Minggu, 07 November 2010

ALASAN BAHASA ARAB SULIT DIPELAJARI

Bahasa Arab memang diakui paling sulit dipelajari dibanding bahasa-bahasa lain di dunia. Ternyata penyebabnya memang ada di otak, yang menjawab kenapa bahasa Arab sulit sekali dipelajari?

Ilmuwan dari Israel telah berhasil mengidentifikasi penyebab mengapa sangat sulit belajar bahasa arab. Tim dari University of Haifa menuturkan jika biasanya orang menggunakan kedua sisi otaknya untuk mulai membaca suatu bahasa, tapi pada bahasa Arab hanya digunakan sisi otak bagian kiri saja. Hal ini disebabkan bagian otak kiri ini bekerja lebih baik dalam hal membedakan sesuatu secara detail.

Ketika seseorang membaca bahasa Arab, maka orang tersebut harus bekerja keras untuk mengetahui huruf apa yang harus dihilangkan dan huruf apa yang harus diucapkan. Hasil temuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Neuropsychology.

"Karakteristik tertentu dari bahasa Arab membuat seseorang sulit untuk melibatkan belahan otak sebelah kanan. Padahal ketika seseorang akan memulai sesuatu yang baru, ada banyak bagian otak sebelah kanan yang dilibatkan," ujar pemimpin penelitian, Profesor Zohar Eviatar, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (6/9/2010).

Para peneliti melibatkan 40 siswa universitas, beberapa diantaranya hanya bisa berbicara dalam bahasa Ibrani sementara beberapa orang lainnya mampu berbicara dan menulis bahasa Arab dengan baik.

Tim peneliti mengukur seberapa cepat dan akurat partisipan mencoba untuk memisahkan huruf-huruf yang terpisah. Pertama-tama partisipan diberikan bahasa Ibrani lalu kemudian diberikan bahasa Arab. Semua partisipan bisa membaca bahasa Ibrani dengan baik dan menggunakan kedua belahan otak kiri dan kanan, begitu juga halnya dengan bahasa Inggris.

Tapi ketika diberikan bahasa Arab, maka hanya otak bagian kiri saja yang memberitahu mengenai pemisahan huruf arab tersebut. Hal ini membuat para peneliti ingin menyelidiki lebih jauh mengapa bagian otak sebelah kanan tidak bekerja.

"Ini disebabkan karena belahan otak bagian kanan akan lebih peka terhadap aspek-aspek global mengenai apa yang dilihatnya, sedangkan belahan otak kiri akan lebih peka terhadap fitur-fitur yang 'lokal' atau lebih detail," ujat Prof Eviatar.

Tim peneliti menambahkan ketika seseorang mencoba melihat huruf Arab dengan belahan otak kanan, maka otak akan menjawabnya secara acak dan tidak bisa membedakan huruf demi huruf. Hal ini yang membuat seseorang sering melakukan kesalahan ketika mulai mencoba membaca bahasa arab.

Kini peneliti ingin mengetahui bagaimana caranya mengajarkan bahasa Arab dengan lebih baik bagi anak-anak. Salah satunya mungkin dengan mulai mempelajari hal-hal yang kecil dan tidak wajar secara detail. Lama kelamaan hal ini diharapkan bisa membantu mengaktifkan belahan otak bagian kirinya.

Artikel Terkait: