istrinya dalam keadaan menstruasi. Kalau dia melakukannya, maka setan akan mendahuluinya. Dan jika istrinya itu jadi hamil, maka anak yang lahir adalah al-Mukhannas”. Jika anda ingin melihat profil lengkapnya, bisa klik disini

Berapa lama Dajjal tinggal di bumi?
Dalam riwayat Imam Muslim dari sahabat an-Nuwwas bin Sam’an ra berkata: Rasulullah SAW pernah menceritakan perihal Dajjal pada suatu pagi (di antara cerita yang panjang dikatakan): “Dia akan keluar dari dalam celah di perbatasan antara Syam dan Iraq (di sekitar Isfahan, lalu dia merusak ke kanan dank e kiri. Hai hamba-hamba Allah, teguhkanlah hatimu! Kami bertanya: Ya Rasulullah, berapa lama dia tinggal di Bumi? Beliau menjawab: 40 hari. Sehari yang pertama sama dengan setahun, lalu sehari yang kedua seperti sebulan, lalu sehari yang ketiga seperti sejum’at (seminggu), lalu hari-hari berikutnya seperti hari-hari biasa. Kami bertanya: Ya Rasulullah, pada hari yang seperti setahun itu, apakah kami cukup melakukan sholat seperti satu hari biasa? Tidak! Jawab Beliau, tetapi bagilah hari itu dengan ukuran hari-hari biasa”.

Intinya Dajjal akan muncul dan berada di Bumi selama satu tahun dua setengah bulan hitungan masehi. Dajjal dalam waktu 40 hari dengan 3 harinya yang tidak normal = 1 tahun 2 setengah bulan waktu kita, akan mampu menjelajahi seantero Bumi. Tidak ada satu negeri pun yang terlewati, semuanya akan disesatkan olehnya kecuali yang imannya dijaga oleh Allah SWT.

Kecepatan Dajjal telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Nawwas bin Sam’an ra berkata: “Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat; “Bagaimana kecepatan jalannya (Dajjal)? Beliau menjawab: “Seperti kecepatan awan hujan yang ditiup angin”.

Cobaan dan Ujian untuk Manusia
Surganya Dajjal adalah nerakanya Allah, dan Nerakanya Dajjal adalah surganya Allah. Imam Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah dan Al-Hakim meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dan di antara fitnah-fitnahnya adalah bahwa dia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan. Dan dia memerintahkan Bumi untuk tumbuh, maka tumbuhlah dia. Dan di antara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ketika ia melalui sebuah negeri kemudian penduduk negeri tersebut mendustakannya, maka tidak ada satu binatang ternak pun yang tidak musnah di situ. Dan di antara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ketika ia melewati sebuah negeri kemudian mereka membenarkannya, maka ia pun memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan. Dan dia memerintahkan Bumi untuk tumbuh, maka tumbuhlah ia, sehingga sejak hari itu binatang menjadi paling gemuk dan paling besar dari masa-masa yang telah berlalu, paling besar lambungnya dan paling melimpah susunya.”

Cobaan dan ujian untuk manusia, khususnya umat Islam belum kunjung selesai; setelah tiga tahun berturut-turut mengalami paceklik dan kelaparan paling hebat, memasuki malam dan siang yang sangat panjang, datanglah Dajjal dengan segala fitnah dan syubhatnya untuk melepaskan sisa-sisa iman seseorang. Yang lulus melalaui masa super sulit, belum tentu lulus menghadapi sihir dan kehebatan Dajjal dengan segala syubhat-syubhatnya.

Kita harus serukan kepada seluruh umat Islam yang akan sempat menyaksikan kemunculan Dajjal dengan segala macam kehebatannya, jangan sampai terkecoh walaupun diming-imingi gemerlapnya dunia ketika saat itu dunia sedang mengalami krisis dan paceklik yang sangat amat hebat, tolak saja apa pun resikonya. Bagi yang lulus dari tipuan dan ancaman Dajjal, dia akan mendapatkan keadaan dan kenikmatan yang jauh lebih baik dan kekal dari apa yang diberikan kepada pengikut Dajjal.

Kiat Perlindungan Diri dari Dajjal
Di dalam sholat baik wajib maupun sunah, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mengajarkan kepada umat Islam untuk memohon perlindunganNya di awal dan akhir sholat. “Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu terlebih dahulu mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk.” (QS An-Nahl:98)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu bertasyahhud maka hendaklah ia memohon perlindungan pada Allah dari empat hal dengan mengucapkan: (Artinya = Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan pada-Mu dari siksa neraka jahannam, siksa kubur, cobaan hidup dan mati, dan dari fitnah dajjal)." Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat Muslim disebutkan: "Jika seseorang antara kamu telah selesai dari tasyahhud akhir." (HR. Bukhari Muslim).

Bersembunyi atau lari dari kejahatan Dajjal. “Sungguh orang-orang akan berlarian ke gunung-gunung untuk menjauhkan diri dari kejahatan fitnah Dajjal”. (HR. Muslim, Ahmad, dan Turmudzi).

Membaca sepuluh ayat awal surat al-Kahfi. “Barangsiapa di antara kalian melihat Dajjal (terpergok), hendaklah ia membaca awal surat al-Kahfi”. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Majjah).

Jangan merasa mentang-mentang kuat iman ingin menghadapi Dajjal. "Barangsiapa mendengar nama Dajjal (ketika beraksi), hendaklah dia berlari dan berpaling darinya, karena demi Allah, apabila ia menemuinya sementara dia mengira bahwa dirinya adalah seorang mukmin, maka ia akan mengikutinya dengan segala syubhat kebatilan yang Dajjal timbulkan". (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim).

Jangan sekali-sekali menerima tawaran dan pemberian Dajjal. Di saat semua penduduk Bumi mengalami kelaparan dan kehausan yang sangat hebat karena adanya kemarau berkepanjangan selama tiga tahun berturut-turut, tiba-tiba Dajjal muncul bak dewa penyelamat. Dia membawa bergunung-gunung roti dan daging serta air segar yang melimpah, dia tawarkan kepada siapa saja yang mau. Maka inginlah semua orang untuk menerima bantuan tersebut, kecuali orang-orang yang kuat iman.

Catatan: di internet banyak kabar sudah muncul Dajjal seperti Sai Baba dan Bayi bermata satu yang lahir di Israel. Sai Baba memang berambut keriting & memiliki kemampuan mendatangkan hujan, tapi bermata dua. Kami berpendapat dia bukanlah Dajjal, mungkin kroninya. Bayi naas yang bermata satu itu juga kebetulan sekali lahir di Israel, identik dengan kerajaan Dajjal. Kami kira dia juga bukan. Waallahualam...

Ada satu hadits yang bisa menuntun kita melacak dari mana Dajjal akan muncul untuk pertama kali di akhir zaman nanti. "Ketahuilah bahwa dia (Dajjal) berada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak! Bahkan dia akan datang dari arah timur, apa itu arah timur? Apa itu arah timur? Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya menunjuk ke arah timur". (HR. Muslim)

Artikel Terkait: