Jumat, 12 November 2010

BANGSA YA'JUZ DAN MA'JUZ (2)


Keluarnya Bangsa Ya'juj-Ma'juj
Artikel terkait:
Keluarnya Ya'Juz dan Ma'Juz (1)
Munculnya Dajjal (1)
Kabut Asap/Dabbah sebelum Hari Kiamat
Matahari Terbit di Barat

Bab ini adalah bab terakhir pembahasan kita tentang Sepuluh Tanda Besar Kiamat. Klik di sini untuk membaca artikel sebelumnya / memilih yang lainnya. Ya'juj dan Ma'juj dari bangsa manusia. Dahulu kala mereka juga hidup seperti manusia lain, tetapi karena kegemaran mereka membuat keonaran dan kejahatan di muka bumi, akhirnya oleh Raja Dzul Qarnain dikurung di balik dinding yang terbuat dari besi dan tembaga, sehingga tidak bisa mengganggu bangsa lainnya

Jumlah mereka sangatlah banyak, akan tetapi mengapa mereka tidak kelihatan? Itulah yang menjadi pertanyaan kita selama ini. Waallahu 'alam. Yang jelas di akhir zaman mereka akan keluar beramai-ramai menyerbu dan membuat kerusakan di dunia kita ini. Firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an:

"Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 96-97)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil."

Ini adalah gambar bangsa Troll dalam cerita-cerita fiksi karangan orang Barat. Mungkinkah orang Barat sudah bisa membayangkan Ya'juj Ma'juj. Waallahu 'alam. Yang jelas mereka pasti lebih menakutkan dari gambar ini.


Rasulullah bersabda, “…Mereka (Ya’juj Ma’juj) merambah bumi. Orang-orang muslim berlindung ke kota-kota dan benteng-benteng untuk menghindari mereka . Mereka merampok hewan-hewan kaum muslim. Mereka meminum air-air di bumi, sampai sebagian mereka melewati sebuah sungai dan meminum airnya hingga kering, lalu lewat orang-orang setelah mereka dan berkata, ‘Dulu disini pernah ada air.’ Kemudian ketika tidak ada lagi yang tersisa kecuali satu orang di benteng atau di kota, seseorang dari mereka berkata, ‘Penduduk bumi sudah kita habisi, tinggal penduduk langit.’ Lalu salah seorang mengambil senjata dan melemparkannya ke langit, lalu senjata itu kembali dengan darah yang mengandung bala dan fitnah. Ketika mereka dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan ulat-ulat ke leher mereka, sehingga mereka mati tidak berdaya…” (Silsilah al-Hadits ash-Shahihah, IV/1793, Syaikh al-Albani menghasankan).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Turmudzi dari Nuwwas bin Sam'an ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Fitnah dan kejahatan mereka sangat besar dan menyeluruh, tidak seorang manusia pun mampu mengatasinya. Sehingga ketika mereka telah keluar, maka Allah SWT berfirman kepada Isa bin Maryam: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (yaitu bangsa Ya'juj Ma'juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapa pun, maka hendaklah kamu mengungsikan hamba-hambamu (kaum muslimin) ke bukit Thursina". Dan di sana terkepunglah Nabiyullah Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini. Kemudian Nabi Isa bersama para sahabatnya menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkal pun dari tanah di bumi, kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk Ya'juj Ma'juj. Kemudian Nabi Isa bersama para sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT, maka Allah mengutus burung (raksasa) yang akan membawa mereka. Kemudian Allah menurunkan mayat mereka sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumah pun di kota atau di kampung, maka hujan itu membasahi bumi, sehingga menjadi seperti sumur yang penuh."

Setelah terbunuhnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj oleh tentara Allah yang berupa ulat, dan dibersihkan mayat-mayatnya oleh burung raksasa, maka bumi menjadi sangat subur dan berkah, umat manusia bisa mengambi hasil bumi sepuasnya. Kemudian tiba masanya Nabi Isa meninggal dunia.

Imam al-Qurtubhi berkata: "Ketika Isa bin Maryam meninggal dunia, Alloh mengizinkan angin dingin (lembubu) dari arah Syam, yang mengambil roh orang-orang mukmin dan muslim dari bawah ketiak mereka dan menggenggamnya, sehingga yang tertinggal hanyaa orang-orang jahat; keadaan mereka hiruk pikuk dan tidak menentu seperti keledai, lalu kiamat melanda mereka."

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ABu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengirimkan angin dari Yaman yang lebih lembut daripada sutera, ia tidak akan melewati seseorang pun yang di hatinya masih memiliki keimanaan meskipun sebesar biji sawi atau atom melainkan Dia ambil semua (nyawanya)."

Nampaknya sampai di sinilah umur umat Islam; bagi yang masih hidup pada saat itu biarpun hanya memiliki iman sangat tipis, karena sudah berjuang mati-matian mempertahankan imannya ketika menghadapi Dajjal dan cobaan-cobaan berat lainnya, akan diberi kemudahan dalam menghadapi maut. Malaikat Maut berkeliling dunia menjumpai seluruh umat Islam bersama angin semilir nan lembut. Setiap melewati di bawh ketiaknya, maka tercabutlah nyawa dengan tenangnya, walaupun mereka berada di tempat persembunyian yang terpencil.

Terhapusnya Islam, Hilangnya Al Quran & musnahnya orang-orang shaleh
Rasulullah bersabda, “Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju, sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu shalat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayatpun, dan yang tersisa adalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang mengatakan, ‘Kami melihat orangtua kami mengatakan laa ilaha illallah, maka kami pun mengatakannya.” (HR: Ibnu Majah da Hakim, shahih sesuai syarat Muslim).

Manusia kembali kepada kejahiliyahan & penyembahan berhala.
Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari di hadapan Dzulkhilshah, yaitu berhala yang disembah di zaman jahiliyah.” (HR: Bukhari dan Muslim).



Setelah semua umat Islam diambil nyawanya dengan tanpa rasa sakit, tinggallah manusia-manusia yang paling buruk akhlak dan jahat perilakunya. Mereka bak hewan keledai yang hiruk pikuk teriak ke sana ke mari, perilaku mereka persis seprti hewan, berzina di sembarang tempat. Orang-orang seperti itulah yang akan merasakan dan mengalami dahsyatnya kiamat kubro!

Referensi: Buku "Proses Berakhirnya Dunia" dan artikel-artikel terkait lainnya.

Maka berakhir jugalah artikel-artikel kami tentang Kiamat. Pembahasan Berkala berikutnya insyaAllah adalah tentang "Hidup Sesudah Mati."

Artikel Terkait: