Selasa, 15 Februari 2011

Rakyat Mesir Tidak Mengakui Zionis Israel

Setelah lengsernya Mubarak dari pemerintahan Mesir, para demonstran pro-demokrasi mendesak negara manapun untuk tidak mengintervensi dan mencampuri urusan dalam negeri mesir di masa mendatang.

Para demonstran menolak untuk meninggalkan jalan-jalan sejak hari Jumat, ketika Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir. Mereka mendesak para pemimpin militer untuk segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. Demikian dilaporkan wartawan Press TV dari Kairo.

“Kami tidak bersama Amerika atau negara lain. Kami dapat mengatasi masalah kami sendiri. Kita tidak butuh Amerika, Perancis atau rezim Zionis Israel. Kami telah membuktikan bahwa kami memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Jika Amerika membutuhkan bantuan, kami dapat membantu mereka. Kami lebih besar dari AS,” tegas demonstran.

Para demonstran juga meminta pemerintah untuk tidak merusak masa depan legitimasi dengan mengakui Israel.

“Saya tidak berpikir bahwa Israel adalah sebuah negara. Saya tidak yakin itu. Israel hanya penjajah. Saya pribadi sebagai rakyat Mesir, tidak mengakui eksistensi Israel. Saya tidak mengakui negara Arab yang berhubungan dengan Israel atau bekerjasama dengan Zionis,” ujar seorang demonstran.

“Kami tidak dengan Amerika. Kami adalah bangsa Mesir dan kita bisa memutuskan nasib kita sendiri. Kami tidak mengakui negara asing yang menyatakan bahwa mereka akan memutuskan nasib Mesir. Hanya kami yang memutuskannya,” kata demonstran lain.

Artikel Terkait: