Jumat, 05 November 2010

TAWAKAL (Berpegang Teguh)

Tawakal adalah mengandalkan Allah dalam setiap kebutuhan. Bersandar ketika membutuhkan, percaya ketika ada bencana dengan segenap hati dan ketenteraman jiwa. Jadi orang yang bertawakal adalah orang yang meyakini bahwa hanya Dia yang menentukan sebab-sebab terjadinya sesuatu dibawah Kekuasaan-Nya. Orang yang meyakini bahwa segala tindakannya terjadi atas kehendak-Nya.

Mereka tidak bersandar kepada harta, jabatan, ataupun pekerjaan. Melainkan semua urusan diserahkan atas Petunjuk-Nya. "Barangsiapa yang mengerahkan semua urusan pada Allah, artinya ia telah memenuhi kebutuhannya.

Tapi sayangnya tidak semua orang mau meyakini hal tersebut, malah dianggap adalah sesuatu yang amat sulit dan tidak mungkin. Mereka mudah putus asa dan menganggap Allah Tidak memperhatikannya dan tidak mau mengabulkan permohonannya. Maka banyak cara dan jalan pintas ditempuh untuk mencapai keinginannya tersebut, mereka tidak mau bertawakal kepada Allah, karena dianggap lebih sulit dan rumit jika dibandingkan dengan lewat jalan pintas.

Konsep berpegang teguh ini hanya bisa diterima dan diamalkan oleh sebagian orang yang mengerti dan faham betul arti keimanan. Walau mereka digoda dan dirayu dengan berbagai imbalan, mereka tidak akan berpaling dan berbelok sedikitpun akidahnya, karena tingginya rasa kecintaan pada Sang Maha Pencipta. Rasa yakin dan percaya pada janji ALlah yang membuat iman mereka tidak pernah padam. Bahkan meskin kondisi ekonomi mereka sulit sekalipun, keimanan tidaklah bisa dibeli dengan apapun, mereka tetap bertahan dengan kesabaran.

Pada orang-orang seperti inilah ALlah menjawab dan membenarkan janjinya. Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang menghadap kepada Allah Ta'ala, maka Allah akan mencukupi semua kebutuhannya dan didatangkannya rezeki dari tempat yang tidak di sangka-sangka. Dan barangsiapa yang sibuk dengan dunianya, maka Allah akan menyerahkan dunia itu kepadanya."

Diriwayatkan; Dari (kisah) Nabi saw, ketika kafakiran melanda keluarganya, beliau bersabda; "Kamu berdirilah untuk mengerjakan shalat, dan lakukan semua ini karena Allah Azza Wa Jalla yang telah memerintahkan aku."
Lalu Allah ta'ala berfirman: "Dan perintahkan keluargamu untuk mendirikan shalat, dan tetaplah bersabar." (QS. 20:132)
Nabi saw bersabda: "Tidak disebut bertawakal orang-orang yang meminta obat dan mengambil pengobatan dengan membakar kulit."

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Daud as; "Tiada seorang hamba yang mau berpegang teguh pada-Ku tanpa mahluk-Ku, kemudian bumi dan langit memperdayakan mereka kecuali AKU akan memberikan jalan keluar untuk mereka."

Dikatakan oleh sebagian ulama dalam tidurnya: "Barangsiapa yang mengandalkan Allah dalam hidupnya, maka dia telah memperkuat perlindungan terhadap dirinya." Artinya semakin mereka terdesak pada situasi yang membuat mereka bisa berfikir ulang untuk mencari perlindungan kepada selain ALlah, lalu akhirnya mereka memilih menjadikan Allah sang Penolong, maka Allah akan semakin erat memeluknya dan menjaga mereka dari segala macam gangguan.

Maka bertawakallah kita kepada-Nya dengan hanya mengharap keridhoan-Nya atas segala sesuatu yang ada dihadapan kita kelak. Tidak ada yang bisa kita lakukan jika kita tidak pernah memberikan kewenangan kepada Allah untuk menjadi penyelamat dan penuntun, karena hanya Allah SWT yang tahu apa yang ada dihadapan kelak.

Artikel Terkait: