Sabtu, 12 Februari 2011

HUBUNGAN EKONOMI INDONESIA DAN ISRAEL

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah 28]

Saat itu perekonomian kota Mekkah dipegang oleh orang2 kafir. Namun Allah memerintahkan Nabi agar mengusir orang2 kafir dari Mekkah.. Ummat Islam takut bahwa perekonomian terganggu dan mereka jadi miskin. Karena itu turun ayat tsb.


Saat ekonomi dikuasai orang kafir (katanya investor), kita merasa bangga, padahal tujuan mereka adalah memiskinkan kita. Segala kekayaan alam kita dirampas sehingga meski secara teori negeri kita kaya, tapi rakyat kita miskin.

Arab Saudi, Iran, Qatar, Kuwait, Malaysia yang lebih independen dari Indonesia kenyataannya lebih makmur daripada Indonesia.

Sebetulnya dominasi Yahudi AS di Indonesia sudah sangat kental dan berlangsung cukup lama. Cuma umat Islam saja banyak yang tidak sadar atau tidak tahu.

Dari link2 di bawah, ternyata perusahaan2 migas asing seperti Exxon Mobil, Chevron, Conoco, Amoco, BP, Arco, dsb merupakan pecahan dari Standard Oil yang dimiliki oleh Rockefeller. Rockefeller ini ditengarai sebagai antek Yahudi dan pemikirannya sejalan dengan Zionis. Perusahaan2 “Yahudi AS” (jika berita link di bawah benar) menguasai 90% migas di Indonesia.

Termasuk juga Pertamina, jika anda search di google, untuk kata pertamina, maka Israel adalah lokasinya.









Freeport adalah wadah di mana mantan Menlu AS Henry Kissinger menguras emas, perak, dan tembaga Papua, mendapatkan puluhan trilyun (dan mungkin sebetulnya ratusan trilyun) per tahun dari kekayaan alam Indonesia. Hebatnya lagi, untuk mendapat 10% saham perusahaan tsb Indonesia harus bayar mahal. Padahal mereka mendapatkan tanah milyaran meter per segi berikut emas, tembaga, perak secara “Gratis” dari Indonesia.

Negara-negara lain seperti Malaysia, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, Iran, Norwegia, dsb cukup waras untuk menguasai kekayaan alam mereka lewat BUMNnya sehingga rakyat mereka makmur sejahtera.

Perusahaan rokok Phillips Morris (pemegang rokok Marlboro dan Sampoerna) juga mengeruk ratusan trilyun rupiah dari rakyat Indonesia.

Freeport Mc Moran juga ternyata satu perusahaan Yahudi yang mengeruk emas, perak, dan tembaga di Papua. Henry Kissinger, mantan Menlu AS, yang merupakan salah satu Direkturnya. Diperkirakan dari gunung Grassberg saja, Freeport bisa mendapatkan US$ 50 milyar (Rp 500 trilyun!). Perusahaan pertambangan lainnya adalah Rio Tinto, BHP Billiton, dsb.

Dari link di bawah saya lihat ummat Kristen ada yang menyadari bahwa Yahudi dengan kekuatan bisnisnya menghancurkan perusahaan2 mereka.

Saya pelajari sekilas Presiden Bank Dunia, ternyata (apakah kebetulan?) mayoritas Yahudi semua dari Presiden pertama Eugene Meye, hingga presiden2 terakhir seperti: Lewis T. Preston, James Wolfensohn, Paul Wolfowitz, Robert Zoellick.

Ada pun John J McCloy dan Robert McNamara meski bukan Yahudi namun sangat dekat dengan Zionis Yahudi. Bahkan McNamara-lah yang menjerumuskan AS ke dalam perang Vietnam. Beberapa dari Presiden Bank Dunia tersebut terlibat aktif di bidang politik. Paul Wolfowitz sebagai contoh adalah zionis Yahudi ekstrim yang menjerumuskan AS ke dalam perang Iraq.

Jadi hubungan indonesia yahudi ini sudah terjalin sangat baik selama ini, tentu saja baik bagi pihak yahudi dan buruk bagi negara kita. Ibaratnya sekarang ekonomi kita sudah tekor dan bahkan mungkin bisa disebut bangkrut, karena hampir seluruh kekayaan alam yang ada di negeri ini sudah diboyong ke negara mereka sementara kita yang menanggung limbah dan kerusakan alam yang disebabkan kegiatan ekploitasi mereka disini cuma bisa gigit kaki. Disamping mereka juga menjajah negeri ini dari sisi tenaga kerja yang diperas keringatnya untuk menjalankan bisnis kotor mereka selama di negeri ini. Dan herannya, dengan kondisi seperti ini pemerintah kita malah merasa bangga, akibat banyaknya investasi yang ditanamkan di negeri ini, dan menganggap ini adalah bagian dari hubungan bilateral yang amat baik. Padahal sebenarnya mereka hanya menginginkan kita terus menjadi bangsa yang miskin.

Salah satu bukti nyata kita sudah merasa bangga dengan keberadaan penjajah yahudi ini dinegeri kita adalah kita juga ikut-ikutan menghakimi seorang ulama besar asal jawa timur, Ngruki Abu Bakar Ba'Asyir yang jelas-jelas dia adalah seorang islam, pun tujuannya untuk mengusir penjajah yahudi dari negeri ini, tapi dengan alasan mengganggu invesrtasi maka ia harus di hukum mati. Beliau akan didakwa dengan 7 pasal berlapis dan salah satunya atas tuduhan Terorisme, nah menurut anda sebenarnya siapa yang melakukan teror di negeri ini? yahudi atau ulama ini? kita benar-benar sudah dibutakan mata hati. Membunuh saudara sendiri itu memang kejam, tetapi jika kita juga berlaku membiarkan saudara kita memakan bangkai saudaranya sendiri karena kemiskinan, tidak ada bedanya.

Artikel ini tidak bermaksud membenarkan tindakan keji siapapun, tapi hanya mengajak bahwa marilah kita melihat lebih dalam dan lebih jauh ke depan, bahwa bangsa kita ini tidaklah sedemikian naifnya untuk mau dijajah kembali.

source:
http://kabarislam.wordpress.com/2010/05/11/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/

Artikel Terkait: