Bahasa Arab memang diakui paling sulit dipelajari dibanding bahasa-bahasa lain di dunia. Ternyata penyebabnya memang ada di otak, yang menjawab kenapa bahasa Arab sulit sekali dipelajari?
Ilmuwan dari Israel telah berhasil mengidentifikasi penyebab mengapa sangat sulit belajar bahasa arab. Tim dari University of Haifa menuturkan jika biasanya orang menggunakan kedua sisi otaknya untuk mulai membaca suatu bahasa, tapi pada bahasa Arab hanya digunakan sisi otak bagian kiri saja. Hal ini disebabkan bagian otak kiri ini bekerja lebih baik dalam hal membedakan sesuatu secara detail.
Ketika seseorang membaca bahasa Arab, maka orang tersebut harus bekerja keras untuk mengetahui huruf apa yang harus dihilangkan dan huruf apa yang harus diucapkan. Hasil temuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Neuropsychology.
"Karakteristik tertentu dari bahasa Arab membuat seseorang sulit untuk melibatkan belahan otak sebelah kanan. Padahal ketika seseorang akan memulai sesuatu yang baru, ada banyak bagian otak sebelah kanan yang dilibatkan," ujar pemimpin penelitian, Profesor Zohar Eviatar, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (6/9/2010).
Para peneliti melibatkan 40 siswa universitas, beberapa diantaranya hanya bisa berbicara dalam bahasa Ibrani sementara beberapa orang lainnya mampu berbicara dan menulis bahasa Arab dengan baik.
Tim peneliti mengukur seberapa cepat dan akurat partisipan mencoba untuk memisahkan huruf-huruf yang terpisah. Pertama-tama partisipan diberikan bahasa Ibrani lalu kemudian diberikan bahasa Arab. Semua partisipan bisa membaca bahasa Ibrani dengan baik dan menggunakan kedua belahan otak kiri dan kanan, begitu juga halnya dengan bahasa Inggris.
Tapi ketika diberikan bahasa Arab, maka hanya otak bagian kiri saja yang memberitahu mengenai pemisahan huruf arab tersebut. Hal ini membuat para peneliti ingin menyelidiki lebih jauh mengapa bagian otak sebelah kanan tidak bekerja.
"Ini disebabkan karena belahan otak bagian kanan akan lebih peka terhadap aspek-aspek global mengenai apa yang dilihatnya, sedangkan belahan otak kiri akan lebih peka terhadap fitur-fitur yang 'lokal' atau lebih detail," ujat Prof Eviatar.
Tim peneliti menambahkan ketika seseorang mencoba melihat huruf Arab dengan belahan otak kanan, maka otak akan menjawabnya secara acak dan tidak bisa membedakan huruf demi huruf. Hal ini yang membuat seseorang sering melakukan kesalahan ketika mulai mencoba membaca bahasa arab.
Kini peneliti ingin mengetahui bagaimana caranya mengajarkan bahasa Arab dengan lebih baik bagi anak-anak. Salah satunya mungkin dengan mulai mempelajari hal-hal yang kecil dan tidak wajar secara detail. Lama kelamaan hal ini diharapkan bisa membantu mengaktifkan belahan otak bagian kirinya.
Minggu, 07 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN
Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...
Popular Post
-
Ada berapa banyak perusahaan milik Yahudi yang ada di Indonesia? mungkin anda adalah salah satu penggemar beratnya dan mungkin juga ta...
-
APA itu aliran kebathinan atau aliran kepercayaan yang belakangan ini ramai diperbincangkan netizen di dunia maya, karena akhirnya alir...
-
Korupsi di negeri kita benar-benar sudah sangat parah karena sudah jadi kerak yang susah sekali di kikis, hampis semua sistem tatanan berneg...
-
Istilah “penampakan” kian akrab di telinga masyarakat kita akhir-akhir ini. Bagaimana pandangan syariat menyoroti hal ini? Bagaimana pula de...
-
Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Muhammad al-Mahdī, Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang muslim berusia muda yang aka...
-
rmol.co NEGARA tengah sekarat, kehidupan ekonomi rakyat juga semakin susah. Dalam 6 bulan terakhir daya beli masyarakat jatuh secara beruntu...
-
Tanbihun – Melanjutkan pembahasan tentang Definisi Hukum Syara’, Akal dan Adat , diteruskan dengan penjelasan definisi Ahkamul khamsah atau ...
-
Ada 30 hal yang ditabukan di negara iran, kesemuanya berhubungan dengan gaya hidup, hubungan seksual, dunia hiburan, perayaan, kuliner haram...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar