Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Jumat, 12 November 2010

TERBITNYA MATAHARI DI UFUK BARAT (2)

Artikel terkait:
Keluarnya Ya'Juz dan Ma'Juz (1)
Munculnya Dajjal (1)
Kabut Asap/Dabbah sebelum Hari Kiamat
Keluarnya Binatang Melata

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Tidaklah akan datang kiamat, sehingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Apabila matahari telah terbit dari barat, maka orang-orang pun melihatnya, lantas mereka beriman seluruhnya. Maka saat itulah iman seseorang tidak lagi bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa berimannya."

Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawih dari Abdullah bin Abu Aufa ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Pada suatu saat mereka sholat subuh, dan setelah itu mereka duduk menanti datangnya pagi. Pada saat mereka duduk itulah matahari terbit dari arah barat, spontan keadaan manusia kala itu kacau balau dan kalang kabut kebingungan. Dan ketika matahari naik sudah mencapai tengah langit, maka matahari kembali ke tempat terbitnya semula.

Lalu Rasulullah bersabda lagi: pada saat itulah iman seseorang tidak berguna untuk dirinya sendiri, bila sebelumnya mereka belum beriman".

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Dzar al-Ghifari ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu, kemanakah perginya matahari pada waktu itu? Mereka (para sahabat) menjawab: Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Beliau bersabda: Sesungguhnya matahari ini terus berjalan hingga sampai di tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu tunduk bersujud. Maka tak henti-hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya: Bangkitlah, kembalilah ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu ia tunduk bersujud. Maka tak henti-hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya: Bangkitlah, kembalilah ke tempat dari mana engkau datang tadi.

Lalu ia kembali dan terbit lagi dari tempat terbitnya. Lalu ia berjalan lagi dengan tiada seorang pun mengingkarinya, hingga sampai di tempat menetapnya di bawah Arsy. Kemudian dikatakan kepadanya: Bangkitlah, dan terbitlah dari tempat tenggelammu. Lalu ia terbit dari tempat tenggelamnya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Tahukah kamu, kapankah hal itu terjadi? Yaitu ketika iman seseorang tidak bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya".

Dengan kata lain, saat itu adalah saat Taubat tidak lagi diterima. Atau tidak berguna lagi orang-orang yang tadinya non-muslim menjadi masuk Islam karena kejadian itu. Waallahualam. Ayo kita usahakan kebaikan dalam masa iman kita.

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post