Jumat, 05 November 2010

RIDHO

Ridho adalah putusan hati atas semua yang dimiliki. Ada ulama berkata: "Orang yang paling dekat pada Allah ialah yang paling ridho atas semua yang diberikan padanya. Para Hukama berkata: "Banyak bentuk kegembiraan yang sebenarnya penyakit, dan banyak penyakit yang sebenarnya adalah obat."

Bukan hanya itu, keridhoan juga diperlukan ketika kita menemukan harapan tidak sesuai kenyataan, cita-cita tidak sesuai keinginan. Setiap manusia pastilah memiliki ambisi dalam hidupnya, mereka selalu meyakini bahwa hal itu adalah yang terbaik yang mereka butuhkan dan pasti akan mendatangkan kebahagiaan. Tapi apakah menurut ALlah juga seperti itu?

"Bisa saja kamu membenci sesuatu yang sebenarnya itu lebih baik bagimu, atau bisa jadi kamu mencintai sesuatu yang sebenarnya itu buruk bagimu...(QS. 2:216)

Ridho juga berarti melepaskan, menerima, merelakan, membiarkan suatu peristiwa buruk sekalipun terjadi pada dirinya, hanya dengan beranggapan bahwa peristiwa itu terjadi tidak lain karena itu untuk kebaikan dirinya di kemudian hari. Merelakan apapun yang sudah dan akan kita lalui didepan dengan beranggapan bahwa kita sedang diberi ujian agar kelak kita tidak akan merasa kesulitan menghadapinya karena sudah pernah melaluinya. Disamping juga terus berusaha memperbaiki diri dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, menghindari perbuatan dosa dan menjadi manusia yang istiqomah.

Adapun keutamaan ridho dijelaskan dalam beberapa ayat Al Quran:

"Allah Ridho kepada mereka, dan mereka ridho kepada-Nya." (QS. Al Bayyinah:8)

"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula." (QS. Ar Rahman:60)

"Dan beberapa tempat tinggal yang indah di surga eden dan Keridhoan Allah adalah yang amat besar..."(QS. At Taubah:72)

Ada hadist menyebutkan: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menampakkan Ridho-Nya terhadap orang mukmin. Dia berfirman: "Mintalah kalian kepada-Ku....." Merekapun meminta: "Hanya Keridhoan-Mu.' Permintaan mereka akan Ridho setelah ada pertimbangan maka permintaan itu merupakan puncak keutamaan.

Mengenai makna ridhonya seorang hamba, akan dijelaskan secara hakekat. Namun Ridho-Nya Allah terhadap mahluk-Nya hampir mendekati akan kecintaan Allah terhadap hamba-Nya, namun kami tidak menerangkan secara hakekat, sebab ilmu manusia tidak akan mampu menjelaskannya. Dan orang yang mampu dalam bidang itu, sesungguhnya ia pun harus berusaha menyendiri dan menemukannya sendiri.

Artikel Terkait: