Kamis, 04 November 2010

ISTILAH KEGUNUNG-APIAN

Artikel Terkait:
Perintah Al Quran pada Gunung
Pergerakan Gunung Meletus
Gunung yang ikut aktif bersama Merapi
Gunung Api Paling Aktif di Dunia

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

1. AWAN PANAS
Awan panas (jw. wedhus gembel) = "glowing cloud" = "nuee ardante", Awan panas adalah produk erupsi gunung api yang berupa semburan awan bersuhu tinggi (bisa mencapai 500 C atau lebih), komposisi utamanya adalah gas, uap air, dan material padat debu atau lapili. Awan panas ini bisa disemburkan vertikal membentuk kolom atau tiang, bisa disemburkan lateral sehingga mengalir dengan kecepatan amat tinggi di permukaan tanah. Kerusakan yang ditimbulkan amat besar, karena kecepatan dan tingginya suhu, bisa membakar apa saja yang dilandanya, termasuk manusia, hewan, tumbuhan. Endapannya umumnya membentuk tuf, tuf lapili, welded tuff , yang sering mengandung arang ("charred wood"), arang ini dapat dimanfaatkan untuk sample radiometric dating C14.

2. LAHAR
Lahar (dingin): dari Bahasa Jawa, tapi sudah menjadi istilah internasional dan dikenal luas di kalangan ahli volkanologi internasional, adalah aliran air (air hujan, salju yang meleleh) yang bercampur rombakan tefra yang masih lepas-lepas, berasal dari bagian atas tubuh gunungapi mengalir dengan kecepatan dan densitas yang tinggi sehingga mampu melanda dan membawa serta bongkah batu berdiameter sampai 2 meter, bahkan rumah dan jembatan bisa dibawanya!!! Suhu lahar adalah sama dengan suhu di sekitarnya, endapannya adalah breksi lahar dengan fragmen yang sudah subrounded.

2. LAHAR PANAS
Lahar panas adalah sama dengan lahar (dingin) hanya saja suhunya di atas suhu sekitar. Lahar panas HANYA dapat dihasilkan oleh gunungapi yang mempunyai DANAU KEPUNDAN seperti Gunung Kelud, sedangkan Gunung Merapi tidak punya danau kepundan sehingga tidak mungkin menghasilkan lahar panas. Suhunya tidak akan mencapai 100 C, suhu yang meningkat ini akibat dari air danau kawah yang dipanaskan oleh magma di bawahnya sebelum erupsi, pada saat terjadi erupsi (tidak terjadi ledakan). air yang telah panas ini akan meluap bercampur dengan tefra (selanjutnya seperti pada proses lahar dingin), dan membentuk endapan lahar. Lahar panas ini tidak akan menghanguskan tumbuhan atau makhluk hidup seperti pada awan panas!!!!, karena suhunya "hanya" di bawah 100C.

3. LAVA
Aliran lava ("lava flow"): adalah magma yang keluar dari permukaan dan mengalir dipermukaan, bisa di darat, bisa di dasar laut. Ini adalah betul-betul material magma (cairan silikat) bersuhu tinggi, bisa mencapai 1300C!!! dan akan menghanguskan apa saja yang dilewatinya. Hasil endapannya adalah batuan estrusif yang masif atau brecciated. Jadi yang sering terlihat sebagai aliran berpijar dari kepundan (crater) pada waktu malam saat terjadi letusan gunung api adalah ALIRAN LAVA dan BUKAN lahar panas.

4. GUGURAN LAVA
Istilah GUGURAN LAVA sudah sangat umum dipakai di bidang volkanologi, yaitu adalah identik dengan ROCK FALL tetapi khusus terjadi pada puncak gunung api, terjadinya adalah sebab.: lava yang sudah mendingin menjadi batuan vulkanik (misalnya andesit) di puncak gunungapi membentuk "sumbat lava" ("volcanic plug") yang bisa menutupi seluruh atau sebagian lubang kepundan, tergantung bentuknya, bisa berupa kubah ataupun tiang. Biasanya terjadinya guguran lava dalam skala yang besar mengindikasikan akan terjadi erupsi, karena adanya peningkatan desakan magma dan tekanan gas dari bawah, mengakibatkan sumbat lava ini mengalami deformasi, terangkat, retak-2 dan akhirnya rontok membentuk guguran lava. Jadi BUKAN lava pijar yang gugur????!!!!

magmatologi
Maryatno (YSY)
Tue, 18 Apr 2006

Artikel Terkait: